Densus 88 Pasti Punya Bukti Kuat Dugaan Munarman Terlibat Terorisme Anggota Densus 88 Antiteror Polri menangkap Pengacara HRS Munarman di Perumahan Modern Hills, Pamulang, Tangerang Selatan. (ANTARA/HO-Polda Metro Jaya).

MerahPutih.com - Polri telah menetapkan mantan Sekretaris Umum (Sekum) ormas terlarang Front Pembela Islam (FPI) Munarman sebagai tersangka kasus dugaan terorisme.

Pengamat intelijen dan keamanan Stanislaus Riyanta menganggap, langkah Polri yang melakukan upaya paksa terhadap mantan pentolan FPI diyakini sudah sesuai prosedur.

"Penangkapan ini tentu sudah diawali dengan bukti permulaan yang cukup yang dimiliki oleh Densus 88," ujarnya saat kepada wartawam, Kamis (29/4).

Baca Juga:

Penangkapan Munarman Dinilai Tepat Sekaligus Mengejutkan

Menurut Stanislaus, kini Polri memiliki tanggung jawab untuk membuktikan keterlibatan Munarman dalam kasus dugaan terorisme di tanah air.

Terlebih, dugaan awal pengacara Rizieq Shihab itu terkait dengan keikutsertaan dalam baiat terhadap jaringan organisasi terlarang yakni ISIS di beberapa tempat.

“Dia juga ditangkap karena keterlibatannya dalam acara baiat ISIS di tiga tempat, yaitu Makassar, UIN (Jakarta), dan Medan,” tambah dia.

Stanislaus menilai bahwa penangkapan Munarman merupakan pengembangan dari penangkapan sebelumnya.

“Penangkapan ini adalah pengembangan dari penangkapan sebelumnya."

Namun, saat ditanya apakah penangkapan Munarman ada kaitannya dengan bom di Gereja Katedral Makassar dan penyerangan Mabes Polri, Stanislaus belum bisa memastikan.

“Untuk penyerangan di Mabes Polri dan Gereja (Katedral Makassar) belum ada informasi terkait keterlibatan Munarman. Kita tunggu saja langkah penyidikan dari Polri,” sebutnya.

Eks Sekretaris Umum DPP FPI Munarman. ANTARA/Boyke Ledy Watra
Eks Sekretaris Umum DPP FPI Munarman. ANTARA/Boyke Ledy Watra

Stanislaus meyakini, Polri tentu akan profesional dalam mengusut keterlibatan Munarman dan bekerja berdasarkan hukum yang berlaku.

"Jika terjadi pelanggaran hukum atas penangkapan Munarman, ini ada mekanisme bagi Munarman untuk melakukan gugatan seperti melalui mekanisme praperadilan," kata lulusan Analisis Strategi Intelijen Universitas Indonesia itu.

Munarman ditangkap Densus 88 Antiteror di rumahnya kawasan Modern Hills, Cinangka, Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (27/4).

Dalam informasi yang diterima, Munarman ditangkap sekira pukul 15.30 WIB sore, lantaran diduga menggerakkan orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme.

Baca Juga:

Mabes Polri Santai Tanggapi Ancaman Praperadilan Oleh Kubu Munarman

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan, pihaknya mendapatkan barang bukti serbuk putih dan cairan yang ditemukan di bekas markas FPI Petamburan, Jakarta Pusat.

Barang bukti tersebut didapat dari penggeledahan usai eks Sekum FPI Munarman ditangkap Densus 88 Antiteror, Selasa (27/4) sore.

“Beberapa botol plastik yang berisi cairan TATP. Ini aseton yang digunakan untuk bahan peledak,” katanya.

Namun, saat ini barang bukti tersebut masih terus diselidiki tim Pusat Laboratoriuk Forensik (Labfor) Polri.

“Beberapa tabung yang isinya adalah serbuk yang dimasukan ke botol yang serbuk tersebut mengandung nitrat yang sangat tinggi, jenis aseton,” ujarnya. (Knu)

Baca Juga:

Mata Munarman Ditutup Saat Digiring ke Penjara, Polisi: Standar Internasional

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Harap-Harap Cemas PHRI DIY Jelang PPKM Level 3
Indonesia
Harap-Harap Cemas PHRI DIY Jelang PPKM Level 3

PHRI DIY juga siap menerapkan protokol kesehatan secara ketat

Gibran Surati Menkes Minta Tambahan Vaksin COVID-19
Indonesia
Gibran Surati Menkes Minta Tambahan Vaksin COVID-19

Tambahan vaksin tersebut, rencananya akan diperuntukkan untuk para seniman pemain wayang orang di Solo.

Angka Kematian akibat COVID-19 Perlu Diwaspadai
Indonesia
Angka Kematian akibat COVID-19 Perlu Diwaspadai

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menyebutkan, jumlah kasus meninggal terus bertambah.

Wartawan Tempo Diduga Jadi Korban Kekerasan Oknum Aparat
Indonesia
Wartawan Tempo Diduga Jadi Korban Kekerasan Oknum Aparat

Wartawan Tempo, Nurhadi, menjadi korban kekerasan oknum aparat saat menjalankan tugas jurnalistiknya di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (27/3).

LPSK Pastikan Lindungi Saksi dan Jurnalis Tempo
Indonesia
LPSK Pastikan Lindungi Saksi dan Jurnalis Tempo

Jurnalis Tempo, Nurhadi, selaku korban penganiyaan di Surabaya dipastikan mendapat perlindungan dari LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban).

PT KAI Belum Terapkan Rapid Test Antigen untuk Penumpang saat Libur Nataru
Indonesia
PT KAI Belum Terapkan Rapid Test Antigen untuk Penumpang saat Libur Nataru

Saat ini, KAI masih mengacu ke Surat Edaran (SE) 14 Kementerian Perhubungan tanggal 8 Juni 2020 dan SE 9 Gugus Tugas COVID-19 tanggal 26 Juni 2020.

Wagub DKI Ungkap Sikap Anies Hadapi Serangan dari Buzzer
Indonesia
Wagub DKI Ungkap Sikap Anies Hadapi Serangan dari Buzzer

Lalu, bagaimana sikap Anies menghadapi serangan pada pembullynya?

Polisi Agendakan Periksa Jerinx Pekan Depan
Indonesia
Polisi Agendakan Periksa Jerinx Pekan Depan

Mudah-mudahan saudara J mau hadir ke Polda Metro Jaya

Sebelum Presiden Jokowi Turun, Sistem Pajak Indonesia Bakal Berubah
Indonesia
Sebelum Presiden Jokowi Turun, Sistem Pajak Indonesia Bakal Berubah

Sebelum Presiden Jokowi Turun, Sistem Pajak Indonesia Bakal Berubah menjadi sistem core tax pada tahun 2023 segera dikeluarkan peraturannya

KPK Janji Bakal Usut Tuntas 8 Orang Dalam Azis Syamsuddin
Indonesia
KPK Janji Bakal Usut Tuntas 8 Orang Dalam Azis Syamsuddin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berjanji akan mengusut tuntas dugaan adanya delapan orang dalam mantan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin di lembaga antikorupsi.