DETAK, Aplikasi Untuk Deteksi Kesehatan Jantung Pemberian Penghargaan MURI buat Aplikasi Detak. (Foto: Universitas Brawijaya).

MerahPutih.com - Komunitas peneliti kardiovaskular Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Malang, menciptakan aplikasi DETAK (deteksi jantung secara cepat dan akurat).

Aplikasi DETAK berbasis algoritme artificial intelegence yang terintegerasi dengan ponsel pintar guna mengantisipasi keterlambatan pasien dari serangan jantung atau sindrom koroner akut (SKA).

Ketua Tim Aplikasi DETAK Mohammad Saifur Rohman mengatakan, aplikasi bisa membantu pasien mengidentifikasi sakit jantung atau bukan hingga termasuk kegawatan atau tidak.

Baca Juga:

Menikmati Inovasi Teknologi Terbaru Selama PSBB

Melalui aplikasi ini, kata ia, pengguna akan memperoleh rekomendasi perawatan lanjutan, termasuk saran rumah sakit terdekat yang memiliki fasilitas pendukung. Rekomendasi tersebut berdasarkan data keluhan yang dimasukkan pengguna.

“Mayoritas pasien kurang paham apa yang dirasakan saat mulai ada gejala sakit, bahkan bingung untuk memutuskan mau berobat ke mana. Melalui aplikasi ini, sama halnya dengan menemui saya, dan menghindari pasien untuk salah menemui dokter,” ujar Saifur Rohman, Minggu, (04/10).

Penggunaan aplikasi DETAK ini, diharapkan penderita kelainan jantung akan tertangani secara cepat. Selain itu, sistem sejenis juga telah dikembangkan di Puskesmas untuk membantu tenaga medis dan kesehatan aagar penanganan tepat bagi penderita sakit jantung.

Baca Juga:

Otoped Listrik, Inovasi atau Masalah Baru?

Fasilitas kesehatan yang sudah terdata oleh aplikasi DETAK diantaranya wilayah Kota Malang, Kabupaten Malang, Lumajang, Pamekasan, dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Mereka juga bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI).

Aplikasi juga berhasil menyabet penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai pengguna terbanyak saat diperkenalkan dit tengah publik. Aplikasi DETAK sudah tesedia di Google Play Store dan bisa diunduh secara gratis guna menjadi bentuk kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit jantung.

“Di luar ekspetasi kami, kita rencanakan 2 pekan dan kita launching sangat membahagiakan, menuai respon positif. Semoga bermanfaat. Dan kini sudah ada pelapor 1.300 orang yang memanfaatkan aplikasi DETAK ini,” pungkas Saifur Rohman. (Andika/Jawa Timur).

Baca Juga:

Digelar Secara Virtual, Perayaan HUT TNI Ke-75 Jadi Momentum Tingkatkan Profesionalisme

Kanal