Dewas Pecat Pegawai KPK Curi Barang Bukti Emas 1.900 Gram Dewan Pengawas KPK memecat pegawainya berinisial IGAS karena terbukti mencuri emas barang bukti seberat 1.900 gram. (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.com - Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) memecat pegawainya berinisial IGAS karena terbukti mencuri emas seberat 1.900 gram.

IGAS merupakan satuan tugas (satgas) yang bertugas pada Direktorat Pengelolaan Barang Bukti dan Eksekusi (Labuksi).

Emas tersebut merupakan hasil rampasan dari terpidana kasus korupsi Yaya Purnomo, mantan pejabat Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan.

Baca Juga:

KPK Periksa Transaksi Keuangan Nurdin Abdullah Lewat Sang Anak

"Majelis memutuskan bahwa yang bersangkutan perlu dijatuhi hukuman berat yaitu memberhentikan dengan tidak hormat," kata Ketua Dewas KPK Tumpak Panggabean di Gedung ACLC KPK, Jakarta, Kamis (8/4).

Tumpak mengatakan, pihaknya sudah menggelar persidangan etik terhadap pegawai IGAS. Dalam persidangan, terbukti IGAS telah mencuri empat emas batangan seberat 1.900 gram.

Ketua Dewan Pengawas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean (Foto: ANTARA)
Ketua Dewan Pengawas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean (Foto: ANTARA)

Menurut Tumpak, IGAS bisa mengambil emas itu lantaran ditugaskan sebagai salah satu pengelola barang bukti hasil rampasan kasus korupsi.

"Kebetulan yang bersangkutan sebagai anggota satgas yang ditugaskan menyimpan, mengelola barang bukti yang ada pada Direktorat Labuksi yang ada di KPK," ujar Tumpak.

Baca Juga:

KPK Periksa Eks Dirut Sarana Jaya Terkait Korupsi Lahan DKI

Menurut Tumpak, IGAS mencuri emas batangan lantaran terlilit utang. Sebagaian emas tersebut sudah digadaikan untuk melunasi utang tersebut.

"Sebagian dari barang bukti yang sudah diambil ini, yang dikatagorikan pencurian atau penggelapan ini digadaikan oleh yang bersangkutan karena yang bersangkutan memerlukan dana untuk bayar utang-utangnya," tutup Tumpak. (Pon)

Baca Juga:

KPK Lakukan Operasi di Gresik Jawa Timur

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Viral Suara Marahi Netizen Gegara Nyinyir, Gibran: Saya Sangat Dirugikan
Indonesia
Viral Suara Marahi Netizen Gegara Nyinyir, Gibran: Saya Sangat Dirugikan

Viral di media sosial suara yang disebut Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka memarahi seorang netizen.

Satgas COVID-19 Bantah PPKM Mikro Bentuk Pelonggaran Aturan
Indonesia
Satgas COVID-19 Bantah PPKM Mikro Bentuk Pelonggaran Aturan

Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro bukan semata-mata pelonggaran tanpa dasar.

Sentil Ganjar, Gerindra Jateng: Wong Cilik Butuh Teladan Bukan Ancaman!
Indonesia
Sentil Ganjar, Gerindra Jateng: Wong Cilik Butuh Teladan Bukan Ancaman!

Pasalnya, keberadaan SE tersebut membuat ekonomi dan aktivitas masyarakat Jateng menjadi terganggu.

Polisi Ungkap Modus Oknum Pengacara Kerahkan Preman untuk Kuasai Lahan Warga
Indonesia
Polisi Ungkap Modus Oknum Pengacara Kerahkan Preman untuk Kuasai Lahan Warga

Polres Metro Jakarta Pusat mengungkap keterlibatan seorang pengacara berinsial ADS yang mengerahkan preman bayaran untuk mengintimidasi warga.

Wagub Klaim RS di Jakarta tidak Kolaps
Indonesia
Wagub Klaim RS di Jakarta tidak Kolaps

"RS di Jakarta masih mencukupi," Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria

Dalam 2 Bulan, Pemprov DKI Rekayasa Jalan  I Gusti Ngurah Rai Jaktim
Indonesia
Dalam 2 Bulan, Pemprov DKI Rekayasa Jalan I Gusti Ngurah Rai Jaktim

Tahap pertama pelaksanaan pekerjaan 'box culvert' pada sisi utara Jalan I Gusti Ngurah Rai dari arah barat (Jatinegara) menuju ke arah timur (Kantor Walikota Administrasi Jakarta Timur)

Bahlil Pimpin Kementerian Investasi, Nadiem Diprediksi Digeser Kader Muhammadiyah
Indonesia
Bahlil Pimpin Kementerian Investasi, Nadiem Diprediksi Digeser Kader Muhammadiyah

Posisi Nadiem akan diganti oleh sosok dari Muhammadiyah yang lebih punya kapasitas dan kontribusi terhadap dunia pendidikan nasional.

Kepala Staf Kepresidenan Bantah Isu Dana Haji Dipakai Pemerintah
Indonesia
Kepala Staf Kepresidenan Bantah Isu Dana Haji Dipakai Pemerintah

Moeldoko membantah adanya informasi dana calon haji Indonesia telah dipakai oleh pemerintah untuk membiayai pembangunan infrastruktur.

Pertama dalam 1,4 Tahun, Penambahan Kasus COVID-19 Akhirnya di Bawah Seribu
Indonesia
Pertama dalam 1,4 Tahun, Penambahan Kasus COVID-19 Akhirnya di Bawah Seribu

Kasus positif virus corona di tanah air pada 4 Oktober 2021 bertambah 922 kasus.

Mundur dari Partai Hanura, Gede Pasek Deklarasikan Partai Baru?
Indonesia
Mundur dari Partai Hanura, Gede Pasek Deklarasikan Partai Baru?

"Sepertinya kalau ingin sebuah kebebasan berekspresi lebih maksimal mungkin kita akan mencoba membuat ladang pengabdian baru, mungkin kesana arahnya," ujarnya.