Densus 88 Diminta Transparan Soal Sepak Terjang Munarman di Jaringan Teror Densus 88 Antiteror menangkap Munarman terkait dugaan aksi teroris di Perumahan Modern Hills, Cinangka, Pamulang, Tangerang Selatan. (ANTARA/HO-Polda Metro Jaya)

MerahPutih.com - Dugaan keterlibatan eks petinggi Front Pembela Islam (FPI) Munarman dalam jaringan terorisme belum sepenuhnya terbuka.

Pasalnya, polisi belum memberikan informasi utuh tentang sepak terjang pria yang juga advokat itu.

Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus menilai, publik akan percaya dan yakin soal jaringan terorisme itu jika Densus Antiteror mengungkapnya secara utuh.

Baca Juga:

Mabes Polri Usut Dugaan Keterlibatan Munarman di Jaringan Teroris Makassar

Menurut Petrus, Densus Antiteror juga perlu memastikan Munarman sebagai tersangka yang diduga sebagai pelakunya.

"Perlu dibuka jika ada tuduhan Munarman dan sejumlah anggota FPI lainnya memiliki peran di dalam rangkaian rekrutmen, baiat, menjadikan anggota FPI sebagai Anshur Daulah ISIS hingga mengeksekusi perintah ISIS," ujar Petrus dalam keterangan tertulisnya kepada Merahputih.com, Kamis (6/5).

Menurut Petrus, jika sudah dibuka ke publik, Munarman dan FPI harus bertanggung jawab terhadap segala akibat perbuatan para Anshor Daulah yang baru dibaiat di UIN Jakarta, Makassar, dan Medan karena Munarman.

"Penegak hukum harus membuktikan kesalahan Munarman," kata Petrus.

Sejumlah wartawan mengambil gambar bekas markas FPI, usai digeledah Tim Densus 88 Antiteror, di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (4/5/2021). ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/wsj.
Sejumlah wartawan mengambil gambar bekas markas FPI, usai digeledah Tim Densus 88 Antiteror, di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (4/5/2021). ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/wsj.

Petrus yakin, proses baiat ini berlangsung secara terencana. Sebab, dalam praktik baiat itu selalu diucapkan sebagai penobatan untuk setia kepada sebuah pekerjaan atau misi di hadapan pemimpin.

Sehingga, baiat memiliki kekuatan mengikat secara hukum bagi kedua belah pihak dengan segala akibat hukumnya.

"Untuk sampai pada tahap baiat, diperlukan persiapan dan kesiapan dengan kriteria khusus, baik secara mental maupun secara fisik, kemampuan dana operasional di lapangan dalam jaringan terorisme JAD-ISIS," tutup Petrus.

Sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan, penyidik Densus 88 Antiteror masih mendalami kaitan Munarman dan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Makassar.

Hal ini menyusul penangkapan tiga mantan petinggi Front Pembela Islam (FPI) di Makassar yang diduga berhubungan dengan Munarman.

Penangkapan terhadap tiga mantan petinggi FPI di Makassar itu disebutkan terkait dengan penangkapan Munarman, bekas tokoh organisasi tersebut di Tangerang Selatan.

Tiga mantan petinggi FPI Makassar yang ditangkap adalah AR, MU, dan AS.

Polisi pun mendalami keterkaitan ketiganya dengan aksi bom bunuh diri di Katedral Makassar pada akhir Maret lalu.

Baca Juga:

Diduga Terkait Munarman, Densus 88 Tangkap Tiga Eks Pentolan FPI di Makassar

Sementara itu, soal pendalaman terhadap Munarman, Argo pun meminta publik bersabar.

"Kita tunggu saja bagaimana Densus menyampaikan perkembangannya," ujar dia.

Pascabom bunuh diri di Katedral Makassar, polisi sudah menangkap 55 orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Sebagian orang yang ditangkap diduga terlibat dalam kelompok Villa Mutiara di Makassar.

Kelompok itu terkait dengan kelompok teroris JAD yang berafiliasi dengan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah). (Knu)

Baca Juga:

[Hoaks atau Fakta]: Munarman Ditangkap, Mahfud MD Masuk Penjara

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ketika 'Spiderman dan Iron Man' Bantu Korban Banjir Kalsel
Indonesia
Ketika 'Spiderman dan Iron Man' Bantu Korban Banjir Kalsel

Selain mengawal bantuan, dua kader berpakaian super hero itu juga menggelar program trauma healing kepada anak-anak pengungsi banjir Kalimantan Selatan.

Tak Kantongi IMB, Proyek Bangunan di Pelabuhan Perikanan Muara Angke Diusulkan Dibongkar
Indonesia
Tak Kantongi IMB, Proyek Bangunan di Pelabuhan Perikanan Muara Angke Diusulkan Dibongkar

Suku Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) Jakarta Utara merekomendasikan bangunan yang berdiri di area Pelabuhan Perikanan Muara, Penjaringan, Jakarta Utara untuk dibongkar karena tidak mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Anggota KKB Penembak TGPF Intan Jaya Tewas di Tangan Satgas Nemangkawi
Indonesia
Anggota KKB Penembak TGPF Intan Jaya Tewas di Tangan Satgas Nemangkawi

KKB pimpinan Sabinus Waker memiliki catatan kriminal di Papua

Bogor Siapkan Kantor Dinas dan GOR untuk RS Darurat COVID-19
Indonesia
Bogor Siapkan Kantor Dinas dan GOR untuk RS Darurat COVID-19

Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat akan menggunakan kantor dinas dan gelanggang olahraga (GOR) untuk rumah sakit darurat penanganan COVID-19.

Pemkot Siapkan Solo Techno Park Sebagai Tempat Karantina Pemudik
Indonesia
Pemkot Siapkan Solo Techno Park Sebagai Tempat Karantina Pemudik

Dalam aturan PPKM mikro tersebut, Pemkot Solo memutuskan menyiapkan Solo Techno Park (STP) sebagai tempat karantina masyarakat yang nekat mudik saat Lebaran nanti.

Liburan Long Weekend, Ratusan Petugas Protokol New Normal Bersiaga di Malioboro
Indonesia
Liburan Long Weekend, Ratusan Petugas Protokol New Normal Bersiaga di Malioboro

Yogyakarta menyiagakan petugas karena adanya peningkatan wisatawan selama libur panjang.

Brigjen Prasetijo Divonis 3 Tahun, Kapolri: Melanggar Hukum Kami Sikat
Indonesia
Brigjen Prasetijo Divonis 3 Tahun, Kapolri: Melanggar Hukum Kami Sikat

"Anggota yang berprestasi tentu akan mendapatkan penghargaan. Mereka yang melanggar hukum tak ragu kami sikat secara aturan hukum," ucap Idham.

Tingkat Kesembuhan Pasien Corona Sumbar Capai 83 Persen
Indonesia
Tingkat Kesembuhan Pasien Corona Sumbar Capai 83 Persen

Hanya terdeteksi satu kasus positif COVID-19 berdasarkan hasil pemeriksaan 1.712 spesimen pasien di wilayah Sumatera Barat.

Kadiv Propam Polri Temui Danpuspom TNI AD
Indonesia
Kadiv Propam Polri Temui Danpuspom TNI AD

Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo bersama jajaran bersilaturahmi dengan mengunjungi Komandan Puspom (Danpuspom) TNI AD Letjen Chandra W Sukotjo.

Gibran Kecolongan, 542 Warga Berhasil Curi Start Mudik ke Solo
Indonesia
Gibran Kecolongan, 542 Warga Berhasil Curi Start Mudik ke Solo

Satgas COVID-19 Solo, Jawa Tengah, mencatat sebanyak 542 orang pemudik telah berhasil mencuri start pulang ke Solo. Data tersebut tersebut tercatat mulai tanggal 22 April sampai 2 Mei.