Di Hadapan Sekjen Parpol Koalisi, Gus Miftah Beberkan 4 Kategori Orang Islam di Indonesia Gus Miftah Beberkan 4 Kategori Orang Islam di Indonesia (MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.com - Gus Miftah memberikan tausyiah di hadapan para sekretaris jenderal partai politik (Sekjen Parpol) koalisi pendukung Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin, di kantor pusat PDI Perjuangan (PDIP) di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis (6/5).

Tampak Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto ditemani oleh koleganya. Yakni Wasekjen PDIP Arif Wibowo, Ketua Umum Baitul Muslimin Indonesia Hamka Haq, Ketua DPP PDIP Rokhmin Dahuri, Cendekiawan NU Zuhairi Misrawi, dan Anggota Komisi VI DPR Deddy Yevri Sitorus.

Baca Juga:

PDIP Terima Kunjungan PKS, Buka Pintu Dialog

Para sekjen parpol koalisi yang hadir diantaranya Arwani Thomafi dari PPP, Sekjen PKB Hasanuddin Wahid, Sekjen PBB Afriansyah Noor, Sekjen Perindo Ahmad Rofiq, Sekjen PKPI Verry Surya Hendrawan. Hadir juga Sekretaris Dewan Pembina PSI, Raja Juli Antoni. Mantan Sekjen yang kini merupakan Wakil Ketua Umum PPP, Arsul Sani juga sempat hadir.

Dalam tausiahnya, Gus Miftah menyebut ada empat karakter warga negara Indonesia dalam beragama dan berbangsa. Pertama adalah orang yang ketika beragama berakidahkan ahlus sunnah wal jamaah, dan dalam berbangsa serta bernegara dengan berideologikan Pancasila.

"Ini adalah orang yang paling ideal untuk tinggal di Indonesia. Yang beragama Islam," kata Gus Miftah.

Yang kedua, orang yang secara agama berakidah ahlul sunnah wal jamaah, namun ideologi negaranya adalah khilafah.

"Ini adalah orang-orang yang sangat menipu. Kenapa? Akidahnya sama dengan kita, tetapi ideologi berbangsanya adalah khilafah dan ini sangat berbahaya," kata Gus Miftah.

Yang ketiga, adalah di dalam beragama bukan ahlus sunnah wal jamaah, namun masih memiliki ideologi Pancasila dalam bernegara.

Gus Miftah memberikan ceramah diacara tahlil peringatan 40 hari meninggalnya Didi Kempot, Jumat (12/6). (MP/Ismail)
Gus Miftah (MP/Ismail)

Keempat, adalah yang beragama tak berakidah ahlus sunnah wal jamaah, dan dalam bernegara memiliki ideologi khilafah.

Dia mengatakan hal itu untuk menekankan bahwa ada misi yang harus dikerjakan oleh orang Indonesia. Yakni menjaga keberlangsungan ahlus sunnah wal jamaah, dan menjaga kelangsungan NKRI yang berideologikan Pancasila.

Baginya, Indonesia adalah rumah besar dengan enam kamar keagamaan. Jika Pancasila dipahami dan diyakini dengan baik, Gus Miftah mengatakan setiap orang akan kembali ke kamarnya masing-masing.

"Yang masalah kalau kita justru masuk ke kamar orang lain, tidur dan bahkan ngompol di sana. Maka masyarakat harus pahami Pancasila, apapun agamanya," kata dia.

Gus Miftah juga memberi nasihat bahwa pemeluk agama harus menyatakan ajaran agamanya masing-masing adalah benar. Tapi tak boleh menyalahkan agama orang lain.

Baca Juga:

Jokowi Diyakini Lakukan Reshuffle Demi Bangkitkan Ekonomi

"Menurut saya semua agama benar bagi penganutnya. Sebagai pemeluk agama A, kita harus mengatakan agama kita benar tanpa harus menyalahkan agama lain," tegasnya.

