Densus 88 Beberkan Dugaan Keterlibatan Oknum Dokter dalam Jaringan Terorisme Ilustrasi - Densus 88 saat melakukan penangkapan terduga teroris di Surabaya, Jawa Timur, Senin (19/6). (MP/Budi Lentera)

MerahPutih.com - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menjelaskan kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terkait peristiwa tewasnya tersangka dugaan terorisme di Sukoharjo, Jawa Tengah, dokter S.

Kabag Bantuan Operasi Densus 88 Kombes Aswin Siregar menyampaikan tiga hal kepada Komnas HAM.

"Dalam konteks penjelasan itu, kami menjelaskan tiga hal kepada Komnas HAM secara umum," kata Aswin dalam konferensi pers virtual, Selasa (15/3).

Baca Juga:

Terduga Teroris Dokter Sunardi, Alumni UNS Surakarta yang Aktif Berkegiatan Sosial

Dia mengatakan, penjelasan pertama yang disampaikan terkait dengan penetapan status tersangka dokter Sunardi.

"Kedua adalah kronologi dari peristiwa penegakan hukum yang membutuhkan tindakan tegas dan terukur," ujar Aswin yang mengenakan kemeja krem ini.

Densus 88 juga membawa sejumlah foto dan video dokumentasi yang berkaitan dengan kejadian.

Aswin menuturkan, sebelum proses permintaan keterangan, pihaknya telah menjabarkan data-data ihwal penegakan hukum kasus terorisme.

"Kami sempat menyampaikan data hasil penegakan hukum tindak pidana terorisme tahun 2020 hingga 2021 dan 2022," katanya.

Dia menjelaskan, itu merupakan upaya Densus 88 untuk menunjukkan bahwa proses penindakan hukum pidana teroris jumlahnya cukup banyak.

Kendati demikian, pihaknya menilai bahwa tren perlawanan dari para pelaku semakin menurun.

Hal ini menunjukkan bahwa proses penegakan hukum yang semakin humanis yang dilakukan Densus 88 menjadi semakin efektif.

"Karena ya tujuan dari penegakan hukum itu adalah proses deradikalisasi," tuturnya.

Baca Juga:

Keluarga tidak Yakin Sunardi Terlibat Kasus Terorisme

Komisioners Komnas HAM Choirul Anam menjelaskan, Densus 88 memberikan sejumlah bukti latar belakang penetapan dokter Sunardi sebagai tersangka kasus dugaan terorisme.

“Kami dikasih background itu semua, meyakinkan kami apakah betul proses menjadikan tersangka itu dan background bagaimana keterlibatan almarhum ini sebagai terduga anggota teroris, itu yang pertama,” ujar Anam.

Anam juga mengemukakan, dari penjelasan Densus 88, penetapan tersangka dokter S tidak berdiri sendiri, tapi berkaitan dengan tersangka lain yang berada di Jakarta.

“Inisialnya D, lokasinya di Jakarta, sebenarnya itu peristiwa yang serangkaian,” ujarnya.

Kemudian, Komnas HAM juga mempertanyakan bagaimana proses penembakan itu terjadi.

“Bukti-buktinya kami juga ditunjukkan, termasuk dokumen yang tidak bisa kami sebutkan, dan termasuk rekaman CCTV yang juga ditunjukkan teman-teman Densus 88.” ujar Anam.

Terkait dugaan pelanggaran HAM dalam peristiwa tersebut, masih akan terus didalami.

“Kami akan dalami. Saya kira dengan keterbukaan seperti itu, sampai ditunjukin video saya kira itu moralitas yang sangat baik untuk mengukur apakah ada pelanggaran HAM atau tidak,” ujar Anam.

Sebagai informasi, S ditetapkan sebagai tersangka karena merupakan anggota kelompok teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI).

Memiliki peran pernah menjabat sebagai amir khitmad, menjabat sebagai deputi dakwah dan informasi, sebagai penasihat amir JI, dan penanggung jawab Hilal Amar Society. (Knu)

Baca Juga:

Terduga Teroris yang Ditembak Mati Densus 88 Berprofesi Dokter

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
8 Titik Lokasi Vaksinasi Keliling, Rabu (4/8)
Indonesia
8 Titik Lokasi Vaksinasi Keliling, Rabu (4/8)

Pada Rabu (4/8), DKI menyiapkan vaksin mobil keliling di 3 kota administrasi Jakarta.

KPK Sebut 57 Pegawai Yang Dipecat Bebas Direkrut Lembaga Lain
Indonesia
KPK Sebut 57 Pegawai Yang Dipecat Bebas Direkrut Lembaga Lain

"Kami menghormati itu, dan pihak lain yang ikut memperhatikan nasib dari 57 pegawai KPK. Biar bagaimanapun kontribusi mereka selama di KPK juga harus kami hormati, kami hargai," ujar Alex.

Presidential Threshold Terbaik adalah 0 Persen
Indonesia
Presidential Threshold Terbaik adalah 0 Persen

Ketua DPD RI A La Nyalla Mahmud Mattalitti berpendapat bahwa Presidential Threshold terbaik adalah 0 persen.

Gibran Geram Lihat Pasien COVID-19 Isoman Pergi Nongkrong di Warung Makan
Indonesia
Gibran Geram Lihat Pasien COVID-19 Isoman Pergi Nongkrong di Warung Makan

"Yang saya lihat isoman tidak tertib masih banyak ditemukan keluar (rumah) pergi wedangan. Banyak yang sepert itu merasa dirinya sudah sehat, padahal masih sakit dan potensi menular," ujar Gibran

Kasus Positif COVID-19 Bertambah 340, Meninggal Dunia 5 Orang
Indonesia
Kasus Positif COVID-19 Bertambah 340, Meninggal Dunia 5 Orang

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kembali memperbarui data perkembangan kasus COVID-19 di Indonesia.

Pengelola Tol Pejagan-Pemalang Bersiap Diri Sambut Arus Mudik Lebaran
Indonesia
Pengelola Tol Pejagan-Pemalang Bersiap Diri Sambut Arus Mudik Lebaran

PT Pejagan Pemalang Toll Road (PPTR) selaku pengelola ruas tol Pejagan-Pemalang memprediksi bakal terdapat 1,2 juta unit kendaraan yang melintasi ruas tol itu pada pada arus mudik Idul Fitri 1443 H/Lebaran 2022.

KRI Pollux-935 Kapal Teranyar Buat Perkuat Survei dan Pemetaan Laut
Indonesia
KRI Pollux-935 Kapal Teranyar Buat Perkuat Survei dan Pemetaan Laut

KRI Pollux-935 merupakan jenis kapal Patroli Cepat (PC) 40 meter yang memiliki spesifikasi panjang 45,50 meter, lebar 7,90 meter, tinggi 4,25 meter dan draft 2,20 meter dengan bobot 220 ton.

Kasus Korupsi Garuda Indonesia, Mantan Direktur Operasi Diperiksa
Indonesia
Kasus Korupsi Garuda Indonesia, Mantan Direktur Operasi Diperiksa

Kedua saksi yang diperiksa yakni mantan Capt AS yang menjabat sebagai Direktur Operasi PT Garuda tahun 2005-2012. Serta JR, selaku EVP PT Garuda Indonesia (persero) tahun 2012.

Polri Tembak Mati Pentolan KKB Papua
Indonesia
Polri Tembak Mati Pentolan KKB Papua

Satuan Tugas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) Ops Damai Cartenz menembak pentolan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Ndeotadi, Toni Tabuni. Langkah ini dilakukan karena ia melakukan perlawanan saat dilakukan penangkapan.

Meski di Atas Seribu, Kasus COVID-19 Harian Alami Penurunan
Indonesia
Meski di Atas Seribu, Kasus COVID-19 Harian Alami Penurunan

Kasus baru positif harian COVID-19 di Indonesia hari ini, Kamis (15/6), kembali mengalami kenaikan signifikan.