Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Sumatera Ilustrasi Densus 88 Antiteror (MP/Win)

MerahPutih.com - Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menangkap 6 orang diduga termasuk dalam kelompok teroris. Keenam orang itu ditangkap di tiga wilayah, yakni Lampung, Sumatera Barat, dan Batam.

Di Lampung tercatat ada 4 orang yang ditangkap. Dua di antaranya berinisial SA dan I, yang tergabung dalam kelompok Imarudin di bawah pimpinan Para Wijayanto. Dari kedua pelaku, polisi menyita 21 barang bukti.

"Inisial SA, merupakan anggota kelompok Jamaah Islamiah dari di bidang Kosin, yang tergabung dalam kelompok IMARRUDIN (Banten) di bawah kepemimpinan Para Wijayanto.

Baca Juga

Gatot Brajamusti Tutup Usia

"Ia duga sebagai Kosin Wilayah Lampung dan I terlibat dalam pemberian Dana Kepada Imarudin," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono, dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Minggu (8/11).

Sedangkan dua orang lainnya, yakni inisial S dan RK, terlibat dalam kelompok Adira Lampung. Dari keduanya, disita 56 barang bukti.

"S merupakan Bendahara Struktur Adira Lampung. RK adalah sekretaris struktur Adira Lampung," ujar Awi.

Kemudian di wilayah Sumatera Barat, polisi menangkap satu terduga teroris berinisial AD. Terduga ini termasuk kelompok Anshor Daulah Sumatera Barat.

"AD alias S Parewa alias Abu Singgalang termasuk dalam kelompok Anshor Daulah Sumatera Barat," ujarnya.

Satu lagi terduga teroris tertangkap di wilayah Batam ialah MA. Awi menyebut MA terlibat dalam Jamaah Anshor Daulah.

Baca Juga

Haris Azhar Ungkap Mafia Pakai Buzzer di Sengketa Tanah

"MA Alias ABU AL FATIH ditangkap di akses jalan keluar dari Perumahan Armendo Raya, Punggur. Dia termasuk kelompok Jamaah Anshor Daulah," tutur Awi. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Penolakan Bakal Jadi Tantangan Terberat Vaksinasi COVID-19
Indonesia
Penolakan Bakal Jadi Tantangan Terberat Vaksinasi COVID-19

Salah satu sukses vaksin ialah terjadinya eradikasi di mana tidak ada lagi kasus penularan seperti yang terjadi pada cacar bopeng pada 1979.

[HOAKS atau FAKTA]: Kim Jong Un Komentari Kepulangan Rizieq Shihab ke Indonesia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Kim Jong Un Komentari Kepulangan Rizieq Shihab ke Indonesia

Akun Facebook Hendra Fafindra Hardi Siswanto menyebarkan bahwa Kim Jong Un memberikan komentar terkait kepulangan Imam Besar FPI Rizieq Shihab ke tanah air.

Registrasi Vaksinasi Bisa Lewat Chat WA
Indonesia
Registrasi Vaksinasi Bisa Lewat Chat WA

Kolaborasi WhatsApp dengan Pemerintah Indonesia terkait Vaksinasi COVID-19 menjadi yang pertama kalinya di dunia.

Ribka Tjiptaning Pilih Bayar Denda Daripada Divaksin COVID-19
Indonesia
Ribka Tjiptaning Pilih Bayar Denda Daripada Divaksin COVID-19

Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu lebih memilih untuk membayar sanksi dengan keluarganya ketimbang harus menerima vaksin.

Sepanjang 2020, Dewas KPK Terima 247 Surat Pengaduan
Indonesia
Sepanjang 2020, Dewas KPK Terima 247 Surat Pengaduan

Artidjo mengungkapkan dari 247 surat pengaduan, 87 laporan selesai diproses dengan surat jawaban ke pelapor. Kemudian, 60 laporan diteruskan ke unit kerja terkait di KPK. Dan 100 Laporan di file atau arsip

[HOAKS atau FAKTA]: Anies Berlakukan PSBB Total Instruksi Dari KAMI
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Berlakukan PSBB Total Instruksi Dari KAMI

Penetapan kembali PSBB di DKI Jakarta adalah upaya untuk menurunkan kurva kasus COVID-19 dan menghindari kolapsnya layanan kesehatan.

[HOAKS atau FAKTA]: Sejumlah Santri di Jember Bertumbangan Usai Divaksin Sinovac
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Sejumlah Santri di Jember Bertumbangan Usai Divaksin Sinovac

Akun Facebook Rahmat Lubis mengunggah sebuah status dengan klaim narasi bahwa vaksin COVID-19 Sinovac memakan korban santri di Jember.

Operasi Evakuasi Jenazah dan Objek Sriwijaya Air Hadapi Cuaca Buruk
Indonesia
Operasi Evakuasi Jenazah dan Objek Sriwijaya Air Hadapi Cuaca Buruk

Proses evakuasi Sriwijaya Air SJ182 memasuki hari kesebelas atau hari pertama perpanjangan kedua.

Ada 'King Maker' di Kasus Djoko Tjandra, Siapa Ya?
Indonesia
Ada 'King Maker' di Kasus Djoko Tjandra, Siapa Ya?

Boyamin mengaku tidak dapat membawa bukti soal 'King Maker' ini ke Polri maupun Kejaksaan Agung

Di Tengah Pandemi Corona, HIPMI Fokus Selesaikan Tiga Masalah Ini
Indonesia
Di Tengah Pandemi Corona, HIPMI Fokus Selesaikan Tiga Masalah Ini

HIPMI sangat mendorong pendidikan vokasi disiapkan untuk bisa diterima oleh pasar atau market tenaga kerja.