Di KTT Perubahan Iklim, Jokowi Tetap Bawa Isu Sawit Presiden RI Joko Widodo (tengah) di rangkaian KTT Pemimpin Dunia COP26, di Scottish Event Campus, Glasgow, Skotlandia, Senin (1/11). (ANTARA/HO-UNFCCC)

MerahPutih.com - Indonesia menyayangkan masih ada perlakuan diskriminatif dari Uni Eropa (UE) terhadap kelapa sawit berkelanjutan dari Indonesia. Hal itu dikatakan Presiden Joko Widodo saat melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Slovenia Janes Jansa di sela KTT Pemimpin Dunia, COP26, Glasgow, Skotlandia, Senin (1/11).

Presiden Jokowi mengharapkan agar Slovenia mendorong finalisasi perundingan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia - EU (I-EU CEPA). Selain itu, Presiden Jokowi juga menyampaikan terkait berbagai isu mengenai lingkungan hidup.

Baca Juga:

Jokowi Pertanyakan Kontribusi Negara Maju Saat KTT Perubahan Iklim

Ia menyampaikan, upaya memperkuat kerjasama Indonesia-UE ini telah dibahas dengan Prancis sebagai pemegang presidensi UE berikutnya dan juga dengan Presiden Dewan Eropa.

Namun, ia menyampaikan apresiasi kepada PM Slovenia atas komitmennya untuk terus memperkuat hubungan Indonesia-Slovenia dan Indonesia-Uni Eropa (UE).

PM Janes Jansa menyampaikan bahwa Slovenia memberikan perhatian besar terhadap Indonesia, karena memiliki potensi ekonomi yang besar.

"Penting bagi Uni Eropa memberikan perhatian lebih besar kepada Indonesia," kata PM Janes Jansa.

Sementara itu, pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, di sela-sela pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pemimpin Dunia COP26, di Scottish Event Campus, Glasgow, Skotlandia, kedua pemimpin negara telah melakukan pembicaraan melalui telepon pada 25 Oktober 2021 yang lalu.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Slovenia Janes Jansa di sela KTT Pemimpin Dunia, COP26, Glasgow, Skotlandia, Senin (1/11) (ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Slovenia Janes Jansa di sela KTT Pemimpin Dunia, COP26, Glasgow, Skotlandia, Senin (1/11) (ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden)

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi dan PM Johnson sepakat untuk meningkatkan kerja sama bilateral kedua negara, terutama di bidang ekonomi. Presiden Jokowi menyatakan bahwa Indonesia akan fokus pada kerja sama di bidang ekonomi hijau."Saya ingin memfokuskan hubungan kita pada kerja sama ekonomi hijau. Investasi hijau dan teknologi yang terjangkau adalah kunci transisi ekonomi," ujar Presiden.PM Johnson menyampaikan ketertarikan Inggris untuk melakukan investasi di Indonesia dengan prioritas untuk mendukung transisi ekonomi Indonesia. Kepada Presiden Jokowi, PM Johnson bahkan menyatakan pentingnya dukungan berupa investasi hijau, dukungan multilateral development banks, dan teknologi hijau yang terjangkau. Inggris, lanjut PM Johnson, akan mempersiapkan kredit ekspor yang dapat digunakan untuk mendukung kerja sama transisi ekonomi dengan Indonesia. Pertemuan bilateral kedua pemimpin negara tersebut akan ditindaklanjuti dengan pertemuan teknis guna membuat daftar kerja sama yang diprioritaskan serta model pendanaannya. Komitmen PM Johnson ini sejalan dengan komitmen para investor seperti terlihat dalam CEOs Forum. (Knu)

Baca Juga:

Ada Komitmen Rp 270 Triliun, Indonesia dan 100 Negara Lain Janji Hentikan Deforestasi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kota Bandung Targetkan Setiap Kecamatan Miliki Kampung Kreatif
Indonesia
Kota Bandung Targetkan Setiap Kecamatan Miliki Kampung Kreatif

Sampai saat ini baru hadir 4 kampung kreatif di Kota Bandung. Ditargetkan hingga tahun 2023 sebanyak 8 kampung kreatif.

Putra Ahok Ancam Laporkan Balik Ayu Thalia
Indonesia
Putra Ahok Ancam Laporkan Balik Ayu Thalia

"Saya minta AT untuk minta maaf karena fitnah saya dan keluarga saya. Jika dalam 24 jam nggak ada itikad baik minta maaf, maka saya akan bawa hal ini ke ranah hukum," ujar Ramzy membacakan pesan Sean.

KPK Ungkap Edhy Prabowo Beli Wine Pakai Duit Suap Benur
Indonesia
KPK Ungkap Edhy Prabowo Beli Wine Pakai Duit Suap Benur

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo diduga membeli minuman beralkohol jenis wine dari bekas caleg Gerindra, Ery Cahyaningrum menggunakan uang yang berasal dari suap ekspor benur.

Suvenir Perhelatan G20 Harus Produk UMKM
Indonesia
Suvenir Perhelatan G20 Harus Produk UMKM

Sekitar 35 pelaku IKM di Provinsi Bali yang memamerkan beragam produk seperti kain tradisional, kerajinan rakyat, perhiasan tradisional, furnitur, dan produk seni unggulan lainnya.

WP KPK Yakin Jokowi Beri Respon Positif Soal Temuan Komnas HAM
Indonesia
WP KPK Yakin Jokowi Beri Respon Positif Soal Temuan Komnas HAM

Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (WP KPK) meyakini Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memberi respon positif terkait temuan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

PPKM Darurat Diperpanjang, Kota Bandung Longgarkan Jam Operasional Tempat Usaha
Indonesia
PPKM Darurat Diperpanjang, Kota Bandung Longgarkan Jam Operasional Tempat Usaha

Apabila Pemkot Bandung memberikan relaksasi dengan menambah jam operasional cafe dan restoran, maka protokol kesehatan harus tetap dijaga. Selain itu, cafe dan restoran masih belum boleh makan di tempat.

Anies Minta Warganya Salat Iduladha di Rumah Masing-Masing
Indonesia
Anies Minta Warganya Salat Iduladha di Rumah Masing-Masing

Imbauan ini ditekankan Gubernur Anies, supaya ibadah salat Eid tak menjadi klaster virus corona

Wali Kota: Proyek di Jakpus Wajib Bangun Sumur Resapan
Indonesia
Wali Kota: Proyek di Jakpus Wajib Bangun Sumur Resapan

Pemerintah Kota Jakarta Pusat meminta agar semua proyek pembangunan di wilayah tersebut memiliki penampungan air atau sumur resapan.

HUT Jakarta, Anies Ajak Semua Pihak Bangkitkan Ekonomi DKI
Indonesia
HUT Jakarta, Anies Ajak Semua Pihak Bangkitkan Ekonomi DKI

Melalui imunitas kolektif lewat vaksinasi dan infeksi, Jakarta akan bangkit

PSI Minta Anies Fasilitasi Kebutuhan Kremasi COVID-19 di Jakarta
Indonesia
PSI Minta Anies Fasilitasi Kebutuhan Kremasi COVID-19 di Jakarta

Tingginya tingkat kematian akibat COVID-19 di Jakarta turut meningkatkan kebutuhan pemulasaran.