Di-PHK Ilegal, Puluhan Supir Tangki Pertamina Jalan Kaki ke Istana Peserta aksi jalan kaki ke Istana. (MP/Yugi Prasetyo)

MerahPutih.com - Lantaran kebijakan sepihak dari perusahaan puluhan awak mobil tangki (AMT) Pertamina berjalan kaki 159 kilometer dari Bandung menuju Istana Negara Jakarta. Aksi tersebut sebagai bentuk penolakan atas pemutusan hubungan kerja (PHK) yang diduga ilegal kepada 1.000 pekerja yang statusnya alih daya.

Selain itu, aksi para pekerja juga dipicu oleh diberhentikannya 300 AMT karena dianggap tidak lulus seleksi sebagai karyawan tetap usai bertahun-tahun bekerja.

Wakil koordinator lapangan Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia-Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (FBTPI KPBI) Asep Maulana Idris mengungkapkan penolakan PHK ilegal itu karena informasi pemberhentian diterima pekerja AMT Pertamina melalui pesan singkat telepon seluler (SMS) dan surat melalui kantor pos oleh anak perusahaan Pertamina tersebut.

"Makanya ini kawan-kawan sekarang mau mengadakan aksi long march sebagai bentuk perlawanan kami, naikin eskalasi perlawanannya gitu. Long march ini bertema gugat negara selamatkan BUMN. Kenapa harus gugat negara ini, negaralah yang harus bertanggung jawab (atas) ketidakadilan di lingkungan BUMN terlebih semua perusahaan di bawah BUMN ini semuanya outsourcing dan ini harus diperjuangkan," ujat Asep di depan Kantor Pertamina UPMS III, Jalan Wirayudha, Bandung, Jumat (13/10) siang.

Dibeberkannya, sejak Juni 2017 PHK massal ilegal telah dilakukan oleh anak perusahaan Pertamina terhadap AMT di daerah Lampung, Merak, Jakarta, Padalarang, Ujungberung, Tasikmalaya, Tegal, Surabaya, Banyuwangi, dan Makassar.

"Puluhan AMT yang berjalan kaki merupakan perwakilan buruh dari beberapa depot di antaranya Plumpang, Padalarang, Ujungberung, Tasikmalaya, Tegal Banyuwangi, dan Surabaya. Ya mudah-mudahan Presiden Joko Widodo turun langsung menangani menyelesaikan masalah ini," harap Asep.

PHK ilegal tersebut dikatakan Asep nembuat 8.000 anggota keluarga AMT Pertamina terganggu hak hidupnya. " Padahal saat masih aktif bekerja awak mobil tangki diharuskan bekerja 12 jam setiap hari tanpa uang lembur, tidak memperoleh jaminan kesehatan serta tidak memperoleh uang pensiun," bebernya.

Jalur jalan kaki AMT Pertamina ini akan bertolak dari Bandung, Cimahi, Padalarang, Purwakarta, Karawang, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Jakarta, dan Istana Negara.

"Semoga dengan aksi ini negara memerhatikan kami," tegas Asep. (*)

Berita ini merupakan laporan dari Yugi Prasetyo, kontributor merahputih.com untuk wilayah Bandung dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya dalam artikel: Komisi IX Desak Menaker Tuntaskan Kasus PHK Massal Jurnalis Koran Sindo


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH