Di Qatar, BNPT Tekankan Pendekatan Lunak Lawan Terorisme Badan Nasional Penanggulanan Terorisme. (Instagram @bnptri)

MerahPutih.com - Deputi Kerjasama Internasional Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Irjen (Pol) Hamidin memberikan materi tentang terorisme dalam Sosialisasi Pencegahan Terorisme yang diadakan di Doha, Qatar.

Dilansir Antara, dikatakan Minister Counsellor KBRI Doha B Dharmawan, Senin (4/12), Irjen Hamidin menyampaikan bahwa dibutuhkan upaya terpadu dan strategis untuk menanggulangi terorisme hingga tuntas, antara lain dengan mengupayakan program rehabilitasi warga yang pernah terpengaruh terorisme, membangun komunikasi dan melibatkan komponen masyarakat lainnya.

Irjen Hamidin di depan komunitas diaspora Indonesia di Doha mengatakan terorisme tidak bisa dikalahkan dengan membunuh, menembaki, menangkap para pendukungnya, atau merusak jaringannya, sehingga dibutuhkan upaya terpadu, dan strategis guna menanggulangi ideologi teror sampai ke akarnya.

Hal yang bisa dilakukan di antaranya adalah program rehabilitasi dan membangun komunikasi dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Acara Sosialisasi Pencegahan Terorisme ini digelar atas kerja sama BNPT dengan KBRI di Doha, Qatar.

Kebijakan BNPT yang menitikberatkan programnya pada metode pendekatan lunak atau soft approach dalam menanggulangi terorisme. Pendekatan ini lebih menekankan dialog dan silaturahmi dengan berbagai lapisan masyarakat, bahkan terhadap warga yang terlibat dalam jaringan radikalisme dan terorisme.

Upaya seperti ini diharapkan memutus rantai kekerasan terorisme dengan cara yang manusiawi.

Berhati-hati dalam sambutannya, Dubes Indonesia untuk Qatar Muhammad Basri Sidehabi menyambut baik upaya BNPT dalam melakukan sosialisasi agar komunitas Indonesia berhati-hati dan berupaya menghindari kegiatan yang terkait dengan teror dan segera melaporkan kepada pihak terkait di Qatar.

Mantan anggota DPR ini menegaskan pentingnya peran ormas di Qatar dalam mengantisipasi agar anggotanya menjauhi hal-hal yang terkait dengan kegiatan yang diduga mengandung unsur terorisme.

Menurut pejabat KBRI Doha Boy Dharmawan, terdapat sekitar 51 ormas di Qatar yang dipimpin Ketua Persatuan Masyarakat Indonesia di Qatar (Permiqa), Edwin Kurniawan. Permiqa berperan penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan WNI di Qatar diperkirakan berjumlah sekitar 40 ribu.

Sosialisasi ini juga digunakan untuk menyajikan perkembangan situasi dan kondisi sosial-politik di kawasan khususnya perkembangan politik dan keamanan akibat adanya blokade terhadap Qatar oleh negara kuartet yang dipimpin Arab Saudi sejak Juni lalu. (*)


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH