Di Survei Litbang Kompas Elektabilitas Jokowi Turun, Pengamat: Seharusnya Timses Jangan Jadi Caleg Presiden RI, Joko Widodo. (MP/asropih)

Merahputih.com - Survei terbaru Litbang Kompas menunjukkan pasangan nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul atas pasangan 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Namun, semakin hari, jaraknya semakin dekat.

Menurut Pengamat Politik Emrus Sihombing, turunnya elektabilitas Jokowi akibat timses merupakan caleg juga di dapil masing-masing.

"Seharusnya timses jangan caleg, karena logikanya mereka mengutamakan kursi calegnya. Timses yang tidak mencalonkan diri akan lebih maksimal," ujar Emrus di Jakarta, Rabu (21/3/2019).

Emrus menilai swing partai tidak kerja serius, karena siapapun yang menang bisa bergeser.

"Maka perlu rapat koordinasi, militan enggak partai ini, kerja keras enggak membela salah satu paslon. Ada juga yang partainya mendukung calon A, tapi individunya mendukung calon B," kata pengajar dari Universitas Pelita Harapan ini.

Program yang disampaikan Jokowi juga belum menarik simpati orang yang belum mengambil keputusan.

"Potensi belum dikelola maksimal. Saya kira, kalau tim sukses Pak jokowi dikelola maksimal akan ada hasil maksimal. Yang mengelola menajemen kampanye secara efektif dan dikelola dengan sangat baik, itu lah pemenangnya," terang Emrus.

Foto: Survei Litbang Kompas

Survei terbaru Litbangg Kompas menyebut, saat ini elektabilitas Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin 49,2 persen, sementara Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 37,4 persen. Sementara, hasil survei Litbang Kompas sebelumnya, pada kurun waktu September-Oktober 2018 menyebutkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 52,6 persen dan Prabowo-Sandi 32,7 persen.

"Logikanya, mereka mengutamakan kampanye kursi pencalegkannya. Timses yang tidak mencalonkan diri akan lebih maksimal bekerja," ucap Emrus.

Karena itu, menurut Emrus, perlu digelar rapat koordinasi kembali dan juga evaluasi. Di sisa waktu yang ada, militansi dan komitmen mesin politik partai harus ditegaskan kembali.

"Militan enggak partai ini, kerja keras enggak membela salah satu paslon. Pada akhirnya, yang mengelola menajemen kampanye secara efektif dan sangat baik, itu lah pemenangnya," ucapnya. (Knu)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH