Densus 88 Dikerahkan Usut Penusukan Syekh Ali Jaber Detik-detik penusukan Syekh Ali Jaber di Lampung. Foto: Istimewa

Merahputih.com - Densus 88 Antiteror diterjunkan mengungkap kasus penusukan terhadap pendakwah Syekh Ali Jaber.

"Penyidik dari Mabes Polri, Densus 88 melakukan penyelidikan apakah tersangka sendiri dalam menjalankan penusukan ini atau ada yang menyuruh," kata Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (16/9).

Baca Juga

Resmi Jadi Tersangka, Penusuk Syekh Ali Jaber Sempat Berhalusinasi

Dalam kasus ini, penyidik sudah melakukan gelar perkara dan telah menaikkan status perkara dari penyelidikan ke penyidikan serta mengirimkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Negeri Bandar Lampung pada 15 September 2020 dengan nomor SPDP/228/IX/2020/Reskrim.

Atas perbuatannya, tersangka AA akan dijerat dengan Pasal Percobaan Pembunuhan, Pembunuhan dan Penganiayaan Yang Menyebabkan Luka dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup dan minimal 20 tahun penjara.

Syekh Ali Jaber
Syekh Ali Jaber

Penyidik selanjutnya mengagendakan rekonstruksi pada Kamis (17/9). Dalam rekonstruksi tersebut, tersangka AA bakal dihadirkan untuk rekonstruksi adegan penusukan.

"Pada prinsipnya polisi serius dan akan segera menyelesaikan perkara ini ke Kejaksaan," kata Argo.

Selain melibatkan Densus 88, penyidik Polresta Bandar Lampung turut dibantu penyidik Polda Lampung dan penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri dalam menangani kasus ini,

Sebelumnya pendakwah sekaligus ulama Syekh Ali Jaber ditikam orang tidak dikenal saat sedang mengisi acara wisuda hafidz quran di Masjid Falahudin, Sukajawa, Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung pada Minggu (13/9) sore.

Baca Juga

Syekh Ali Jaber Ditusuk, Din Syamsuddin: Ini Kejahatan Berencana Terhadap Agama

Syekh Ali terkena luka tikaman pada bagian lengan. Dari keterangan keluarga pelaku kepada polisi, pelaku disebut sudah mengalami gangguan kejiwaan sejak lama.

Meski begitu, pihak Kepolisian masih terus mendalami pengakuan keluarga pelaku termasuk motif penusukan itu. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Anggaran Pemulihan Ekonomi 2021 Bikin Defisit APBN Tambah Lebar
Indonesia
Anggaran Pemulihan Ekonomi 2021 Bikin Defisit APBN Tambah Lebar

Program PEN yang berlanjut ini, bakal membuat defisit APBN 2021 berada di atas tiga persen atau lebih lebar dari usulan sebelumnya yakni 4,5-4,7 persen dari PDB.

Jakob Oetama Wafat, Pers Indonesia Kehilangan Tokoh Terbaik
Indonesia
Jakob Oetama Wafat, Pers Indonesia Kehilangan Tokoh Terbaik

Pendiri Kompas Gramedia, Jacob Utama (88) meninggal dunia di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (9/9).

PKS Ngotot Anies Lebih Bagus dari Ahok dan Jokowi
Indonesia
PKS Ngotot Anies Lebih Bagus dari Ahok dan Jokowi

"Kan kalau yang kita kaji perbandingannya jauh lebih bagus yang udah dilakukan Anies," ujar Arifin

Pangeran Albert dari Monako Positif Virus Corona
Indonesia
Pangeran Albert dari Monako Positif Virus Corona

Pangeran Albert II dari Monaco dinyatakan positif mengidap virus corona (COVID-19). Kondisi kesehatannya tidak mengkhawatirkan.

Tindak 7 Ribu Pelanggar Masker, Satpol PP DKI Raup Rp171 Juta
Indonesia
Tindak 7 Ribu Pelanggar Masker, Satpol PP DKI Raup Rp171 Juta

Satpol PP DKI Jakarta melakukan penindakan terhadap 7,807 pelanggar protokol kesehatan yang tidak menggunakan masker saat berpergian.

Kejaksaan Agung Terbakar, TransJakarta Lakukan Modifikasi Rute Blok M
Indonesia
Kejaksaan Agung Terbakar, TransJakarta Lakukan Modifikasi Rute Blok M

"TransJakarta akan melayani normal kembali hingga situasi kondusif dan lintasan dapat dilalui bus TransJakarta," ujar Nadia.

Penangkapan Menteri Edhy Prabowo Panaskan Peta Politik di Pemerintahan
Indonesia
Penangkapan Menteri Edhy Prabowo Panaskan Peta Politik di Pemerintahan

Penangkapan Menteri Kelautan Perikanan (KP), Edhy Prabowo disinyalir bisa merubah peta politik di pemerintahan.

Satu Keluarga di Sukoharjo Ditemukan Tewas, Diduga Korban Pembunuhan
Indonesia
Satu Keluarga di Sukoharjo Ditemukan Tewas, Diduga Korban Pembunuhan

Keempat korban berinisial dan H selaku pasutri dan kedua anaknya berinisial R dan D merupakan satu keluarga yang diduga menjadi korban pembunuhan.

 Hasto Buka Suara Soal Dugaan Stafnya Terjaring OTT KPK
Indonesia
Hasto Buka Suara Soal Dugaan Stafnya Terjaring OTT KPK

"Sampai saat ini kita masih belum tahu, karena itu lah kita menunggu keputusan dan apa yang disampaikan oleh KPU. KPU akan menyampaikan press rilis terkait hal tersebut.

600 WNI Alumni ISIS akan Dipulangkan, Begini Respons Mabes Polri
Indonesia
600 WNI Alumni ISIS akan Dipulangkan, Begini Respons Mabes Polri

Menurut Argo, pihaknya menunggu adanya rapat teknis untuk menggelontorkan masukan terkait rencana pemulangan WNI eks ISIS.