Di Tengah Pandemi COVID-19, Etihad Airways Tambah Rute Baru Pesawat Etihad Airways. ANTARA/pkozmin/Pixabay

MerahPutih.com - Maskapai asal Uni Emirat Arab (UAE) Etihad Airways berencana menambah rute penerbangan baru di tengah pembatasan dan larangan penerbangan internasional yang diterapkan banyak negara dunia akibat pandemi virus (COVID-19).

"Etihad Airways mengumumkan akan menambah penerbangan baru dari Abu Dhabi ke Melbourne (di Australia) dan Amsterdam (di Belanda). Etihad tetap mengoperasikan penerbangan khusus ke Seoul, Singapura, Manila, dan Jakarta," kata Kedutaan Besar UAE untuk Indonesia di Jakarta, lewat pernyataan tertulis, dikutip Antara, Kamis (9/4).

Baca Juga:

Dokter-Dokter di AS Terkejut Cepatnya Corona Renggut Nyawa Para Pasien

Langkah itu dilakukan karena pihak maskapai akan menguji teknologi baru yang dapat memeriksa kesehatan penumpang, di antaranya termasuk gejala awal COVID-19.

"Etihad Airways akan bermitra dengan perusahaan Australia, Elenium Automation, untuk menguji teknologi baru yang dapat mendeteksi sakit wisatawan, termasuk mereka yang memiliki gejala awal COVID-19. Sistem ini bertujuan melacak suhu, detak jantung, dan laju pernapasan penumpang," terang pihak kedutaan.

Pesawat Etihad Airways. (Foto: instagram.com/etihadairways)
Pesawat Etihad Airways. (Foto: instagram.com/etihadairways)

Teknologi yang dikembangkan perusahaan Australia itu dapat memeriksa kesehatan penumpang mulai dari meja check-in, tempat penyimpanan barang, sampai pos pemeriksaan keamanan, kedutaan menambahkan.

Walaupun demikian, Kedutaan UAE tidak menyebutkan jadwal beroperasinya rute baru itu dan waktu mulai penggunaan teknologi deteksi kesehatan tersebut. Belum dapat dikonfirmasi informasi tersebut kepada pihak Etihad Airways.

Baca Juga:

Kasus Corona Capai 13.717, Brazil: Kami Butuh 40 Juta Masker dari Tiongkok

Sejak akhir tahun lalu mewabah pertama kali di Kota Wuhan, China, COVID-19 sampai saat ini telah menyebar ke lebih dari 200 negara dan menjangkit lebih dari satu juta warga dunia.

Menurut data Worldometers, laman penyedia data statistik independen, jumlah pasien positif COVID-19 dunia mencapai 1.523.898 jiwa. Dari angka itu, 88.956 pasien meninggal dunia dan 332.800 lainnya dinyatakan sembuh.

Sementara itu di Uni Emirat Arab, otoritas setempat melaporkan per Rabu (8/4) jumlah pasien positif COVID-19 mencapai 2.659 jiwa, termasuk di antaranya 300 kasus baru yang ditemukan dalam waktu 24 jam dari satu hari sebelumnya (7/4), menurut laporan dari Kedutaan UAE di Jakarta. (*)

Baca Juga:

Kasus Positif Corona di Afrika Capai 10.000 Lebih


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH