Di Depan Mabes Polri, Habib Novel Siap Bantu Polisi Basmi OPM Wakil koordinator lapangan Aksi 139 Korlabi, Habib Novel Chaidir Hasan Bamukmin. Foto: MP/Kanu

MerahPutih.com - Wakil koordinator lapangan Aksi 139 Korlabi, Habib Novel Chaidir Hasan Bamukmin meminta agar Polri tegas kepada Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang meneror Indonesia. Apalagi, banyak aparat baik dari TNI maupun Polri yang menjadi korban jiwa.

"Pesta politik sudah selesai, oleh karena itu polisi dan kita harus sama sama netral. OPM itu harus ditindak tegas, sudah cukup TNI dan Polri menjadi korban mereka," kata Novel dalam orasinya di depan gedung Baharkam Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (13/9).

Baca Juga

Polisi Tangkap Provokator Kerusuhan Papua

Novel juga meminta agar keadilan ditegakkan oleh Polri sebagai aparat penegak hukum. Bahkan ia menyatakan siap bersama Polri untuk membuat Polri netral dalam menegakkan hukum di Indonesia.

"Oleh karena itu kita minta keadilan. Polisi harusnya membela rakyatnya. Polisi silahkan bekerja dengan netral, dan kita siap netralkan polisi. Mudah-mudahan polisi kita berpihak kepada rakyat indonesia dan berpihak kepada umat islam," imbuh Novel.

(Foto MP/Yohanes Abimanyu)
Habib Novel Bakmumin. Foto: (MP/Yohanes Abimanyu)

Selain itu, pria yang juga pengacara ini menyatakan pihaknya sangat mendukung tegaknya Pancasila di Indonesia. Bahkan melalui bendera Tauhid yang mereka bawa hari ini sebagai bentuk kecintaan Umat Islam terhadap Pancasila, di mana yang tertuang di dalam sila satu dengan kalimat Tauhid di bendera itu memiliki makna yang sama.

"Pancasila pertama adalah ketuhanan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan selain Allah. Dan bendera tauhid bertuliskan apa, jadi artinya islam itu cita pancasila," terang Novel dengan nada tinggi.

Baca Juga

Benny Wenda Tuding Indonesia Perlakukan Papua Seperti Timor Leste

Maka dari itu, Novel menyatakan bahwa siapapun yang mengganggu Pancasila dan menistakan dasar negara Indonesia itu, dirinya dan Korlabi siap memeranginya.

"Siapa yang cinta pancasila dan siapa yang menistakan pancasila. Kita siap berjuang, untuk meneruskan perjuangan para ulama. Seharusnya ulama diberikan posisi prioritas dalam masyarakat," tandasnya.

Terakhir Novel berharap besar agar Polri membebaskan ulama-ulama mereka dari jeratan hukum.

"Mudah-mudahan pejuang kita yang dikriminalisasi bisa dibebaskan dari segala tuntutan hukum," tutup mantan Jubir Front Pembela Islam ini.

Seperti diketahui, Aktivis Veronica Koman dan Benny Wenda sama-sama ada di balik kerusuhan Papua, tapi bandingkan nasibnya kini.

Pengacara kasus HAM, Veronica Koman Liu (31) kini jadi tersangka karena menurut polisi, yang bersangkutan telah menyebar hoaks dan memprovokasi kelompok tertentu sehingga terjadi kerusuhan bernuasa SARA melibatkan warga Papua, di Asrama Mahasiswa Papua atau AMP di Jalan Kalasan, Surabaya, Jawa Timur.

Veronica Koman merupakan kuasa hukum Komite Nasional Papua Barat (KNPB). Unggahan-unggahan Veronica Koman di media sosial juga diduga memicu kerusuhan di sejumlah wilayah di Papua dan Papua Barat

Baca Juga

Soal KKB di Papua, Eks Dan Korps Marinir: Hancurkan, Lumat Habis Baru Laporkan

Dalam kerusuhan Papua, tak hanya Veronica Koman terlibat, namun ada juga tokoh Benny Wenda (45). Keterlibatan tokoh perjuangan rakyat Papua di Inggris tersebut disampaikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Kepala Kantor Staf Presiden sekaligus mantan Panglima TNI Moeldoko

Benny Wenda disebut sengaja mendalangi kerusuhan Papua dengan harapan isu itu bisa diangkat di forum Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia PBB (OHCHR) dan Sidang Majelis Umum PBB pada 23 dan 24 September 2019. (Knu)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH