Di PHK Akibat Pandemi, Warga Pilih Usaha Bidang Perdagangan UMKM Indonesia. (Foto: Antara).

MerahPutih.com - Pandemi COVID-19 yang merebak lebih dari 1 tahun membuat masyatakat yang kehilangan pekerjaan beralh propesi dengan membuat usaha bidang perdagangan.

Survey Danareksa Research Institute (DRI) menyebutkan sektor perdagangan menjadi pilihan favorit masyarakat untuk mencari pekerjaan baru selama pandemi COVID-91. Sektor ini dipilih sebanyak 1,86 persen responden yang beralih profesi akibat pandemi.

Baca Juga:

PHK dan Ramadan Bikin Pengemis di Bandung Meningkat

Chief Economist Danareksa Research Institute Moekti P. Soejachmoen mengatakan, responden dalam survei tersebut adalah para pekerja pada lima sektor usaha yaitu perdagangan, manufaktur, konstruksi, transportasi & pergudangan, dan sektor jasa lainnya.

“Sektor lain yang menjadi sasaran profesi selama pandemi adalah sektor manufaktur yang dipilih sebanyak 0,17 persen responden, disusul sektor konstruksi 0,29 persen, transportasi dan pergudangan 0,29 persen, sektor jasa lainnya 0,99 persen,” kata Moekti.

Dalam riset itu, DRI juga menyebutkan sebanyak 52,18 persen responden mengaku pandemi COVID-19 telah berdampak pada status pekerjaannya, sedangkan 47,19 persen menyatakan pandemi tidak mempengaruhi tempatnya bekerja.

Dari 52,18 persen responden yang terdampak pandemi, sebesar 37,16 persen responden di antaranya mengaku terkena pemotongan gaji/pengurangan jam kerja, ataupun karena usaha tutup. Sementara, sebanyak 10,80 persen terkena PHK, dan 4,58 persen memilih pindah ke pekerjaan atau profesi baru.

Dalam situasi pandemi, untuk mencari pekerjaan merupakan suatu hal yang sulit karena sejumlah sektor perekonomian ikut terdampak.

Usaha Kuliner. (Foto: Antara)
Usaha Kuliner. (Foto: Antara)

Selanjutnya, dari 10,80 persen masyarakat yang terkena PHK sebanyak 60 persen responden mengaku masih dalam proses mencari pekerjaan baru, sebanyak 8,66 persen responden menyebutkan mengaku membutuhkan waktu kurang dari 1 bulan untuk mendapatkan pekerjaan kembali.

Sedangkan, sebanyak 15,75 persen mengaku mendapatkan pekerjaan setelah 1-3 bulan, sebanyak 7,09 persen mendapat pekerjaan kembali dalam jangka waktu 3-6 bulan, dan sebanyak 7,87 persen responden baru mendapatkan pekerjaan di atas enam bulan.

Survey DRI dilakukan menggunakan random sampling terhadap 1.724 responden di 6 Provinsi yaitu Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Sumatera Utara. (Asp)

Baca Juga:

Diskon Pajak Beli Mobil Cegah PHK Bidang Otomotif

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kasus LNG Pertamina, Pakar Hukum Apresiasi Sinergitas Kejagung-KPK
Indonesia
Kasus LNG Pertamina, Pakar Hukum Apresiasi Sinergitas Kejagung-KPK

Sinergi antar-lembaga penegak hukum dalam menangani korupsi sangat penting.

Menko PMK Pastikan Tol Cikampek dan Pelabuhan Merak Siap Hadapi Arus Mudik 2022
Indonesia
Menko PMK Pastikan Tol Cikampek dan Pelabuhan Merak Siap Hadapi Arus Mudik 2022

Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy memastikan Tol Cikampek dan Pelabuhan Merak siap menghadapi arus mudik dan balik Idul Fitri 1443 H/Lebaran 2022.

Buronan Kasus Penyelewengan Dana Batubara Ditangkap di Tengah Sawah
Indonesia
Buronan Kasus Penyelewengan Dana Batubara Ditangkap di Tengah Sawah

Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Agung (Kejagung) menciduk buronan atas nama Hartono.

UU Cipta Kerja Inkonstitusional, PKS: Kenapa Tetap Berlaku?
Indonesia
UU Cipta Kerja Inkonstitusional, PKS: Kenapa Tetap Berlaku?

PKS mengapresiasi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan proses pembentukan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja inkonstitusional.

Jika Kasus COVID-19 Naik Lagi, Mobilitas Masyarakat akan Kembali Diperketat
Indonesia
Jika Kasus COVID-19 Naik Lagi, Mobilitas Masyarakat akan Kembali Diperketat

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan, jika kasus COVID-19 naik lagi, maka bukan tidak mungkin mobilitas masyarakat akan kembali diperketat.

PKS Sebut Ibu-Ibu Jadi Korban Kenaikan Harga Minyak Goreng
Indonesia
PKS Sebut Ibu-Ibu Jadi Korban Kenaikan Harga Minyak Goreng

"Lagi-lagi Mak-mak yang jadi korban. Seharusnya pemerintah mengendalikan apa yang ada di pasar, tapi ini tidak berdaya mengendalikan dan justru menyerahkan semua mekanismenya oleh pasar. Siapa yang terdampak berat? Mak-mak dan keluarga kelas menengah bawah tercekik, itu rakyat kita bukan orang lain!" tegas Kurniasih.

Menkes Jamin Ketersediaan Tempat Tidur untuk Pasien COVID-19
Indonesia
Menkes Jamin Ketersediaan Tempat Tidur untuk Pasien COVID-19

Sedangkan untuk layanan IGD-nya kita sudah memutuskan untuk membangun tenda di luar rumah sakit

BPS: Kondisi Ketenagakerjaan Belum Pulih
Indonesia
BPS: Kondisi Ketenagakerjaan Belum Pulih

BPS mencatat, terdapat 11,53 juta orang (5,53 persen) penduduk usia kerja yang terdampak COVID-19.

8,8 Juta Pekerja Bakal Dapat Subsidi Upah Dampak PPKM Darurat
Indonesia
8,8 Juta Pekerja Bakal Dapat Subsidi Upah Dampak PPKM Darurat

Peningkatan kebutuhan penanganan COVID-19 akan dibiayai dari realokasi belanja beberapa Kementerian/Lembaga.

Kasus Ade Yasin, ICW Kritik BPK Tak Serius Benahi Internal
Indonesia
Kasus Ade Yasin, ICW Kritik BPK Tak Serius Benahi Internal

ICW menilai, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tidak serius melakukan pembenahan dan pengawasan di internal.