Densus 88 Tangkap Terduga Teroris Penjual Baju Online di Sukoharjo Rumah terduga teroris berinisial F, warga Dukuh Temulus RT 03 /RW 07, Desa Pondok, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Minggu (4/10). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap terduga teroris berinisial F (30), warga Dukuh Temulus RT 03 /RW 07, Desa Pondok, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (3/10). Terduga teroris F diduga terlibat jaringan Jamaah Islamiyah (JI) pimpinan Para Wijayanto, yang sebelumnya ditangkap duluan Densus 88.

Informasi dihimpun Merahputih.com, terduga teroris F sebelum ditangkap diintai Densus 88 terlebih dulu. Setelah pelaku keluar rumah dengan menggunakan sepeda motor, Densus 88 langsung membekuknya di Jalan Raya Pondok depan Kantor Desa Pondok pukul 18.00 WIB.

Baca Juga

Kasat Sabhara yang Bersitegang dengan Kapolres Blitar Ditarik ke Polda Jatim

Ketua RT 03, Miyanto, mengatakan pihaknya tidak menyangka warganya berinisial F ditangkap Densus 88. Selama ini F dimata warga bekerja sebagai penjual baju muslim, makanan, dan masker secara online dengan menjadikan rumahnya sebagai gudang pakaian.

"Orangnya terbuka, sering berkumpul dan menyapa warga jika bertemu di jalan. Sebelum ditangkap Densus 88 juga tidak ada aktivitas yang mencurigakan di rumah (F)," ujar Miyanto, Minggu (4/10).

Rumah terduga teroris berinisial F, warga Dukuh Temulus RT 03 /RW 07, Desa Pondok, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Minggu (4/10). (MP/Ismail)

Ia mengatakan F diketahui juga sudah punya istri dan tiga anak. Mereka juga warga asli Desa Pondok bukan pendatang. Warga pun tidak menyangka F ditangkap Densus 88 Antiteror.

"Kami tidak menyangka sama sekali dia (F) ditangkap Densus 88. Petugas setelah melakukan penangkapan langsung dilanjutkan penggeledahan rumahnya pukul 18.30 WIB," kata dia.

Penggeledahan rumah terduga teroris F, kata dia, berlangsung sampai pukul 20.00 WIB. Dari hasil penggeledahan, Densus 88 membawa sejumlah barang bukti berupa benda elektronik, seperti komputer dan ponsel.

"Polisi mendatangi saya untuk menjadi sanksi penggeledahan rumah terduga teroris (F). Jaringannya apa saya kurang tahu," tutup dia.

Baca Juga

Gerindra Solo Datangkan Sandiaga Uno Sebagai Jurkam, Gibran: Pilkada Solo Makin Meriah

Sementara itu, dari pihak kepolisian Polres Sukoharjo masih enggan memberikan keterangan terkait penangkapan terduga teroris di Desa Pondok, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah tersebut. (Ismail/Jawa Tengah)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Petugas Lapas Sampit Gagalkan Penyelundupan  Sabu dalam Kaleng Cat
Indonesia
Kasus Fetish Jarik Bukti Pelecehan Seksual Tak Melulu Sasar Perempuan
Indonesia
Kasus Fetish Jarik Bukti Pelecehan Seksual Tak Melulu Sasar Perempuan

Kasus tersebut menunjukkan arti penting Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual

Pemerintah Masih "Bimbang" Tentukan Mekanisme Bantuan untuk Masyarakat Terdampak COVID-19
Indonesia
Pemerintah Masih "Bimbang" Tentukan Mekanisme Bantuan untuk Masyarakat Terdampak COVID-19

Wapres Ma'ruf Amin masih mengkaji mekanisme penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat berpenghasilan tak tetap yang bekerja di tengah wabah COVID-19.

IPW Bantah Sebar Hoaks Kasus Pemerasan Eks Kasat Reskrim Polres Jaksel
Indonesia
IPW Bantah Sebar Hoaks Kasus Pemerasan Eks Kasat Reskrim Polres Jaksel

"Saya nggak paham kenapa si pelapor Budianto jadi ngelantur begitu dan omongannya jadi berbeda," kata Neta

Reuni 212 Jadi Ajang Melawan Ketidakadilan dan Dukungan untuk Habib Rizieq
Indonesia
Reuni 212 Jadi Ajang Melawan Ketidakadilan dan Dukungan untuk Habib Rizieq

Puluhan ribu massa menghadiri Reuni 212 di Monumen Nasional (Monas)

Darurat Corona Diperpanjang, KAI Siapkan Langkah Antisipasi Mudik Lebaran
Indonesia
Darurat Corona Diperpanjang, KAI Siapkan Langkah Antisipasi Mudik Lebaran

PT KAI sudah memasang batas antrian untuk penjagaan jarak antar penumpang

KPK Dalami Temuan Tito Karnavian Soal Dana Rp252,78 Triliiun di Bank
Indonesia
KPK Dalami Temuan Tito Karnavian Soal Dana Rp252,78 Triliiun di Bank

Apabila uang tersebut sengaja disimpan di bank, karena tidak bisa digunakan di tengah kondisi pandemi COVID-19, tidak ada unsur pidana

 Gibran dan Bobby Lebih Etis Maju Pilkada Jika Jokowi Sudah Tak Lagi Presiden
Indonesia
Gibran dan Bobby Lebih Etis Maju Pilkada Jika Jokowi Sudah Tak Lagi Presiden

"Apa juga misalnya kepentingan seorang Bobby yang masih sangat muda, seorang Gibran yang masih sangat muda untuk tampil menjadi kepala daerah sekarang? 10 tahun lagi dia bisa tuh, gitu loh," bebernya.

Libur Maulid Nabi, Lalu Lintas Jakarta Tampak Lengang
Indonesia
Libur Maulid Nabi, Lalu Lintas Jakarta Tampak Lengang

Suasana lalu lintas di sejumlah titik di DKI Jakarta terpantau lengang di hari libur nasional untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Kamis (29/10).

Anies Perpanjang Status Tanggap Darurat hingga 19 April, Warga Dilarang Keluar Rumah
Indonesia
Anies Perpanjang Status Tanggap Darurat hingga 19 April, Warga Dilarang Keluar Rumah

"Kita imbau kepada warga untuk tetap tinggal di rumah jangan berpergian kecuali untuk kegiatan yang esensial terkait kebutuhan pokok dan kesehatan," imbau Anies.