Di Korea Selatan, Kopi tak Boleh Masuk Sekolah Siswa di Korea Selatan mengonsumsi kafein berlebih saat musim ujian.(foto: pixabay/funswork)

PARA penyuka kopi pasti akan sulit melalui hari tanpa segelas minuman berkafein tersebut. Ketergantungan semacam itulah yang memicu pemerintah Korea Selatan mengeluarkan aturan pelarangan konsumsi kopi di kalangan sekolah. Dalam hal ini, tak hanya murid yang dibatasi asupan kafein, tapi juga para guru.

Kementerian Pengawas Obat dan Makanan Korea Selatan berharap aturan pembatasan kafein di lingkungan sekolah bisa membuat siswa menjalankan pola makan lebih sehat. Seorang sumber di kementerian mengatakan kepada CNN bahwa para siswa di Korea Selatan acap mengonsumsi kafein berlebih di musim ujian. Di saat itu, para siswa memang dihadapkan pada tekanan akademis yang luar biasa berat.

korean students
Siswa Korea merasakan tekanan di musim ujian. (foto: koreaboo)

Sebelum kopi, minuman berkadar kafein tinggi, seperti minuman penambah energi, sudahterlebih dahulu dilarang beredar di sekolah. Dalam sebuah survei pada 5.400 siswa sekolah menengah dan atas yang dilakukan pada 2012 diketahui bahwa 19% dari mereka mengonsumsi satu cangkir kopi atau lebih dalam sehari. Separuh dari jumlah responden bahkan mengaku mengasup minuman berkafein agar bisa bangun di pagi hari. Sayangnya, mereka sama sekali tak mengetahui risiko dan bahaya mengonsumsi kafein secara berlebih.

Dalam studi tersebut juga dijelaskan bahwa para siswa mengetahui bahaya yang terkandung dalam kafein, tapi tetap saja mereka terpaksa mengonsumsinya karena keadaan. "Hal itu menunjukkan mengedukasi siswa tentang bahaya kafein tak cukup untuk mencegah mereka dari bahaya mengonsumsi kafein," ujar penelitian tersebut.

Kafein diasup siswa Korea untuk membantu mereka terjaga di masa ujian. (foto: pixabay/StartupPhotoStock)

Legislator Kim Sang-hee dari Partai Minjoo lah yang kemudian mendukung temuan penelitian tersebut. Ia pun mulai mengajukan aturan untuk melarang penjualan kafein di sekolah. Aturan itu sendiri akan efektif berlaku 14 September mendatang. Meskipun demikian, siswa belum sepenuhnya steril dari kafein. Pasalnya, mereka bisa dengan mudah berjalan ke kedai terdekat untuk membeli kopi atau minuman berkafein lainnya.

Pembatasan konsumsi kafein di kalangan siswa amat diperlukan. Hal itu mengingat beberapa efek buruk kafein jika dikonsumsi dalam jumlah berlebih. Seperti diungkapkan American Academy of Pediatrics, kafein telah dikaitkan dengan sejumlah efek berbahaya bagi kesehatan, semisal mengganggu perkembangan sistem saraf dan kardiovaskuler. Itulah mengapa secara umum, anak-anak seharusnya menjauhi minuman berkafein, termasuk soda.(dwi)



Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH