Desainer Indonesia Libatkan Pengungsi Asing Dalam Jakarta Fashion Trend 2018 Karya pengungsi yang ada di Indonesia. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

INDUSTRI mode identik dengan kesan glamor dan mewah. Untuk menghapus stigma tersebut, merek fashion Indonesia, Markamarie melakukan pendekatan-pendekatan kemanusiaan. Dengan mengusung Benang Project, para desainer di bawah Markamarie bekerjasama dengan orang-orang yang kurang beruntung.

Setelah sukses mengadakan proyek dengan difabel, kini Markamarie menggandeng komunitas pengungsi dari negara lain. Bekerja sama dengan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR), badan PBB yang menangani masalah pengungsi, Markamarie menyelenggarakan pagelaran busana di Jakarta Fashion Trend 2018, Kamis (8/11).

jakarta fashion trend
Benang Project yang memberikan kesempatan pada pengungsi. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Keinginan mereka untuk menggandeng para pengungsi asal negara lain lantaran kurangnya perhatian orang-orang terhadap keberadaan pengungsi asing tersebut. Padahal jumlah pengungsi asing di Indonesia sangat banyak yakni mencapai 14 ribu pengungsi.

“Sebagian besar telah menetap untuk waktu yang sangat lama. Selama tinggal di Indonesia, mereka berharap mendapatkan kesempatan,” tutur founder Markamarie, Ismail Semin.

Untuk itulah Markamarie mendukung dan mempercayakan para pengungsi asing untuk menghasilkan karya berupa busana. Seluruh proses penciptaan karya tersebut melibatkan tujuh pengungsi asing secara langsung. Mulai dari menjahit, memasang payet, make-up bahkan model dikerjakan langsung oleh para pengungsi.

jakarta fashion trend
Ada tujuh pengungsi terlibat dalam proyek ini. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

“Kami percaya semua orang bisa berkontribusi di fashion, termasuk para pengungsi dari negara lain,” ujar co-founder Markamarie, Franka Soeria.

Franka mengungkapkan bahwa pengungsi asing yang terlibat dalam proyek Benang Project sangat bertalenta. Mereka piawai mendesain dan menjahit pakaian. Sebelum ikut bekerja sama dalam proyek tersebut, Markamarie mewawancarai mereka terlebih dahulu. Gunanya untuk menyaring mereka yang benar-benar berbakat dan bersungguh-sungguh. Selanjutnya, mereka menunjukkan keahlian masing-masing supaya terpilih.

“Melalui pelatihan kami berharap bisa membuat mereka lebih positif dan membantu perekonomian mereka juga,” jelas Franka. (avia)

Kredit : iftinavia

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH