Desa Boendjeroek, Tempat Wisata yang Dahulu Pusat Pemerintahan Belanda di Lombok Bangunan tua di Desa Boendjeroek memiliki gaya art deco. (Foto: Pixabay/werner22brigitte)

LOMBOK sebagai daerah tujuan wisata selalu punya daya tarik berbeda. Selain keindahan pantai dan pegunungannya, siapa sangka Pulau Lombok juga punya daya tarik sejarah peninggalan kolonial Belanda.

Kamu harus mengunjungi Desa Boendjeroek yang berada di Kabupaten Lombok Tengah. Sejatinya, desa ini kaya dengan nila-nilai sejarah dan bangunan sisa peninggalan penjajahan Belanda. Boendjeroek merupakan sebuah desa dengan cita rasa Belanda.


1. Boendjeroek pusat pemerintahan Hindia Belanda di Lombok

Desa boendjeroek
Bangunan Belanda bergaya art deco di Desa Bonjeruk. (Foto: instagram.com/lalu_471)


Sebuah bangunan bergaya art deco bercat krem nampak mencolok berdiri kokoh di tengah permukiman masyarakat. Bangunan kuno peninggalan sejarah berusia ratusan tahun itu masih asri dan bersih.

Bangunan tua yang berada Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah itu merupakan satu dari beberapa bangunan peninggalan Kolonial Belanda yang ada di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Bangunan yang lengkap dengan pernak-pernik khas 'Negeri Kincir Angin' itu menjadi saksi sejarah keberadaan pemerintah kolonial Belanda di Lombok ratusan tahun silam. Bangunan tua di Desa Boendjeroek (sekarang Bonjeruk) pernah menjadi pusat pemerintahan Belanda di Lombok.

2. Masjid tua peninggalan Belanda masih berdiri megah

Masjid Raden Nunu Unas. (Foto: instagram.com/vitgar_)
Masjid Raden Nunu Unas. (Foto: instagram.com/vitgar_)

Tak jauh dari bangunan tua itu terdapat sebuah masjid tua peninggalan kolonial Belanda, yakni Masjid Raden Nunu Unas yang juga bergaya art deco. Bangunan tua dengan arsitektur Negeri Tulip itu.

Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat yang kaya akan peninggalan sejarah Kolonial Belanda yang dikelilingi hamparan persawahan dan warganya yang masih mempertahankan kearifan lokal ini menjadi salah satu magnet wisata di Kabupaten Lombok Tengah selain objek wisata bahari Pantai Seger di kawsan Mandalika dan Desa Wisata Sade.


3. Yuk, ikuti Travel Mart VI yang mengangkat Desa Boendjeoek

Desa Boendjeroek. (Foto: facebook.com/jun.haryasa)
Desa Boendjeroek. (Foto: facebook.com/jun.haryasa)

Karena itu Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (APPI) NTB mencoba mengangkat potensi wisata itu dengan menggelar Lombok Travel Mart VI dengan konsep desa persawahan dan bangunan tua peninggalan zaman penjajahan Belanda di Desa Bonjeruk, Kabupaten Lombok Tengah pada 1-3 Maret 2019.

Sejatinya Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, dipilih sebagai lokasi LTM VI karena desa yang pada "tempo doeloe" disebut Bondjeroek pernah menjadi pusat pemerintahan Hindia Belanda di Lombok.

Bangunan bersejarah ini masih bisa dilihat pada arsitektur bangunan-bangunan tua bergaya "art deco" yang ada di desa tersebut. Seperti bangunan puri atau pusat perkantoran peninggalan Bondjeroek Hindia Belanda, bangunan rumah peninggalan Belanda dan sebuah masjid bernama Masjid Raden Nunu Unas. (*)

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Hal-Hal yang Harus Kamu Tahu tentang Golden Hands Bridge, Jembatan Paling Viral di Vietnam


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH