Densus Masih Proses Munarman untuk Selesaikan Kasus Dugaan Terorisme (Kiri-kanan) Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono, Kabagpenum Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan, saat memb

Merahputih.com - Pengusutan kasus dugaan terorisme dengan tersangka Munarman masih terus diselidiki polisi. Mantan pentolan FPI itu masih ditahan di Rutan Polda Metro Jaya sejak Selasa (27/4).

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan, kasus Munarman masih diproses Densus 88.

Baca Juga:

Munarman Ternyata Masih Berstatus "Tertangkap"

“Saudara M masih diproses Densus untuk selesaikan kasus itu,” ujar Rusdi kepada wartawan, Selasa (25/5).

Pihaknya juga masih tengah menyelesaikan berkas perkara Munarman. Tujuannya agar ia segera dilakukan persidangan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Pemberkasan masih berjalan pemeriksaannya," tutup Rusdi.

 Densus 88 Antiteror menangkap Munarman terkait dugaan aksi teroris di Perumahan Modern Hills, Cinangka, Pamulang, Tangerang Selatan. (ANTARA/HO-Polda Metro Jaya).
Densus 88 Antiteror menangkap Munarman terkait dugaan aksi teroris di Perumahan Modern Hills, Cinangka, Pamulang, Tangerang Selatan. (ANTARA/HO-Polda Metro Jaya).

Sebagai informasi, Tim Detasemen Khusus 88 (Densus 88) Antiteror Polri menahan eks sekretaris FPI Munarman atas dugaan tindak pidana teroris.

Munarman ditangkap Densus 88 Polri di rumahnya di Perumahan Modernhills, Pamulang, Tangerang Selatan pada Selasa 27 April 2021 sekitar pukul 15.00 WIB.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menyampaikan Munarman diduga kuat terlibat dalam jaringan terorisme di tiga daerah sekaligus.

Baca Juga:

[Hoaks atau Fakta]: Munarman Ditangkap, Mahfud MD Masuk Penjara

"Jadi terkait dengan kasus baiat di UIN Jakarta, kemudian juga kasus baiat di Makassar, dan mengikuti baiat di Medan. Jadi ada tiga tersebut," kata Ahmad di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (27/4) lalu.

Untuk kasus baiat teroris di Makassar, Munarman diduga terlibat di dalam baiat dengan ISIS. "Baiat itu yang di Makassar itu yang ISIS. Kalau UIN Jakarta dan Medan belum diterima," jelas dia. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Taati Protokol Kesehatan, Cara Jitu Lawan COVID-19
Indonesia
Taati Protokol Kesehatan, Cara Jitu Lawan COVID-19

Kepala Dinas (Kadinkes) DKI, Widyastuti meminta masyarakat untuk senantiasa menaati protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Menurut dia, cara itu yang saat ini paling ampuh melawan virus corona.

Mudahkan Urus Surat Pengantar RT, Bank DKI Hadirkan JakOne Erte
Indonesia
Mudahkan Urus Surat Pengantar RT, Bank DKI Hadirkan JakOne Erte

Bank DKI melakukan segala upaya untuk mempermudah urusan warga dengan menghadirkan aplikasi JakOne Erte.

KPK Amankan 10 Orang Terkait OTT Bupati Nganjuk
Indonesia
KPK Amankan 10 Orang Terkait OTT Bupati Nganjuk

Adapun bukti yang ditemukan dan diamankan di antaranya berupa uang dalam pecahan rupiah

41 Napi Tewas Dalam Kebakaran, Jokowi Harus Evaluasi Yasonna
Indonesia
41 Napi Tewas Dalam Kebakaran, Jokowi Harus Evaluasi Yasonna

Banyak masalah kompleks terkait kondisi lapas di Indonesia saat ini. Mulai dari isu kelebihan kapasitas, peredaran narkoba hingga tak manusiawinya perlakuan terhadap warga binaan.

Setahun Jokowi-Ma'ruf, PKS: Penegakkan Hukum dan Kondisi Ekonomi Mengkhawatirkan
Indonesia
Setahun Jokowi-Ma'ruf, PKS: Penegakkan Hukum dan Kondisi Ekonomi Mengkhawatirkan

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyoroti masalah penegakkan hukum hingga kondisi perekonomian nasional yang cukup mengkhawatirkan.

Asah Skill Kejahatan Siber, Kasi Intel Kejari Halsel Ambil Sertifikasi CHFI
Indonesia
Asah Skill Kejahatan Siber, Kasi Intel Kejari Halsel Ambil Sertifikasi CHFI

"Modus operandi pelaku tindak pidana setiap harinya semakin beragam dengan teknologi canggih. Untuk itu, saya perlu mengambil sertifikasi CHFI sebagai bekal menghadapi tantangan global," kata Fardana

Novel Baswedan: Ketua KPK Sewenang-wenang!
Indonesia
Novel Baswedan: Ketua KPK Sewenang-wenang!

"Menurut saya itu adalah tindakan Ketua KPK yang sewenang-wenang. Seorang Ketua KPK bertindak sewenang-wenang dan berlebihan. Ini yang menarik dan perlu menjadi perhatian," kata Novel dalam keterangannya, Selasa (11/5).

Gegara Risma, Anak Buah Anies Angkut Puluhan Gelandangan di Jakarta Pusat
Indonesia
Gegara Risma, Anak Buah Anies Angkut Puluhan Gelandangan di Jakarta Pusat

"Lapak pedagang yang kita tertibkan sebanyak 23 lapak atau gerobak dan 2 orang PMKS," kata Plh Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (7/1).

KPK Tetapkan Bekas Pejabat Kemenkeu Angin Prayitno Aji Tersangka Suap Pajak
Indonesia
KPK Tetapkan Bekas Pejabat Kemenkeu Angin Prayitno Aji Tersangka Suap Pajak

KPK menetapkan bekas Direktur Pemeriksaan dan Penagihan pada Ditjen Pajak Kementerian Keuangan Angin Prayitno Aji sebagai tersangka dugaan suap pemeriksaan perpajakan tahun 2016 dan 2017.

Komnas HAM Targetkan Akhir Bulan Ini Rekomendasi Kasus TWK KPK Rampung
Indonesia
Komnas HAM Targetkan Akhir Bulan Ini Rekomendasi Kasus TWK KPK Rampung

Ahli yang dimintai keterangan oleh Komnas HAM yakni ahli hukum tata negara