Di Solo, Jokowi Minta Pendukungnya Kubur Hoaks Pendukung Jokowi di Solo. (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Calon presiden petahana, Joko Widodo meminta para pendukungnya untuk mengubur hoaks (berita bohong) mengenai dirinya dan calon wakil presiden pasangannya KH Ma'ruf Amin dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

"Solo dan sekitarnya jangan sampai tetangga-tetangga kita kaget kalau ada kabar hoaks, kabar fitnah, kita harus kubur yang namanya hoaks, yang setuju tunjuk jari," kata Jokowi seperti dilansir Antara, Selasa (9/4).

Jokowi melakukan kampanye akbar di stadion tersebut setelah sebelumnya diarak menggunakan kereta kencana dan iringan penari Topeng Iring mulai dari Loji Gandrung.

 Presiden Joko Widodo memaparkan sejumlah pencapaian dan rencana program kerja di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/8). (Foto Antara/Yudhi Mahatma)
Presiden Joko Widodo memaparkan sejumlah pencapaian dan rencana program kerja di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/8). (Foto Antara/Yudhi Mahatma)

"Jangan sampai kena isu fitnah. Ini banyak sekali hoaks dari pintu ke pintu di medsos. Lihat, nanti kalau Jokowi-Ma'ruf menang pendidikan agama akan dihapus, itu hoaks," tambah Jokowi.

Hoaks lain yang disebut Jokowi adalah melegalkan perkawinan sejenis dan pelarangan azan.

"Kalau Jokowi-Ma'ruf Amin menang, perkawinan sejenis diperbolehkan. Itu hoaks. Hati-hati, itu kabar bohong. Ketiga kalau Jokowi-Ma'ruf Amin menang azan akan dilarang, itu bohong, fitnah. Cawapresnya saja Ketua MUI, kita harus berani melawan hoaks, fitnah, kabar bohong. Harus diluruskan. Kalau tetangga kita ragu-ragu harus diluruskan," ungkap Jokowi.

Jokowi juga mengenalkan tiga kartu sakti yang rencananya akan dianggarkan pada 2020 yaitu Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah bagi lulusan SMA/SMK, Kartu Pra Kerja untuk mendapatkan pelatihan dan Kartu Sembako Murah sehingga masyarakat bisa membeli sembako dengan harga murah.

"Terakhir, 17 April tinggal 8 hari, marilah nanti ajak teman-teman kita, kawan-kawan kita, teman-teman sekampung untuk datang berbondong-bondong ke tempat pemungutan suara, berbondong-bondong pakai baju putih karena yang mau dicoblos bajunya putih," tambah Jokowi.

Namun bila pendukungnya tidak punya baju putih, Jokowi juga mempersilakan mereka mengenakan baju warna berbeda.

"Tapi kalau tidak punya baju putih, pakai baju lain tidak apa-apa, ini untuk mengingatkan yang mau dicoblos bajunya putih," ungkap Jokowi.

Selain Jokowi, hadir juga dalam kampanye akbar tersebut istri Jokowi, Iriana Joko Widodo, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, politikus PDIP Puan Maharani, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Anggota Dewan Pengarah TKN Pramono Anung, Yenni Wahid, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, dan ustaz Yusuf Mansur membacakan doa, serta tokoh lainnya. (*)

Baca Juga: Didampingi Emil, KH Ma'ruf Amin Janjikan Sekolah Gratis Sampai Kuliah



Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH