Derby Manchester di Mata Rashford: Passion, Gol Salto Rooney, dan Perdebatan Keluarga Marcus Rashford di Derby Manchester 2016 (Zimbio)

Merahputih.com - Derby Manchester sudah di ‘depan mata’. Manchester City akan menjamu Manchester United di pekan 12 yang berlangsung Minggu (11/11) pukul 23.30 WIB. Dari sederet bintang dan pemain dari dua kesebelasan, barangkali hanya Marcus Rashford yang paling memaknai Derby Manchester.

Lahir di Wythenshawe, Manchester, 31 Oktober 1997, Rashford tumbuh berkembang untuk benar-benar memahami laga derby bukan sekedar pertandingan biasa. Euforia, pertaruhan gengsi dan harga diri, hingga luka yang ditanggung jika kalah di laga derby bisa berlarut-larut.

“Rivalitas selalu jadi hal besar di antara kedua tim, saya mengingatnya setelah muncul dari akademi muda United. Saya pikir saya memainkan derby pertama pada usia sembilan tahun dan merasakannya berbeda, spesial,” kenang Rashford, berbicara kepada laman resmi Man United.

“Ketika saya pertama bergabung dengan klub, kami punya pemain dari seluruh dunia bermain untuk United, ada grup berisikan 30-35 pemain, dan meskipun beberapa tidak dari Manchester, ketika mereka bermain di laga itu, ada perasaan yang berbeda. Ini suatu hal yang sudah sangat disiapkan pemain-pemain akademi.”

Dalam skuat terkini Man United, hanya ada lima pemain yang berasal dari akademi; Paul Pogba, Jesse Lingard, Rashford, Scott McTominay, dan Andreas Pereira. Mereka punya cara dan pemikiran berbeda tentang Derby Manchester.

Pun demikian Rashford. Derby baginya bukan hanya terjadi saat wasit meniup peluit tanda dimulainya pertandingan. Derby terjadi di jalanan Manchester dan juga di antara keluarganya.

“Saya hanya suka bermain di laga derby. Ada perbedaan berbeda di sekitar kota, dan cara teman-teman saya berbicara jelang laga selalu menjadikannya laga berbeda dari pertandingan lainnya,” imbuh Rashford.

“Keluarga saya juga sama. Ketika tiba hari derby, saudara saya sama sekali tidak ingin berbicara! Dia hanya fokus dengan pertandingan dan semuanya hanya fokus pada diri sendiri. Derby selalu jadi hari yang sangat besar dalam keluarga saya.”

“Selalu ada seperti kumpul-kumpul di rumah saya ketika saya kecil, termasuk satu fans City dalam keluarga saya-paman saya. Jadi, selalu kami semua melawannya!. Pergi ke laga derby mengartikan Anda mendapatkan pengalaman lengkap seharian penuh. Ketika Anda menyaksikan dari televisi, sangatlah berbeda ketika Anda menontonnya langsung,” tutur Rashford.

Gol Ikonik Wayne Rooney

Dari momen-momen bersejarah di Derby Manchester, gol dari Wayne Rooney yang tercipta tujuh tahun silam atau tepatnya 2011 di Old Trafford barangkali jadi gol terbaik sepanjang masa United.

Menerima umpan silang Nani dengan kecepatan bola yang tidak mudah untuk diantisipasi, Rooney membalikkan badan dan melakukan tendangan salto. Vincent Kompany, bek City, yang ditugaskan menjaganya tidak berkutik. Gol. Man United pun menang dengan skor 2-1. Rooney melakukan selebrasi gol layaknya raja Old Trafford (Eric Cantona barangkali tidak keberatan dengannya).

“Saya tidak akan pernah melupakan tendangan salto Wazza. Itu mungkin salah satu derby paling menghibur yang pernah saya saksikan. Bagi saya personal, mencetak gol kemenangan di sana (Etihad pada 2016) merupakan perasaan terbesar dalam karier saya. Jelas sekali, memenangi trofi selalu jadi target Anda, tapi saya katakan dari catatan personal perasaan itu terbesar yang pernah ada,” ujar Rashford.

Rashford punya peluang besar untuk bermain di Derby Manchester sebagai starter. Ia tidak tampil penuh sebelumnya melawan Juventus di Liga Champions, plus Romelu Lukaku baru sembuh dari cedera dan performanya sedang menurun.

Harapannya pun sama seperti seluruh fans Man United di laga nanti, yakni memenangi laga, seperti halnya musim lalu ketika mereka menang dramatis 3-2 di Etihad Stadium.

“Derby musim lalu di City sangat indah. Saya ada di bangku cadangan untuk laga itu dan sangat gatal untuk bermain. Kami sangat fokus untuk tidak kalah, menang hanya satu-satunya opsi bagi kami ketika kami bermain kembali di babak kedua,” imbuh Rashford.

“Perasaan ketika tertinggal dua gol sangatlah buruk dan kami kembali darnya sangat hebat. Kami menantikan derby nanti dan semoga saja, kami bisa pergi dari stadion dengan perasaan yang sama lagi,” pungkasnya. (*/bolaskor.com)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH