Deteksi Dini Jadi Cara Dinkes DKI Tangani Hepatitis Akut Misterius Ilustrasi. (Foto: MP/Pixabay/mohamed_hassan)

MerahPutih.com - Pemerintah DKI Jakarta mulai bekerja dengan memperkuat deteksi dini dalam menangani penyakit hepatitis akut misterius. Langkah ini perlu dilakukan, agar penyakit mematikan itu tidak menyebar secara meluas di Ibu Kota.

"Kami kuatkan sistem deteksi dini kita dengan penguatan sistem surveilans," kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) DKI, Widyastuti kepada awak media, Senin (9/5).

Baca Juga:

Pemprov Jabar Bersama RSHS Bentuk Tim Ahli Hepatitis Akut

Anak buah Gubernur Anies Baswedan ini menerangkan, jika hepatitis masuk ke dalam kelompok penyakit menular yang harus dipantau dan diwaspadai. Sehingga, jika muncul kasus tersebut, maka harus dilaporkan dengan segera ke fasilitas kesehatan (faskes).

“Jadi ini sistem kewaspadaan dini yang kita bangun. Jadi apapun penyakit menular yang berpotensi itu harus kita tangkap sebagai informasi awal untuk dilakukan investigasi dan langkah-langkah pengamanan,” paparnya.

Widyastuti mengatakan, Dinkes DKI akan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), hingga Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) untuk menyiapkan langkah-langkah antisipasinya.

"Menyusun semacam pedoman sebagai pegangan teman-teman kami di lapangan,” pungkas Widyastuti.

Baca Juga:

Pemerintah Diminta Gencarkan Penelitian dan Edukasi Cegah Hepatitis Akut

Diketahui, fenomena hepatitis akut yang tidak diketahui penyebabnya, menjadi sorotan dunia setelah organisasi kesehatan dunia atau WHO menetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) pada 15 April 2022.

WHO sendiri menerima laporan ada 169 kasus di 12 negara, termasuk Indonesia. Di tanah air sendiri, diduga telah ditemukan di 3 kasus hepatitis akut hingga pasien meninggal dunia.

Atas kejadian itu, Kemenkes mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/C/2515/2022 tentang Kewaspadaan terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya (Acute Hepatitis Of Unknown Aetiology). (Asp)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Bahaya Hepatitis Akut, Kemenkes Keluarkan Sejumlah Larangan

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Munarman FPI Jalani Sidang Perdana Perkara Terorisme
Indonesia
Munarman FPI Jalani Sidang Perdana Perkara Terorisme

Munarman kini bakal menjalani sidang perdana kasus dugaan tindak pidana terorisme, Rabu (1/12).

Tak Ada Pelanggar Ganjil Genap di Jalan Rasuna Said Hari Ini
Indonesia
Sambut Kemerdekaan, Warga Solo Hias Jalan Kampung dengan Warna Pelangi
Indonesia
Sambut Kemerdekaan, Warga Solo Hias Jalan Kampung dengan Warna Pelangi

warga bahu membahu menghias lingkungan agar lebih nyaman dalam beberapa hari terakhir. Tidak hanya itu, lampu kerlap-kerlip pun dipasang agar suasana malam hari jauh lebih menarik dari biasanya.

Ratusan Orang di Lingkungan DPR Positif COVID-19, Beberapa AKD Tetap Gelar Rapat
Indonesia
Guru Honorer di Solok Terpaksa Jual Kerupuk Keliling karena Hanya Digaji Rp 60 ribu per Bulan
Indonesia
Guru Honorer di Solok Terpaksa Jual Kerupuk Keliling karena Hanya Digaji Rp 60 ribu per Bulan

"Mendapatkan honor hanya Rp 60 ribu per bulan tentu tidak mencukupi kebutuhan saya dan keluarga," ujar dia

Sultan HB X Belum Izinkan Belajar Tatap Muka
Indonesia
Sultan HB X Belum Izinkan Belajar Tatap Muka

Sri Sultan Hamengku Buwono X belum mengizinkan pembelajaran tatap muka (PTM) hingga seluruh siswa disuntik vaksin COVID-19.

Jokowi Bangun Persemaian Mentawir di IKN
Indonesia
Jokowi Bangun Persemaian Mentawir di IKN

Presiden juga akan melihat pemaparan Kepala Otorita IKN dan berdiskusi dengan sejumlah pemimpin redaksi media massa.

Gibran Wajibkan Rumah Makan dan Kafe Gunakan Aplikasi PeduliLindungi
Indonesia
Gibran Wajibkan Rumah Makan dan Kafe Gunakan Aplikasi PeduliLindungi

"Kita perluas jangkauan penggunaan aplikasi PeduliLindungi di Solo di SE PPKM level 3 ini," ujar Gibran, Rabu (8/9)

Hadiah Rumah Menanti Bagi Atlet Peraih Medali SEA Games 2021
Indonesia
Hadiah Rumah Menanti Bagi Atlet Peraih Medali SEA Games 2021

Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy untuk memberikan arahan memberikan bonus kepada atlet berprestasi.

Pemkab Sleman Terima Bantuan 20 Konsentrator Oksigen
Indonesia
Pemkab Sleman Terima Bantuan 20 Konsentrator Oksigen

Seluruh Konsentrator oksigen tersebut nantinya akan disalurkan ke Rumah Sakit Daerah, RS Darurat Covid, dan Puskesmas Rawat Inap yang ada di Kabupaten Sleman.