Kepada masyarakat, Gus Miftah juga mengajak agar ikut pendapat ahli. Namun tak ikut-ikutan dengan orang yang sok ahli. Apalagi saat ini, media sosial sangat 'berkuasa'. "Postinglah yang penting, jangan yang penting posting. Karena kita sering begitu," ujarnya. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tes Swab Maksimal Rp900 Ribu, Wagub DKI: Tugas Kita Membantu Sekalipun Diperbolehkan Mencari Untung
Indonesia
Tes Swab Maksimal Rp900 Ribu, Wagub DKI: Tugas Kita Membantu Sekalipun Diperbolehkan Mencari Untung

Dia mengakui, saat awal kemunculan COVID-19 ini, harga tes swab PCR sangat mahal

Warga Depok Ini Mengaku Dapat Bisikan Gaib Sebar Hoaks 'Babi Ngepet'
Indonesia
Warga Depok Ini Mengaku Dapat Bisikan Gaib Sebar Hoaks 'Babi Ngepet'

Rekayasa isu 'babi ngepet' itu ia lakukan karena merasa perlu mencarikan solusi bagi warga

Viral Hoaks Keppres Tentang Penetapan Kedaruratan Keuangan Negara, Ini Respons DPR
Indonesia
Viral Hoaks Keppres Tentang Penetapan Kedaruratan Keuangan Negara, Ini Respons DPR

Sudah ada penjelasan dari Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Sekretariat Negara

Dinkes Solo Tetap Jalankan Perintah Gibran Kebut Vaksinasi Corona di Bulan Puasa
Indonesia
Dinkes Solo Tetap Jalankan Perintah Gibran Kebut Vaksinasi Corona di Bulan Puasa

Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Jawa Tengah tetap menjalankan program vaksinasi COVID-19 selama bulan Ramadan. Program vaksinasi tersebut merupakan salah satu program 100 hari Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka untuk mempercepat bangkitnya ekonomi di Solo.

Langkah Polda Metro Urai Macet Saat Puncak Arus Mudik Idul Adha
Indonesia
Langkah Polda Metro Urai Macet Saat Puncak Arus Mudik Idul Adha

Kendaraan dari arah Jakarta diperkirakan akan berjalan ke berbagai arah khususnya ke Jawa.

Bawaslu Akui Sanksi Pelanggar Prokes di Pilkada Terlalu Ringan
Indonesia
Bawaslu Akui Sanksi Pelanggar Prokes di Pilkada Terlalu Ringan

Pelanggar prokes dijerat pidana umum. Tetapi, Bawaslu hanya bisa memberikan rekomendasi kepada polisi melalui pokja.

Update Kasus Corona DKI Jumat (14/8): 28.438 Positif, 18.528 Sembuh
Indonesia
Update Kasus Corona DKI Jumat (14/8): 28.438 Positif, 18.528 Sembuh

Penambahan kasus positif pada hari ini sebanyak 575 kasus.

Mobil Dinas TNI yang Dikendarai Warga Sipil Atas Nama Purnawirawan
Indonesia
Mobil Dinas TNI yang Dikendarai Warga Sipil Atas Nama Purnawirawan

“Toyota Fortuner warna hijau army nomor registrasi 3688-34 adalah nomor registrasi Puspomad, namun kendaraan tersebut bukan merupakan kendaraan organik Puspomad,” ujar Dodik

Begini Pendapatan Negara di Agustus 2020
Indonesia
Begini Pendapatan Negara di Agustus 2020

Pertumbuhan minus pada penerimaan pajak terjadi karena seluruh realisasi pada komponennya mengalami kontraksi

Kasus Samin Tan, KPK Panggil Direktur Borneo Lumbung Energy
Indonesia
Kasus Samin Tan, KPK Panggil Direktur Borneo Lumbung Energy

Nenie bakal diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk melengkapi berkas perkara tersangka Bos PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk Samin Tan.