Deposito Bank DBS Swiss Sunda Empire Terbukti Palsu Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Suhartiyono. (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

MerahPutih.com - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat memastikan bahwa kepemilikan sertifikat deposito di Bank DBS Swiss yang diklaim oleh Sunda Empire merupakan dokumen palsu.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jawa Barat Kombes (Pol) Hendra Suhartiyono mengatakan, kesimpulan itu dipastikan setelah pihaknya mendapat konfirmasi dari Kedutaan Besar Swiss.

Baca Juga:

Polisi Terus Kembangkan Pengusutan Kasus Sunda Empire

"Kita sudah ada jawaban dari kedutaan swiss itu sertifikat palsu," kata Hendra di Polda Jawa Barat, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Rabu (26/2), dikutip Antara.

Sertifikat itu memang digunakan oleh para petinggi Sunda Empire untuk mengiming-imingi para pengikutnya supaya bergabung dengan kekaisaran fiktif itu. Sunda Empire mengklaim memiliki kekayaan senilai 500 juta dolar AS dalam deposito tersebut.

Salah satu petinggi Sunda Empire, Raden Rangga telah ditetapkan sebagai tersangka (Foto: antaranews)
Salah satu petinggi Sunda Empire, Raden Rangga telah ditetapkan sebagai tersangka (Foto: antaranews)

Dengan adanya jawaban dari Kedutaan Swiss tersebut, kata Hendra, maka kekayaan tersebut tidak bisa dibuktikan. Sehingga Sunda Empire dinilai sebagai kerajaan palsu.

"Jadi itu (deposito) tidak bisa dibuktikan," kata Hendra.

Baca Juga:

Jadi Tersangka Kebohongan Publik, Pendiri Sunda Empire Terancam Pidana 10 Tahun

Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat telah menetapkan tiga tersangka kasus penyebaran kabar bohong oleh petinggi Sunda Empire pada Selasa (28/1).

Tiga petinggi yang menjadi tersangka itu di antaranya bernama Nasri Banks sebagai perdana menteri, Raden Ratna Ningrum sebagai ratu agung, dan Ki Ageng Rangga Sasana sebagai sekretaris jenderal. (*)

Baca Juga:

Polda Jabar Periksa Tiga Petinggi Sunda Empire

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pesantren Diharap Jadi Solusi Kedaruratan Pendidikan Nasional Indonesia
Indonesia
Pemprov DKI Bakal Sanksi Kerumunan Tebet dan Pondok Ranggon
Indonesia
Pemprov DKI Bakal Sanksi Kerumunan Tebet dan Pondok Ranggon

Sanksi untuk kerumunan di Tebet dan Pondok Ranggon kemungkinan berupa denda

Bareskrim Periksa Ahli Pidana Hingga Ahli Balistik Soal Kematian Enam Laskar FPI
Indonesia
Bareskrim Periksa Ahli Pidana Hingga Ahli Balistik Soal Kematian Enam Laskar FPI

Dari rekonstruksi itu memperlihatkan awal mula penyerangan Laskar FPI hingga polisi melakukan tindakan tegas terukur

MA Korting Hukuman Dua Terpidana Korupsi Proyek e-KTP
Indonesia
MA Korting Hukuman Dua Terpidana Korupsi Proyek e-KTP

MA mengkorting hukuman dua mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri yang menjadi terpidana korupsi proyek e-KTP, Irman dan Sugiharto

Tiba di Lokasi Debat, Bajo Lambaikan Victory dan Gibran Bawa Buku
Indonesia
Tiba di Lokasi Debat, Bajo Lambaikan Victory dan Gibran Bawa Buku

Keduanya kompak memakai seragam putih dan bawahan hitam. Gibran tampak membawa buku pada tangan sebelah kiri saat berjalan masuk ke dalam ruangan debat.

Anies Apresiasi Bank DKI Salurkan Rp5 Miliar untuk Tangani Corona
Indonesia
Anies Apresiasi Bank DKI Salurkan Rp5 Miliar untuk Tangani Corona

Anies menuturkan, penanganan dan penanggulangan corona diperlukan kolaborasi yang solid antara pemerintah maupun masyarakat.

Dua Sekretariat PDIP Dilempar Molotov, Hasto: Rapatkan Barisan
Indonesia
Dua Sekretariat PDIP Dilempar Molotov, Hasto: Rapatkan Barisan

PDIP menegaskan perbuatan ini adalah sebuah tindakan pengecut

Buruh Akui Lebih Takut Sama RUU Cipta Kerja Dibanding Corona
Indonesia
Buruh Akui Lebih Takut Sama RUU Cipta Kerja Dibanding Corona

Sebab, lanjut dia, hal itu bakal menuai protes dan menyebabkan aksi unjuk rasa secara besar-besaran.

Jalani Program Deradikalisasi, Eks Napi Terorisme Kini Sukses Jadi Pengusaha Kuliner hingga Perkebunan
Indonesia
Jalani Program Deradikalisasi, Eks Napi Terorisme Kini Sukses Jadi Pengusaha Kuliner hingga Perkebunan

Boy Rafli Amar melakukan monitoring program deradikalisasi di satu mitra Deradikalisasi BNPT Produksi "Calyna Candy" milik eks napi terorisme.

Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Bos Perkapalan
Indonesia
Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Bos Perkapalan

Adapun ke-12 tersangka yang berhasil ditangkap yakni inisial NL, R alias MM, SY, DM alias M, SP, AJ, MR, DW alias D, R, RS, dan TH