Detik-Detik Anggota Brimob Ditusuk Sehari Sebelum Aksi Perusakan oleh Geng Motor di Kemang Ilustrasi. (MP/Alfi Rahmadhani)

Merahputih.com - Seorang anggota Brimob Bharada Yasri Abdulmas (24) jadi korban penganiyayaan di Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, Minggu (4/3) sekitar pukul 04.00 WIB. Kejadian penikaman terhadap Yasri sehari sebelum aksi geng motor merusak sejumlah kendaraan di lokasi yang sama pada senin (5/3) dinihari.

Saat ditemukan, Yasri sudah berlumuran darah. Ia mengalami luka di dada sebelah kiri, dibawah kepala sebelah kiri dan dibawah dagu.

"Ada luka tusukan senjata tajam di tangan kiri serta paha kiri atas," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono di kantornya, senin (5/3).

Kejadian itu bermula ketika adanya pengemudi ojek online yang melaporkan adanya keributan di depan Kafe Dronk, Kemang. Mendapat laporan, polisi langsung menuju ke TKP. Namun, sesampainya disana, polisi sudah menemukan Bharada Yasri sudah tergeletak di pinggir jalan dengan sejumlah luka tusukan.

"Seorang saksi di tempat kejadian perkara (TKP) melihat korban lari keluar dari Kafe Dronk ke arah lampu merah Kemang Selatan. Setelah korban lari dan berada di depan mini market Chicmart, korban dikeroyok beberapa orang tidak dikenal dengan helm dan tangan kosong," kata Argo.

Usai mengeroyok Yasrim para pelaku kabur ke arah selatan. Sementara, para ojek online yang melihat Yasri tergeletak, membantu mengevakuasi korban. Yasri langsung dibawa ke RSUD Pasar Minggu untuk dilakukan penindakan awal.

"Korban datang ke Kafe Dronk bersama 6 orang temannya sesama anggota Polri," ucap Argo.

Sementara itu, Polisi yang berada di lokasi langsung mengecek TKP dan membuat visum ke RSUD Pasar Minggu.

"Untuk sementara korban belum membuat laporan polisi karena korban belum bisa diajak berkomunikasi," tutup Argo. (ayp)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Setelah Luhut, Kini Giliran Haris Azhar dan Fatia Kontras Bakal Dimintai Keterangan
Indonesia
Setelah Luhut, Kini Giliran Haris Azhar dan Fatia Kontras Bakal Dimintai Keterangan

Penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya berencana memanggil aktivis Haris Azhar dan anggota Kontras Fatia Maulidiyanti.

PSBB Ketat, Hukuman Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan Bakal Makin Masif dan Tegas
Indonesia
PSBB Ketat, Hukuman Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan Bakal Makin Masif dan Tegas

PSBM merupakan pengawasan Polri terhadap protokol kesehatan

Achmad Yani Ditunjuk Jadi Ketua Fraksi PKS DPRD DKI
Indonesia
Achmad Yani Ditunjuk Jadi Ketua Fraksi PKS DPRD DKI

Fraksi PKS DPRD DKI melakukan perombakan pengurus, setelah pimpinannya M Arifin meninggal dunia beberapa waktu lalu.

Pemerintah Pastikan Tak Ada Pemotongan Insentif Nakes COVID-19
Indonesia
Pemerintah Pastikan Tak Ada Pemotongan Insentif Nakes COVID-19

Bahkan, dukungan anggaran untuk sektor kesehatan ditingkatkan

KPK Sebut Semua Program Pemulihan Dampak COVID-19 Rawan Dikorupsi
Indonesia
KPK Sebut Semua Program Pemulihan Dampak COVID-19 Rawan Dikorupsi

KPK tidak akan segan melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) bila terdeteksi ada pejabat negara yang melakukan korupsi terkait pemulihan dampak COVID-19

Kasus Aktif DKI Turun 313 Pasien, Tingkat Kesembuhan 98 Persen
Indonesia
Kasus Aktif DKI Turun 313 Pasien, Tingkat Kesembuhan 98 Persen

Hari ini kasus aktif COVID-19 DKI turun dan kesembuhan warga yang terpapar corona di atas 90 persen.

KJRI Hong Kong Bikin Aplikasi Buat Pekerja Migran Indonesia
Indonesia
KJRI Hong Kong Bikin Aplikasi Buat Pekerja Migran Indonesia

Aplikasi tersebut bisa menjadi sumber informasi bagi para PMI di Hong Kong, dan memberikan manfaat kepada para PMI selama bekerja di Hong Kong.

Lima Rencana Aksi Polri Redam Lonjakan COVID-19
Indonesia
Lima Rencana Aksi Polri Redam Lonjakan COVID-19

Operasi Aman Nusa II ini merupakan operasi lanjutan yang diselenggarakan Polri dalam menghadapi pandemi COVID-19

Kementerian PUPR Minta Anggaran Rp13,6 Triliun Buat Padat Karya Tunai di 2022
Indonesia
Kementerian PUPR Minta Anggaran Rp13,6 Triliun Buat Padat Karya Tunai di 2022

Pada tahun ini, anggaran untuk Program PKT Kementerian PUPR sebesar Rp23,24 triliun.

Duh! Vaksinasi Tenaga Kesehatan di DKI Masih di Bawah 50 Persen
Indonesia
Duh! Vaksinasi Tenaga Kesehatan di DKI Masih di Bawah 50 Persen

Petugas vaksinasi masih mengalami kendala.