Lewat Karya, Desainer Muda ini Populerkan Bajaj di Jepang Produk favorit orang Jepang (FOTO: MP/IFTINAVIA PRADINANTIA)

DUNIA seni sudah menjadi bagian hidup Sanjung Sari Purie sebagai seorang desainer. Tak hanya kertas atau kanvas, berbagai media bisa ia jadikan sebagai tempatnya melukis. Ia bahkan pernah menuangkan ide liarnya ke sepatu dan tote bag. Karena ingin hobinya tersalurkan namun tetap produktif, alumnus Seni Rupa UNJ ini menjual karya-karyanya mulai dari sepatu lukis hingga tote bag lukis saat masih berkuliah di tahun 2010.

Konsistensinya bertahun-tahun membuat produknya terus berkembang. Ia pun masuk retail pada 2013. Jika mulanya ia hanya fokus menggunakan media sepatu dan tote bag, kini lebih beragam. Sanjung memproduksi barang-barang lainnya seperti kartu ucapan, gantungan kunci, pouch hingga scarf.

Produk made in indonesia
Sanjung menunjukkan karyanya (FOTO: MP/IFTINAVIA PRADINANTIA)

Desain yang terdapat di produk-produk tersebut cukup unik dan jenaka. Dengan lihainya Sanjung membuat bajaj, kopaja hingga ondel-ondel terlihat begitu artsy dan berwarna. "Konsep kami memang mengangkat tema Indonesia. Jadi ikon-ikon tersebut diaplikasikan dalam produk," ujarnya saat ditemui di acara Handmadenesia, Citywalk Sudirman, Jumat (9/8).

Semua gambar ilustrasi dan dekoratif tersebut dibuat dengan water color, drawing pen, spidol dan digital. Gambar-gambar tersebut kemudian dituangkan ke kanvas linen. Pemilihan kanvas linen karena jenis kain tersebut mendukung kejelasan gambar. Selain itu, linen juga mudah di cuci dan tidak gampang kotor.

Produk made in indonesia
Pengunjung Handmadenesia melihat pouch karya Sanjung (FOTO: MP/IFTINAVIA PRADINANTIA)

Konsumennya cukup beragam. Dari usia muda hingga matang, dari orang Indonesia hingga orang asing. "Klasifikasinya, kalau orang Indonesia sukanya scarf karena menunjang fashion. Sementara orang Jepang sukanya pouch dan gantungan kunci bergambar ondel-ondel atau bajaj," bebernya.

Orang Jepang tertarik dengan Bajaj
Produk favorit orang Jepang (FOTO: MP/IFTINAVIA PRADINANTIA)

Karyanya tersebut tak hanya diminati ekspatriat yang berdomisili di Indonesia tetapi juga telah "terbang" hingga ke mancanegara, seperti Jepang dan Azerbaijan. "KBRI Azerbaijan meminta kami untuk tampil di Festival Cultural. Karena saya berhalangan hadir, jadi produknya saja yang dikirim ke sana," bebernya menceritakan eksistensi produknya di pasar global.

Ketertarikan orang asing akan produknya membuat Sanjung melihat hal tersebut sebagai peluang. Ia menargetkan jangka panjang ia bisa kembali hadir ke Jepang untuk memperkenalkan produknya dan Indonesia.(avia)

Kredit : iftinavia


Iftinavia Pradinantia

LAINNYA DARI MERAH PUTIH