Di Persidangan Teman Dekat Aurelia Beberkan Terdakwa Minum Miras Sebelum Kecelakaan Karawaci Ketua Majelis Hakim Arif Budi Chayono menunjukkan barang bukti botol Soju. (MP/Rizki Fitrianto)

MerahPutih.com - Pengadilan Negeri Tangerang kembali menggelar sidang kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan meninggalkan Andrie Njotohusodo (50) bersama anjing kesayangannya dengan terdakwa Aurelia Margaretha (26). Agenda sidang kali ini menghadirkan saksi Johanes Raymon (27) selaku rekan terdakwa. Namun, keterangan saksi dalam persidangan memperkuat fakta terdakwa sempat mengonsumsi minuman keras ketika berkendara saat kejadian.

Fakta persidangan ini terkuak ketika Ketua Majelis Hakim Arif Budi Chayono mengorek keterangan saksi. Johannes mengaku, beberapa jam sebelum kejadian, yakni pada 29 Maret 2020 dia bersama Aurelia makan di sebuah restoran di Tangerang.

Baca Juga:

Sempat Bilang Bukan Tabrak Lari, Polisi Akhirnya Tahan DH Penabrak GrabWheels

Hakim bertanya menu makanan dan minuman apa yang dikonsumsi saksi bersama terdakwa Aurelia?

"Makan daging sapi dan empat botol Soju. Terdakwa minum dan saya minum lebih banyak. Sekitar 3 botol. Kami menuangkan. Atas inisiatif kami berdua di ruangan tertutup," jawab Johanes saat bersaksi di Pengadilan Negeri Tangerang, Banten, Rabu (24/6).

Saat digali hakim lebih jauh, Johanes menjelaskan Soju merupakan minuman keras khas Korea yang mengandung alkohol. "Iya kadar alkohol 19 persen," imbuh saksi.

terdakwa aureal
Terdakwa Aurelia Margaretha (26) didampingi pengacaranya. (MP/Rizki Fitrianto)

Johanes juga membenarkan terdakwa Aurelia mengendari mobil Honda Brio usai mereka menyantap makanan dan soju di restoran. Sedangkan Johannes mengendarai mobil lainnya. Setelah berpisah, sekitar pukul 16.40 dia mendapat kabar bahwa Aurelia menabrak Andre dan anjingnya di perumahan di Karawaci, Tangerang.

Dalam kesaksiannya di depan majelis hakim Johannes juga membebarkan bahwa sebotol soji yang ditemukan di mobil terdakwa saat kejadian adalah minuman keras yang dia minum bersama Aurelia sebelum kejadian.

Sementara itu ibu kandung terdakwa, Yunita Muliawati juga dihadirkan sebagai saksi. Menurut dia, anaknya menderita bipolar dan mendapat perawatan dokter. "Iya sudah setahun ini rutin konsultasi dengan dokter soal bipolarnya," ungkap Yunita.

Baca Juga:

Tabrakan Maut, Korban Tewas Sedang Hamil 8 Bulan

Namun saat ditanya apakah dirinya pernah mendampingi langsung Aurelia saat ke psikiater, Yunita mengaku tidak pernah.

Yang sedikit aneh, Yunita tetap memperbolehkan anaknya mengendarai mobil meski didiagnosa bipolar. Bahkan dia memastikan terdakwa memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) yang sah. Dia berdalih tetap mengizinkan anaknya mengendarai mobil meskipun bipolar karena aktivitas kerja dan keseharian lainnya. "Sehari-hari memang biasa menyetir," ujar ibu terdakwa.

Sementara itu, Pengacara terdakwa Aurelia, Charles Situmorang saat dikonfirmasi bagaimana bisa terdakwa mendapatkan dan memiliki SIM resmi jika memang benar mengalami gangguan kejiwaan, Charles menolak menjawab lebih detail. Padahal syarat untuk memdapatkan SIM adalah sehat jasmani dan rohani.

Pengacara pun meminta wartawan mencari kejelasannya dari pihak kepolisian. "Tanya ke Polres ya kenapa diberikan SIM dan tak dicabut," kilah dia.

Ibu terdakwa juga membantah informasi dirinya dan Aurelia, anaknya yang juga terdakwa, mengenal korban Andrie Njotohusodo dalam kesaksiannya.

keluarga korban
Keluarga korban almarhum Andrie Njotohusodo (50). (MP/Kanugrahan)

Menanggapi kesaksian Yunita itu, perwakilan keluarga korban Winda Niar mengaku sangat kecewa dengan upaya keluarga terdakwa mencoba menutupi informasi. Menurut Winda, antara adik iparnya itu dengan keluarga Aurelia sempat memiliki hubungan baik.

"Kalau orang tuanya bilang enggak kenal, itu mustahil sekali. Mereka pernah datang numpang jualan depan ruko kami. Saat acara ulang tahun istri korban, Yuanita juga datang," ungkap dia.

Winda mengakui akibat meninggalnya Andrie membawa efek luar biasa bagi ekonomi keluarga adik iparnya. "Andrie ini tulang punggung keluarga. Sekarang keluarga merasakan beban dan kesulitan. Apalagi anak-anak masih kecil," sesal dia.

Lebih jauh, Winda hanya berharap majelis hakim dapat memberikan keadilan bagi keluarganya dan terdakwa Aurelia diberi hukuman tegas sesuai dengan kesalahannya. "Diberi hukuman tegas sesuai perbuatannya. Kami minta diberikan keadilan," tutup keluarga korban itu.

Untuk diketahui, kecelakaan naas itu terjadi pada Minggu (29/3/2020) sore di Jalan Khatulistiwa Perumahan Lippo Karawaci, Kota Tangerang. Korban saat itu sedang joging bersama anak dan anjingnya.

Tiba-tiba datang mobil Honda Brio yang dikemudikan Aurelia Margaretha. Seketika Aurelia Margaretha menabrak korban dan anjingnya. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Begitu pula anjing milik korban.

Jaksa Penuntut umum menjerat terdakwa dengan dakwaan berlapis Pasal, 311 ayat ( 5 ) Yunto Pasal, 310 ayat ( 4 ) Undang Undang No 22 Tahun 2009 tentang kalulintas dan angkutan jalan, dengan ancaman hukuman 12 Tahun Penjara. Sidang bakal dilanjutkan kembali Rabu 1 Juli mendatang dengan mendengarkan keterangan saksi ahli. (Knu)

Baca Juga:

Satu Orang Meninggal Dunia dalam Tabrakan Maut di Ciasem

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Menteri Trenggono dan Sekjen PDIP Lulus Wisuda Bareng Profesi Insinyur
Indonesia
Menteri Trenggono dan Sekjen PDIP Lulus Wisuda Bareng Profesi Insinyur

GM memecahkan rekor dengan telah melantik 1367 lulusan berprofesi insinyur

DPR Peringatkan Polri Tak Anggap Remeh Ancaman Teroris
Indonesia
DPR Peringatkan Polri Tak Anggap Remeh Ancaman Teroris

Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin meminta Polri tidak menganggap remeh pesan berantai yang bernada ancaman dan teror.

ITB Gelar Acara Virtual Sambut Ulang Tahun ke-101 Selama 4 Hari
Indonesia
ITB Gelar Acara Virtual Sambut Ulang Tahun ke-101 Selama 4 Hari

Untuk virtual exhibition P101 akan menghadirkan 220 karya riset, inovasi, dan pengabdian masyarakat dari dosen ITB yang dikelompokkan dalam 12 tema yang dilaksanakan selama 4 hari, 1-4 Juli 2021.

APBN Kerja Keras Pulihkan Ekonomi
Indonesia
APBN Kerja Keras Pulihkan Ekonomi

Tantangan yang harus dihadapi APBN 2021 untuk mendukung program vaksinasi dan pemulihan ekonomi serta mendukung langkah konsolidasi fiskal.

DPR Didesak Terbitkan Surat Pembatalan Rencana Isoman di Hotel Berbintang
Indonesia
DPR Didesak Terbitkan Surat Pembatalan Rencana Isoman di Hotel Berbintang

"Harus ada surat yang kemudian menyatakan bahwa surat sebelumnya itu dibatalkan," ujar Lucius

Wagub Tegaskan Pemprov DKI Belum Bahas Reuni Akbar PA 212 di Monas
Indonesia
Wagub Tegaskan Pemprov DKI Belum Bahas Reuni Akbar PA 212 di Monas

Beredar juga secarik surat di kalangan awak media terkait undangan rapat dari Pemprov DKI

Tak Ditahan, Lois Owien Tetap Tersangka
Indonesia
Tak Ditahan, Lois Owien Tetap Tersangka

Dr Lois pun telah berjanji untuk tidak melarikan diri serta menghilangkan barang bukti

MUI Imbau Pemerintah dan DPR Tak Tunduk pada Produsen Minuman Beralkohol
Indonesia
MUI Imbau Pemerintah dan DPR Tak Tunduk pada Produsen Minuman Beralkohol

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau kepada pemerintah dan DPR agar tak tunduk pada para pedagang dan produsen minuman beralkohol.

Partai Gelora Usul Pilkada Serentak Digelar 2024
Indonesia
Partai Gelora Usul Pilkada Serentak Digelar 2024

Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia setuju penyelenggaraan Pilkada Serentak pada 2022 dan 2023 digelar pada 2024 bersamaan dengan pelaksanaan Pileg dan Pilpres.

Dirjen WHO Tedros Berkantor: Saya Sehat, Tidak Ada Gejala
Dunia
Dirjen WHO Tedros Berkantor: Saya Sehat, Tidak Ada Gejala

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus kembali berkantor usai karantina.