Deva Mahenra Bersyukur Diterjang Badai Pasir di Maroko. Lho? Deva Mahenra terjebak dalam badai gurun. (Foto: MP/Albi)

AKTOR Deva Mahenra baru saja baru-baru ini syuting di luar negeri dalam film terbarunya, Belok Kanan Barcelona. Dalam film yang disutradarai Guntur Soeharjanto itu ia melakukan pengambilan gambar di Maroko dan Spanyol. Saat ditemui di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (14/9) ia mengaku ketagihan pergi ke Maroko.

Menurut pria 28 tahun itu Maroko ialah negara yang selama ini ia idamkan untuk dikunjungi. Sayang, kunjungannya ke Maroko saat syuting film belum membuatnya puas. Pasalnya, ia belum bisa mengunjungi kota impiannya di Maroko, yaitu Marrakesh. Akan tetapi setidaknya ia bisa melihat Marrakesh secara langsung saat melakukan transit.

"Saya dari dulu memang punya impian ke Maroko tapi ke main citynya, Marrakesh. Kemarin dikasih kesempatan ke Maroko tapi jauh banget dari Marrakesh. Tapi sempat lihat karena transit," kata Deva.

Ia pun bercerita ada pengalaman yang tidak terlupakan saat berkunjung ke Maroko. Kala itu ada sebuah adegan yang harus membuat Deva dan para kru film menunggu badai pasir di gurun Sahara. "Pengalaman saya kena badai pasir di Sahara dessert. Sahara yang mungkin selama ini cuma bisa gue nyanyiin karena ada satu lagu," cerita Deva.

deva mahenra
Syuting badai pasir dalam artian sebenarnya. (Foto: MP/Albi)

Rupanya ia sangat bersyukur terkena badai pasir. Pasalnya dalam adegan yang harus ada badai pasir ia dan pra kru harus berjuang keras. Badai pasir tersebut tidak kunjung datang saat para kru film menunggu. Sampai-sampai, tadinya adegan badai pasir itu ingin digantikan dengan teknologi CGI.

Beruntung, ketika waktu malam telah datang tiba-tiba badai tersebut datang. Alhasil, kegiatan syuting yang seharusnya sudah selesai dilanjutkan kembali demi totalitas pengambilan gambar dengan badai pasir. "Badai pasir kan bukan sesuatu yang bisa kita konsepkan. Kalau digambarkan dengan CGI juga gak akan secantik tadi. Bersyukur banget, alhamdulillah bisa ngelihat, nginjak langsung sahara dessert di Maroko," cerita Deva.

Padahal bagi warga lokal badai pasir tersebut sangat mengganggu. Tapi tidak bagi Deva dan para kru film Belok Kanan Barcelona. "Di satu sisi mungkin buat orang lokal, badai pasir itu sesuatu yang mengganggu, tapi buat kita, jadi udik ‘wah badai pasir’," imbuhnya.

deva mahenra
Kesampaian mengunjungi Marrakesh. (Foto: MP/Albi)

Adegan dengan suasana badai pasir itu terbilang cukup sulit. Sebab ia harus memejamkan mata agar pasir tidak merusak penglihatan. Begitu pula sang sutradara yang hanya bisa mengandalkan passion sambil memejamkan mata saat mengarahkan adegan itu.

"Meskipun enggak bisa lihat, saya akting sambil merem, director merem jadi kita semua mengandalkan passion dan intuisi kita saat syuting," imbuhnya lagi.

Selama berada di Maroko ia mengaku tidak sempat berlibur. Semua kegiatannya di negara itu dipenuhi dengan agenda syuting. Akan tetapi ia tidak menampik bahwa suatu saat ia akan kembali ke Maroko, terutama untuk mengunjungi Marrakesh.

"Syuting padat banget. Tapi syutingnya juga jadi pengalaman buat jalan-jalan," tukasnya. (ikh)

Kredit : digdo

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH