Di Depan Ratusan Lulusan AKPOL, Kapolri: Jangan Sombong dan Hormati Senior Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Idham Azis di acara wisuda taruna dan taruni Akademi Kepolisian. Foto: Youtube Akpol

MerahPutih.com - Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Idham Azis menghadiri wisuda taruna dan taruni Akademi Kepolisian.

Sebanyak 293 taruna Akpol angkatan 51 Batalyon Adnyana Yuddhaga dinyatakan lulus. Capaja atas nama Ivan Pradipta menjadi lulusan terbaik dan meraih Adhi Makayasa Akademi Kepolisian 2020.

Baca Juga

Para Jenderal Bintang Tiga yang Masuk Kriteria Jadi Kapolri

Acara wisuda tersebut dihadiri oleh Kalemdiklat Polri Komjen Arief Sulistyanto, Gubernur Akpol Irjen Asep Syahrudin, Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi, serta pejabat lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, orang nomor satu di Polri itu mengingatkan meski lulus dengan pangkat perwira mereka tetap harus menghormati para senior dan anggotanya.

Ka
Kapolri Jenderal Idham Azis. Foto: MP/Kanu

Idham memberikan tiga ilmu agar para perwira muda lulusan taruna Akpol itu tidak salah dalam bersikap saat ditugaskan nanti. Tiga hal itu ialah kata tolong, maaf dan terima kasih.

"Ada 3 ilmunya itu. Jangan pernah kau lupa, kata tolong, maaf, terima kasih. Kalau kau sudah pegang semua itu, insyaallah kau akan dihargai anak buah, atasan," kata Idham dalam sambutannya seperti dikutip dari akun YouTube Akpol, Senin (6/7).

Idham mengingatkan agar para lulusan Akpol tidak sombong dengan pangkat yang mereka dapatkan usai lulus. Pangkat yang tinggi tidak boleh membuat mereka bertinggi hati hingga enggan meminta maaf jika berbuat kesalahan.

Baca Juga

Calon Pengganti Idham Azis Enggak Punya 6 Kriteria Ini? Jangan Harap Jadi Kapolri

"Jangan kau sombong. Mentang-mentang perwira remaja, enggak boleh itu. Tidak hina kau kalau kau minta maaf," kata Idham. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Pemerintah Akui Banyak Masyarakat yang Irasional Sikapi Kasus Corona
Indonesia
Pemerintah Akui Banyak Masyarakat yang Irasional Sikapi Kasus Corona

Ia menegaskan di dalam menghadapi SARS kembali pada saat itu serta tidak kemudian menjadi panik dan seakan-akan bahwa ini akan terjadi seperti gambaran-gambaran yang ada di Wuhan beberapa waktu yang lalu.

Anak Buah Jokowi Ditantang Tunjukkan Keberanian Tangkap Harun Masiku
Indonesia
Anak Buah Jokowi Ditantang Tunjukkan Keberanian Tangkap Harun Masiku

Ia menilai, seharusnya penangkapan Djoko Tjandra bisa dilakukan sejak lama tanpa perlu menunggu politic will dari Presiden Jokowi.

ICW Singgung Firli Bahuri Soal Penyebab Puluhan Pegawai KPK Mengundurkan Diri
Indonesia
ICW Singgung Firli Bahuri Soal Penyebab Puluhan Pegawai KPK Mengundurkan Diri

Indonesia Corruption Watch (ICW) membeberkan penyebab puluhan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengundurkan diri.

Kantor Anies Baswedan Digeruduk Ratusan Buruh, Polisi Lakukan Penutupan Jalan
Indonesia
Kantor Anies Baswedan Digeruduk Ratusan Buruh, Polisi Lakukan Penutupan Jalan

Aksi yang dijaga 500 personel Polisi ini akan berlangsung sampai pukul 15.00 WIB

PSI Minta Anies Tambah Petugas Pengawas di Perkantoran
Indonesia
PSI Minta Anies Tambah Petugas Pengawas di Perkantoran

PSI meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menambah petugas di perkantoran guna mengawasi protokol kesehatan dan aktivitas pegawai.

Perkantoran dan Permukiman Penyumbang Kasus Terbanyak Corona di DKI
Indonesia
Perkantoran dan Permukiman Penyumbang Kasus Terbanyak Corona di DKI

Untuk tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 62.063

Hiburan Malam Disebut Jadi Klaster COVID-19, Anak Buah Anies: Yang di Mana?
Indonesia
Kemenkeu Siapkan Skema Perpanjang 'Napas' PO yang Sudah di Ujung Tanduk
Indonesia
Kemenkeu Siapkan Skema Perpanjang 'Napas' PO yang Sudah di Ujung Tanduk

Skema kedua, yakni dukungan untuk pembiayaan bank dan nonbank memberikan kredit

Diterpa Isu Miring, Berikut Tanggapan Relawan Vaksin COVID-19
Indonesia
Diterpa Isu Miring, Berikut Tanggapan Relawan Vaksin COVID-19

Uji klinis vaksin COVID-19 yang dilakukan PT Bio Farma dan Fakultas Kedokteran Unpad sempat diterpa isu tak sedap.

Sindir KAMI, Megawati: Kayaknya Banyak yang Kepengen Jadi Presiden
Indonesia
Sindir KAMI, Megawati: Kayaknya Banyak yang Kepengen Jadi Presiden

Menurutnya, KAMI sepertinya refleksi banyaknya orang yang ingin menjadi presiden.