Derita Para Mahasiswa Sulteng di Yogyakarta: Puasa Makan Demi Bertahan Hidup Para mahasiswa Sulteng di Yogyakarta membuka posko bantuan (MP/Teresa Ika)

MerahPutih.Com - Para mahasiswa Sulawesi Tengah (Sulteng) yang sedang kuliah di Yogyakarta mulai kesulitan uang. Kiriman bulanan terhenti pasca gempa dan tsunami yang melanda Palu dan Donggala pada 28 September 2018.

Mereka terpaksa menahan lapar dan menumpang hidup di indekos mahasiswa lainnya. Adapula mahasiswa yang menumpang di Posko Peduli Sulteng yang dibuka oleh mahasiswa Sulteng di Yogyakarta.

Panitia Posko Peduli Sulteng-Yogyakarta, Ardiansyah Ahmad mengatakan sebagian besar mahasiswa masih menggantungkan hidupnya dari kiriman orang tua. Usai bencana terjadi, persediaan uang mereka mulai menipis. Namun disisi lain mereka harus membayar uang bulanan indekos, biaya kuliah serta biaya hidup sehari-hari.

"Ada beberapa orang yang sudah diusir dari kosan karena ga mampu bayar uang bulanan," kata Ardi di Posko Peduli Sulteng di Jalan Bintaran, Yogyakarta, Kamis (4/10).

Para mahasiswa yang diusir terpaksa menginap di rumah teman-teman atau sanak saudaranya. Ada pula yang nekat pulang ke kampung halaman dengan membawa uang yang pas-pasan.

Para Mahasiswa Sulteng yang terusir dari Kosan
Mahasiswa Sulteng yang terusir dari kos-kosan bertahan menumpang di tempat teman (MP/Teresa Ika)

Untuk menyambung hidup, mereka makan seadanya. Bahkan ada beberapa yang menahan lapar demi menghemat uang. Ada juga yang bertahan hidup karena dapat bantuan makananan dan uang dari teman-temannya.

"Untuk uang SPP, mereka juga belum bisa membayarnya. Ada yang berencana cuti satu semester untuk menghindari beban biaya,"jelasnya.

Di sisi lain ada banyak mahasiswa yang belum bisa berkomunikasi dan mengetahui kondiai sanak keluarganya. Mereka masih cemas menanti kabar dari keluarga.

Usai gempa dan tsunami, para mahasiswa satu persatu mendatangi Posko Peduli Sulteng yang terletak di Asrama Mahasiswa Sulteng di Jalan Bintaran Yogyakarta. Mereka berkumpul bersama mahasiswa lainnya untuk meredakan duka dan gundah gulana yang dirasakan.

Ketua Posko Peduli Sulteng Yogyakarta Hendrawan mengatakan posko peduli Sulteng menyediakan tempat tinggal sementara dan makan gratis bagi mahasiswa yang terdampak bencana.

"Kami mendapat bantuan makanan dari pemerintah, asosiasi catring dan LSM. Pemerintah juga akan membangun dapur umum di sini,"jelas dia.

Ia menambahkan Wifi gratis sudah dipasang oleh Dinas Komunikasi dan Informasi kemarin. Tim relawan posko peduli Sulteng segera menggunakannya untuk melacak keberadaan keluarga serta berkomunikasi dengan relawan lainnya yang sudah berada di lokasi bencana.

"Kami juga dapat banyak bantuan dan sumbangan dari warga Yogyakarta. Pemda DIY turut perhatian membantu kami,"jelasnya.

Hingga kini uang sumbangan yang terkumpul di posko peduli Sulteng-Yogyakarta lebih dari Rp200 juta.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Teresa Ika, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Dihantam Masalah, Fadli: Prabowo Tak Akan Mundur dari Pilpres 2019



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH