E-Book Memang Praktis, Tapi 3 Kelebihan ini Hanya Ada Pada Buku Cetak Membaca buku fisik punya banyak kelebihan dibanding e-book. (Foto: Pixabay/StockSnap)

MEMBACA adalah jendela dunia. Dengan membaca, kita bisa membuka cakrawala dunia dengan ilmu pengetahuan. Kita bisa mengetahui segala hal di luar diri kita sendiri.

Nah, membaca kini sudah lebih praktis lagi. Teknologi canggih saat ini membuat khalayak bisa membaca baik buku yang sudah dalam bentuk digital (e-book) maupun online, di mana saja dan kapan saja.

Meski generasi milenial banyak menikmati membaca e-book, tapi tidak semua khalayak menikmati membaca secara online. Membaca buku secara online memiliki rasa yang berbeda dengan membaca buku cetak (fisik).

1. Membaca buku fisik memiliki ikatan emosi

Baca buku fisik punya ikatan emosi. (Foto: Pixabay.DariuszSankowski)
Baca buku fisik punya ikatan emosi. (Foto: Pixabay/DariuszSankowski)

Ketika membaca di internet baik melalui gadget maupun layar laptop atau komputer, mata akan menatap layar dan jemari sesekali menekan papan ketik untuk beralih halaman atau berpindah dari atas ke bawah pada halaman yang sama, relatif tidak memiliki ikatan emosi.

"Saya masih suka membacakan buku untuk anak sebelum tidur, karena e-book reader untuk anak kecil agaknya memang tidak baik," ujar salah satu pengunjung pameran buku Big Bad Wolf (BBW) Vicky Mono, seperti dikutip Antara. Bazar buku terbesar dunia itu diselenggarakan ICE (Indonesia Convention Exhibition), BSD City, Tangerang, 1-11 Maret 2019.

Vicky yang juga vokalis band metal Burgerkill itu mengatakan, ia merasa lebih terikat dengan buku fisik. Terutama pada suara lembaran buku saat berganti halaman, dan aroma buku yang khas.


2. Internet punya pengaruh negatif bagi anak

Intenet tak dipungkiri punya pengaruh negatif besar bagi anak. (Foto: Pixabay/FirmBee)
Intenet tak dipungkiri punya pengaruh negatif besar bagi anak. (Foto: Pixabay/FirmBee)

Meski e-book positif sebagai bacaan bermanfaat, tapi tak dipungkiri internet atau gadget sebagai medianya memiliki dampak negatif bagi anak. Alih-alih membaca e-book, para anak kerap lebih memilih game dan menjadi posesif dengan gadget-nya.

Dampak membaca buku edisi hardcover sangat berbeda dengan softcover.

3. Merawat buku kesukaan jadi hal asyik untuk dilakukan

Merawat buku menjadi keasyikan tersendiri. (Foto: Pixabay/jarmoluk)
Merawat buku menjadi keasyikan tersendiri. (Foto: Pixabay/jarmoluk)

Pengunjung Big Bad Wolf lain, Mecca (26), menilai keunikan buku fisik yakni dapat memberi tanda-tanda tertentu pada bagian halaman yang dianggap penting. Belum lagi saat memegang, merasakan dan merawat buku kesukaan.

Selain itu, menyimpannya di rak bersama buku-buku yang lain, serta membersihkan debu-debunya, memperhatikan setiap lembarnya berubah menjadi kuning kecoklatan menjadi kesenangan tersendiri.

Itu beberapa sensasi-sensasi yang tidak didapatkan pada e-book, yang merupakan salah satu produk era Revolusi Industri 4.0. (*)

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Waspada, Gaya Hidup Milennial Rentan Kena Hipertensi


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH