Densus Tangkap 4 Terduga Teroris, 1 Pelaku Terkait Bom Malam Natal Densus 88 Antiteror. (MP/Win)

MerahPutih.com - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri kembali mengkap terduga teroris berinisial T alias AR di Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

AR diketahui juga pernah ditangkap pada tahun 2004 lantaran menyembunyikan pelaku teror Bom Malam Natal 2000, Ali Gufron.

Kali ini AR ditangkap karena merupakan Dewan Syura kelompok Jamaah Islamiyah (JI) di masa kepemimpinan terduga teroris Para Wijayanto.

Baca Juga:

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Wilayah Bekasi dan Petamburan

"AR dulu juga pernah ditangkap tahun 2004 karena menyembunyikan Ali Gufron alias Muklas tersangka Bom Malam Natal 2000," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan saat dikonfirmasi, Sabtu (11/9).

Sebelumnya, Densus 88 Polri telah mengamankan empat terduga teroris dalam operasi penindakan di Jakarta dan Bekasi. Mereka berinisial AR, SH, MEK dan S.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan. (ANTARA/Laily Rahmawaty)
Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan. (ANTARA/Laily Rahmawaty)

"Iya benar ada penangkapan tiga orang terduga teroris. Ditangkapnya di Bekasi Utara tapi beda-beda lokasi rumahnya," tutur Ahmad Ramadhan.

Para terduga teroris itu kini tengah dibawa ke Polda Metro Jaya untuk penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut terkait dengan keterlibatannya dalam aksi terorisme. (Asp)

Baca Juga:

1 Napi Teroris Jadi Korban Tewas Kebakaran Lapas Tangerang

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
DPD Sebut M Taufik Belum Dipecat, Majelis Kehormatan Gerindra Hanya Rekomendasi
Indonesia
DPD Sebut M Taufik Belum Dipecat, Majelis Kehormatan Gerindra Hanya Rekomendasi

Majelis Kehormatan Partai Gerindra secara resmi memecat M Taufik sebagai kader Partai Gerindra pada Selasa (7/6) kemarin.

Gibran Waspadai 'Ilmu Kung Fu' Skuat PSG Pati Klub Atta Halilintar
Olahraga
Gibran Waspadai 'Ilmu Kung Fu' Skuat PSG Pati Klub Atta Halilintar

Persis Solo selaku tuan rumah Grup C akan menjamu PSCS Cilacap, Persijap Jepara, PSIM Yogyakarta, Hizbul Wathan FC, dan PSG Pati.

Bandung Terus Dorong Berwisata Dengan Naik Sepeda
Indonesia
Bandung Terus Dorong Berwisata Dengan Naik Sepeda

Melalui wisata sepeda, merasakan sensasi yang sangat berbeda. Sebab tak hanya kesehatan fisik yang didapat dari bersepeda, namun juga mampu mengenal Bandung lebih dekat.

Pemerintah Diminta Wait and See Untuk Mengakui Pemerintahan Taliban
Indonesia
Pemerintah Diminta Wait and See Untuk Mengakui Pemerintahan Taliban

"Pemerintah perlu wait and see dulu, sambil tetap mewaspadai dan mengantisipasi segala potensi gangguan keamanan dalam negeri" ungkap wakil ketua DPD RI Sultan B Najamudin

Golkar Usul Masa Kampanye Selama 75 sampai 90 Hari
Indonesia
Golkar Usul Masa Kampanye Selama 75 sampai 90 Hari

Apabila tahapan Pemilu 2024 dipersingkat maka akan banyak waktu digunakan untuk urusan pemerintahan.

Komisi VI DPR Dukung KPPU Lawan Kartel Minyak Goreng
Indonesia
Komisi VI DPR Dukung KPPU Lawan Kartel Minyak Goreng

Anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto menegaskan, pihaknya mendukung penuh keseriusan KPPU dalam menekan praktek kartel yang terjadi di industri minyak goreng.

Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Tiba di Tanah Air
Indonesia
Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Tiba di Tanah Air

Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana beserta rombongan tiba di Indonesia pada Sabtu (2/7)

Mahasiswa Meninggal saat Kegiatan Menwa, UNS Berikan Pendampingan Hukum
Indonesia
Mahasiswa Meninggal saat Kegiatan Menwa, UNS Berikan Pendampingan Hukum

Pihak kampus menghentikan semua kegiatan yang ada di UKM Menwa UNS. Hal itu dilakukan pasca-kejadian ada kasus mahasiswa meninggal usai ikuti Diksar.

[Hoaks atau Fakta]: Masyarakat Baduy Belum Pernah Divaksin
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Masyarakat Baduy Belum Pernah Divaksin

Anak usia bawah lima tahun (balita) Baduy menerima vaksin imunisasi untuk mencegah berbagai penyakit menular, seperti campak dan polio pada bulan Maret 2010.

Pengamat: Kepesertaan JKN Jadi Syarat Layanan Polisi Beratkan Masyarakat
Indonesia
Pengamat: Kepesertaan JKN Jadi Syarat Layanan Polisi Beratkan Masyarakat

Inpres yang mewajibkan setiap pemohon SIM dan pengurusan STNK serta SKCK di Polri harus peserta aktif BPJS Kesehatan, potensi memicu kerancuan sekaligus menyulitkan masyarakat