Densus 88 Tangkap 5 Orang Penyebar Propaganda ISIS di Medsos

Mula AkmalMula Akmal - Kamis, 24 Maret 2022
Densus 88 Tangkap 5 Orang Penyebar Propaganda ISIS di Medsos
Ilustrasi Teroris. (Foto: Pixabay)

MerahPutih.com- Penangkapan tersangka kasus terorisme terus berlangsung.

Terkini, Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti-teror Polri menangkap lima orang tersangka teroris yang diduga terlibat dengan kelompok Daulah Islamiah Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Baca Juga:

Daftar SBMPTN 2022 Bayar Rp 200.000 - Rp 300.000, Pemegang KIP Kuliah Gratis

Kelima tersangka teroris masing-masing berinisial MR, HP, MI, RBS dan DK. Mereka ditangkap di beberapa lokasi, mulai dari Jakarta Barat, Lampung, Tangerang Selatan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Para tersangka kerap menyebarkan informasi berisi propaganda ISIS.

Selain itu, mereka juga tergabung dalam grup 'Annajiyah Media Centre' yang berfungsi menyebarkan poster-poster digital terkait propaganda terorisme.

"Itu bertujuan untuk membangkitkan semangat jihad sehingga orang lain terpacu untuk melakukan jihad amaliah," kata Kabag Banops Densus 88 Anti-teror Polri Kombes Pol Aswin Siregar saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (24/3).

Grup 'Annajiyah Media Centre' ini sendiri dikelola oleh tersangka teroris berinisial RBS yang berhasil ditangkap di Palmerah, Jakarta Barat. RBS merupakan pendukung Daulah Islamiah ISIS.

Dari penangkapan RBS, tim Densus 88 mengamankan sejumlah barang bukti mulai dari satu buah samurai merek baton sword hingga buku.

Operasi Madago Raya. (Foto: Antara)
Operasi Madago Raya. (Foto: Antara)

Kemudian, ada sejumlah barang bukti lain seperti buku dengan beragam judul yang diamankan dari para tersangka. Ada pula satu set Airgun CM-036 model AK-47 yang disita dari tersangka MR.

Serta, airgun merek PM Model Makarof, satu plastik gotri, satu gas airgun, dua kotak peluru mimis, satu senjata plastik merek D-Cobra yang turut diamankan tim Densus 88.

Aswin Siregar mengatakan konten-konten tersebut biasanya disebar melalui media sosial.

Aswin kemudian mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan sosial media.

Khususnya saat menemukan konten bermuatan propaganda terorisme dan ISIS agar tidak langsung terpengaruh.

"Jika menemukan konten tersebut agar tidak men-share (membagikannya) dan bisa segera melapor ke kantor polisi yang terdekat dari mereka," jelasnya.(knu)

Baca Juga:

Mengelola Kelangsungan Hidup Penyintas Kanker Anak

#ISIS #Densus 88 #Teroris
Bagikan
Bagikan