Diamankan Polisi, Status John Kei Sedang Bebas Bersyarat Jhon Refra Kei. (Foto : Antara)

MerahPutih.com - Kepolisian Daerah Metro Jaya, Minggu (21/6) malam, menangkap John Kei beserta kelompoknya, dalam penggerebekan di Perumahan Titian Indah, Medan Satria, Kota Bekasi. Saat ini, mereka tengah menjalani pemeriksaan oleh Polisi di Mapolda.

Saat ditangkap Polisi, status Jhon Kei adalah bebas bersyarat berdasarkan surat keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor Pas-1502.PK.01.04.06 Tahun 2019 tertanggal 23 Desember 2019.

John Kei pada 27 Desember 2012 divonis 12 tahun penjara karena melakukan pembunuhan berencana terhadap Tan Harry Tantono alias Ayung yang ditemukan tewas di kamar 2701 Swiss-Belhotel, Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada tanggal 26 Januari 2012.

Setelah mengajukan banding, Mahkamah Agung justru menambah vonis terhadap John Kei menjadi 16 tahun penjara. Setelah mendapat remisi 36 bulan 30 hari, berdasarkan perhitungan, John Kei akan bebas pada 31 maret 2025.

Baca Juga:
Siti Zuhro: Revisi UU Pemilu Harus Bisa Hadirkan Banyaknya Paslon Capres dan Cawapres

Namun, setelah memenuhi persyaratan, John Kei diberikan program pembebasan bersyarat sejak 26 desember 2019 dan masa percobaan hingga 31 maret 2026. Selama menjalani pembebasan bersyarat, John Kei berada di bawah pembimbingan dan pengawasan PK Bapas.

Kepala Bagian Humas Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham Rika Aprianti dilansir Antara menegaskan, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan masih menunggu hasil koordinasi antara Pembimbing Kemasyarakatan Balai Pemasyarakatan (PK Bapas) dengan pihak kepolisian, sebelum memutuskan menjatuhkan tindakan terhadap John Kei.

Rika Aprianti mengatakan, mengatakan hasil dari koordinasi tersebut akan disidangkan Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) di Bapas.

“Dari sidang TPP itu akan ditentukan tindakan apa diberikan kepada Jhon Kei,” ungkapnya.

Jhon Kei ditangkap
Suasana di sekitar lokasi kejadian usai penangkapan diduga kelompok John Kei di Perum Titian Indah Blok M, Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (21/6/2020) malam. ANTARA/Pradita Kurniawan Sya.

Polisi melakukan penggerebekan terhadap kelompok John Kei di perumahan Taman Titian Indah, Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat. Sebanyak 25 orang diamankan. Penggerebekan ini terkait aksi penyerangan di Green Lake City, Kota Tangerang dan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.

Para pelaku diduga kelompok dari John Kei dan ditangkap di markasnya Jalan Titian Indah Utama X, Bekasi. Dari dalam markas pihaknya mengamankan 28 tombak, 24 buah senjata tajam, 2 buah ketapel, 3 buah anak panah, 2 buah stik golf, 17 hp dan 1 buah Dekorder Hikvision. Kini semua orang tengah diperiksa oleh aparat kepolisian di Polda Metro Jaya.

Peristiwa keributan dan penganiayaan itu terjadi hampir bersamaan dan viral di media sosial. Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, perekam video mengatakan banyak orang memakai topeng berkumpul dan memecahkan kaca mobil di kawasan Green Lake City.

Dalam video lainnya, terlihat petugas sekuriti menutup pintu gerbang. Namun, gerbang tersebut diterobos mobil. Sementara itu, penganiayaan menyebabkan seorang warga yang belum diketahui identitasnya tewas dibacok di Jalan Raya Kresek, Cengkareng, Jakarta Barat. Korban pembacokan tersebut dikabarkan meninggal dunia setelah dilarikan di ke rumah sakit. (Knu)

Baca Juga:

Pemprov DKI Raih Opini WTP 3 Kali Berturut-turut

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kebakaran Kejagung Belum Ada Tersangka, Polisi Fokus Garap CCTV dan Sidik Jari
Indonesia
Kebakaran Kejagung Belum Ada Tersangka, Polisi Fokus Garap CCTV dan Sidik Jari

Penyidik gabungan aparat kepolisian melakukan uji forensik terhadap kamera pemantau pada mesin absensi yang berada di lobi Gedung Utama Kejaksaan Agung, pada Selasa (6/10)

Ubah Kawasan Zona Merah ke Hijau, Dua Bintara Dapat Tiket Sekolah dari Kapolri
Indonesia
Ubah Kawasan Zona Merah ke Hijau, Dua Bintara Dapat Tiket Sekolah dari Kapolri

Melalui prokes dijaga sehingga zona hijau tetap dan pertumbuhan ekonomi di daerah ini semakin hari semakin baik

Hanya Mampu Selesaikan 2 RUU Prioritas, DPR Dapat Kritikan
Indonesia
Hanya Mampu Selesaikan 2 RUU Prioritas, DPR Dapat Kritikan

Belum lagi pelibatan sejumlah pakar dan pengusaha dalam pembahasannya

Besok Lajur Sepeda Road Bike Sudirman-Thamrin Diuji Coba
Indonesia
Besok Lajur Sepeda Road Bike Sudirman-Thamrin Diuji Coba

Uji coba ini dilakukan selama lima hari ke depan

6.348 Warga di DKI Sudah Dimakamkan Pakai Protokol COVID-19
Indonesia
6.348 Warga di DKI Sudah Dimakamkan Pakai Protokol COVID-19

Tercatat 1.372 orang dikebumikan menggunakan protap COVID-19 pada periode 1 hingga 25 September 2020. Jumlah ini merupakan angka tertinggi selama pandemi corona di DKI.

Bahlil Pimpin Kementerian Investasi, Nadiem Diprediksi Digeser Kader Muhammadiyah
Indonesia
Bahlil Pimpin Kementerian Investasi, Nadiem Diprediksi Digeser Kader Muhammadiyah

Posisi Nadiem akan diganti oleh sosok dari Muhammadiyah yang lebih punya kapasitas dan kontribusi terhadap dunia pendidikan nasional.

AHY Perlu Segera Selesaikan Konflik Partai Demokrat
Indonesia
AHY Perlu Segera Selesaikan Konflik Partai Demokrat

"Bagaimanapun juga tetap saja tidak bisa dibantah bahwa kepemimpinan Demokrat ada dua karena kubu Moeldoko masih menempuh jalur hukum setelah ditolak oleh Kementerian Hukum dan HAM," tegas Fernando.

KPK Terima 1.500 Laporan Masalah Penyaluran Bansos, Wagub DKI: Kita Lakukan Perbaikan
Indonesia
KPK Terima 1.500 Laporan Masalah Penyaluran Bansos, Wagub DKI: Kita Lakukan Perbaikan

KPK menerima 1.500 keluhan terkait penyaluran bantuan sosial (bansos) COVID-19.

Korpri Diminta Sigap, Cepat dan Berorientasi Hasil
Indonesia
Korpri Diminta Sigap, Cepat dan Berorientasi Hasil

Jenjang eselonisasi yang panjang harus dapat dipangkas untuk mempercepat pengambilan keputusan.

Tolak Hadiri Inaugurasi Biden, Trump dan Melania Tinggalkan Pesan Singkat di Gedung Putih
Dunia
Tolak Hadiri Inaugurasi Biden, Trump dan Melania Tinggalkan Pesan Singkat di Gedung Putih

Trump resmi meninggalkan Gedung Putih menggunakan helikopter kepresidenan Marine One untuk terakhir kalinya