Wow! Makanan Tradisional Indonesia Berikut Punya Sejarah Unik Deretan makanan tradisional ini memiliki sejarah unik (Foto: instagram @rendangmamantara)

INDONESIA dikenal dengan keberagamannya, mulai dari suku bangsa, budaya serta adat istiadat. Keberagaman itu menjadi ciri khas setiap wilayah yang ada di bumi pertiwi.

Salah satunya bisa kamu lihat pada kulinernya yang begitu khas di setiap daerah. Hal itu tentu menjadi daya tarik tersendiri, apalagi bagi kamu yang hobi berburu kuliner saat traveling.

Baca Juga:

Prediksi Tren Kuliner yang Paling Dicari di Tahun 2019



Berbicara soal makanan, rupanya beberapa makanan Indonesia memiliki sejarah yang unik. Seperti dilansir dari laman Airpaz, berikut ini deretan makanan tradisional indonesia yang punya sejarah unik.



1.Rujak Cingur

Terdapat sejarah Unik dibalik lezatnya rujak cingur (foto: instagram @rujakcinguriboeerna)



Kuliner yang satu ini memang terbilang sangat ikonik di wilaya Jawa Timur, khususnya Surabaya, Sidoarjo, dan sekitarnya. Makanan ini terbuat dari irisan mulut sapi, mangga muda, tempe, tahu, lontong, nanas, ketimun, bengkoang, dan bumbu kacang petis. Tentunya sangat menggugah selera ya.

Di balik nikmatnya rujak cingur, ada sejarah yang unik. Pada zaman dahulu di kawasan Masiran, ada seorang raja yang meminta sebuah sajian makanan spesial. Seorang punggawa dari Arab menyediakan hidangan dengan beragam isian serta irisan mulut unta pada sang raja.


Rupanya raja sangat menyukai sajian makanan itu, dan langsung menghadiahkan punggawa itu dengan banyak harta kekayaan. Tapi si punggawa tadi hanya meminta diberikan kapal, hal itu lantaran dia ingin berpetualang. Sebagai gantinya, punggawa itu memberikan resep masakan yang ia hidangkan pada raja.

Dalam perjalanannya berpetualang, si punggawa pun sampai ke Tanjung Perak, Surabaya. Dia mencoba untuk membuat hidangan yang pernah ia suguhkan untuk raja. Namun, punggawa itu kesulitan menemukan mulut unta. Ia menggantinya dengan mulut sapi dan ternyata masyarakat setempat suka dengan sajian itu. Akhirnya, kuliner itulah yang saat ini dikenal dengan Rujak Cingur.




2.Rendang

Bahan baku untuk membuat rendang memiliki arti tersendiri (Foto: instagram @pawon.denai)



Kuliner khas dari Sumatra Barat ini tak hanya terkenal di pelosok Nusantara, tapi telah mendunia. Rendang bahkan masuk daftar makanan terenak di dunia.

Rendang asli Minang memiliki cita rasa yang pedas, karena dibuat dengan menggunakan bumbu serta rempah yang khas dan luar biasa. Masakan berbahan dasar daging itu biasanya dimasak dengan menggunakan santan lalu dipanaskan secara berulang-ulang.

Terlepas dari kelezatan rendang yang sudah tak diragukan lagu, rupanya ada sejarah dan filosofi tersendiri. Bagi masyarakat Minangkabau, rendang bermakna musyawarah dan mufakat. Karena bahan utama dari rendang terdiri dari 4 bahan baku. Setiap bahan memiliki makna serta melambangkan keutuhan masyarakat Minang.

Daging sapi untuk rendang juga memiliki arti tersendiri. Itu merupakan lambang niniak mamak atau para pemimpin suku adat. Untuk santan kelapa melambangkan cadiak pandai yang merupakan kaum intelektual. Lalu cabai atau yang dalam bahasa Minang disebut lado melambangkan alim ulama yang tegas, serta mengajarkan tuntunan dan syariat agama. Serta bumbu-bumbu yang diartikan sebagai keseluruhan dari masyarakat Minangkabau.

Baca Juga:

Kapurung, Kuliner Khas Sulawesi Selatan Tandingan Coto Makassar




3.Pempek

Pempek Palembang memiliki sejarah unik dibalik kelezatannya (foto: instagram @pempek_aisyahh)



Siapa tak kenal dengan pempek, kuliner khas dari Palembang ini sangat mudah dijumpai di berbagai daerah. Hal itu lantaran pempek memiliki cita rasa yang unik dan lezat. Makanan tradisional yang satu ini menggunakan bahan dasar ikan.

Cara membuatnya pun relatif cukup mudah. Kamu hanya perlu mencapurkan ikan yang sudah dihaluskan, lalu dicampur dengan tepung sagu, telur, bawang putih dan garam. Biasanya kuliner ini disajikan bersama kuah cuko, mi kuning, dan irisan timun.

Seperti halnya rujak cingur dan rendang, pempek juga memiliki sejarah yang unik. Kabarnya pempek sudah ada sejak abada 16 silam. Nama pempek berasal dari kata 'apek' yang merupakan sebuatan untuk laki-laki keturunan Tiongkok. Dahulu apek yang tinggal tak jauh dari Sungai Musi.

Apek tersebut merasa prihati melihat ikan yang sangat berlimpah dan hanya diolah dengan cara digoren. Akhirnya apek mencoba membuat olahan ikan dengan menggiling serta mencampurkannya dengan tepung. Nah hasil olahannya itu kemudian ia jual berkeliling kota dengan bersepeda.

Alhasil para pembeli pun memanggil dengan sebutan 'Pek Pek' kepada si apek. Hingga akhirnya kuliner lezat itu lebih dikenal dengan nama pempek seperti yang ada hingga saat ini. (Ryn)



Baca Juga:

Santhi Serad Gaungkan Kuliner Indonesia ke Kancah Dunia

Kredit : raden_yusuf


Raden Yusuf Nayamenggala

LAINNYA DARI MERAH PUTIH