Di Bali, Aparat Mulai Tindak Orang Asing Pelanggar Prokes WNA Langgar Prokes. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Kepolisian menggelar operasi yustisi seiring viralnya wisatawan domestik maupun mancanegara yang melanggar prokes sehingga muncul stigma adanya rasa takut untuk menindak orang asing

Paling tidak, dalam operasi hari Rabu (24/5), enam orang warga negara asing (WNA) dikenai denda sebesar Rp1 juta karena melanggar protokol kesehatan di wilayah hukum Polresta Denpasar, Bali.

"Operasi yustisi gabungan dengan instansi terkait dalam rangka Operasi Kontijensi Aman Nusa Agung 2021 telah menindak 18 pelanggar protokol kesehatan," ujar Kabag Ops Polresta Denpasar Kompol I Gede Ganefo dalam keterangan pers yang diterima di Denpasar, Rabu (25/3).

Baca Juga:

15 Provinsi Lakukan PPKM Mikro Sampai 5 Maret 2021

Ia menyebutkan, enam orang WNA dan satu WNI menerima sanksi teguran, enam orang WNA menerima sanksi denda Rp1 juta, dan empat orang WNI didenda Rp100 ribu karena tidak memakai masker, serta satu orang WNI disanksi dengan membuat surat pernyataan di tempat.

Selanjutnya, terhadap para pelanggar prokes dilakukan tindakan secara tegas terukur tetapi humanis. Operasi yustisi gabungan ini, secara rutin dengan tetap menjaga sikap sopan, tidak arogan, dan tidak ada pungutan liar. Sasaran dari pelaksanaan operasi yustisi ini adalah WNA maupun WNI yang tidak mematuhi protokol kesehatan COVID-19, tempat usaha yang tidak mematuhi protokol kesehatan COVID-19, dan melewati batas waktu buka sesuai dengan SE Gubernur Bali Nomor 06 Tahun 2021. Pada hari Senin (22/3), Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Bali I Dewa Nyoman Rai Dharmadi menyebutkan 55 pelanggar protokol kesehatan di Jalan Pantai Batu Bolong, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung.

Operasi Yustisi. (Foto: Antara)
Operasi Yustisi. (Foto: Antara)

Dari pelanggaran tersebut, di antaranya 11 WNA dikenai sanksi denda administratif Rp1 juta, 10 WNI dikenai denda administratif Rp100 ribu, dan sanksi teguran lisan bagi 27 WNA yang tidak menggunakan masker dengan baik dan benar. Selain itu, ada tujuh pelanggar WNI yang tidak bisa membayar denda administratif diberikan surat panggilan dan pernyataan. WNA ketika terjaring, kata dia, menyampaikan alasan klasik, misalnya lupa atau tidak tahu ada peraturan. Dalam hal ini, pihaknya tidak memberikan toleransi lagi karena di negara asalnya justru lebih ketat pengaturan dan sanksinya.

"Jangan lalu di Bali mereka boleh seenaknya abai dengan protokol kesehatan," katanya dikutip Antara.

Baca Juga:

Kepatuhan Warga Laksanakan 3M Saat PPKM Menurun

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Orient P Riwu Bikin Ruwet
Indonesia
Orient P Riwu Bikin Ruwet

"Kami memang bertemu dengan persoalan hukum yang belum pernah terjadi selama proses Pilkada," kata Anggota Badan Pengawas Pemilu, Fritz Edward Siregar di Jakarta, Kamis (4/5).

Pengkritik Ganjar Pranowo Bakal Jadi Ketua Komisi III DPR
Indonesia
Pengkritik Ganjar Pranowo Bakal Jadi Ketua Komisi III DPR

Bambang Wuryanto dalam beberapa pekan terakhir ini, menjadi sorotan karena terus menyerang atau melakukan kritik terhadap Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang juga sesama kader PDI Perjuangan.

Keterlibatan Sekjen Kemensos dalam Kasus Suap Bansos Terbongkar
Indonesia
Keterlibatan Sekjen Kemensos dalam Kasus Suap Bansos Terbongkar

Hartono Laras diduga juga mengetahui adanya perintah dari Juliari Peter Batubara

Satgas Nemangkawi Selidiki Percakapan Pentolan OPM dengan Aktivis Veronica Koman
Indonesia
Satgas Nemangkawi Selidiki Percakapan Pentolan OPM dengan Aktivis Veronica Koman

“Yang bersangkutan aktif komunikasi dengan Veronica Koman. Itu salah satu percakapan di hp yang disita,” kata Kasatgas Humas Operasi Nemangkawi, Kombes M Iqbal Alqudusy

Kendalikan Kemiskinan Ekstrem, Wapres Ma'ruf Bertolak ke Maluku
Indonesia
Kendalikan Kemiskinan Ekstrem, Wapres Ma'ruf Bertolak ke Maluku

Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin bertolak ke Maluku untuk melakukan kunjungan kerja sekaligus memimpin rapat koordinasi terkait penanganan kemiskinan ekstrem di lima kabupaten prioritas di provinsi tersebut.

Pimpinan MTA Solo Ahmad Sukina Meninggal Dunia
Indonesia
Pimpinan MTA Solo Ahmad Sukina Meninggal Dunia

Pimpinan Majelis Tafsir Al-Qur'an (MTA) Ustaz Ahmad Sukina (72) meninggal dunia di RSUD dr Moewardi (RSDM) Kecamatan Jebres, Solo, Jawa Tengah, Kamis (25/2) pukul 03.36 WIB.

HUT RI, Ruang Publik Harus Dibangun Dengan Solidaritas
Indonesia
HUT RI, Ruang Publik Harus Dibangun Dengan Solidaritas

Benny berharap masyarakat untuk memiliki kreativitas, inovasi dan optimisme Indonesia bisa terbebas dari COVID-19.

Termasuk DKI, Luhut Temukan Tren COVID-19 di 43 Wilayah Jawa-Bali Naik Lagi
Indonesia
Termasuk DKI, Luhut Temukan Tren COVID-19 di 43 Wilayah Jawa-Bali Naik Lagi

Di Jakarta barat, timur, dan selatan, hampir semua trennya naik dalam tujuh hari terakhir.

Sebut Juliari Batubara Tak Berjiwa Kesatria, Hakim: Lempar Batu Sembunyi Tangan
Indonesia
Tempat Wisata Tak Terkendali saat PPKM Level 3 Libur Nataru Bakal Ditutup
Indonesia
Tempat Wisata Tak Terkendali saat PPKM Level 3 Libur Nataru Bakal Ditutup

Pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).