Dengar Ratna Sarumpaet Dianiaya, Begini Reaksi tak Terduga Prabowo Ratna Sarumpaet yang diduga jadi korban penganiayaan. (Facebook)

Merahputih.com - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyebut Capres Prabowo Subianto beraksi saat mendengar cerita Ratna Sarumpaet dianiaya.

Ratna menyebarkan hoaks kepada sejumlah orang lewat pesan WhatsApp, termasuk mengirimkan gambar wajah lebam dan bengkak yang diklaim akibat penganiayaan. Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam pertemuan di lapangan Polo Bogor milik Prabowo Subianto tanggal 2 Oktober 2018.

Menurut Said Iqbal, saat itu pertemuan dihadiri tokoh-tokoh seperti Amien Rais, Fadli Zon, hingga Nanik S Deyang. Dalam kesempatan itu, Prabowo berpesan tak boleh ada kekerasan dalam demokrasi.

"Pak Prabowo cerita tidak boleh ada kekerasan di dalam demokrasi. Tidak ada violence victims tidak boleh. Demokrasi harus damai dan adil," kata Said dalam keterangannya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (9/4).

Presiden KSPI Said Iqbal (Foto Facebook)

Hal ini berkaca dari kasus-kasus sebelumnya seperti kasus persekusi yang menimpa Neno Warisman dan tuduhan makar yang dialamatkan kepada Ratna. "Pak Prabowo sampaikan enggak boleh ada kekerasan," imbuhnya.

Ratna menjelaskan sudah tak percaya apabila melaporkan kasusnya ke polisi. "Kak Ratna berusaha sampaikan ada pertimbangan subjektif apakah kalau dilaporkan akan ada kejelasan karena yang sebelumnya di laporkan tidak ada kejelasan," ujar Said Iqbal.

Bahkan, lanjut Said, Prabowo sempat meminta Ratna Sarumpaet untuk menjalani visum.

"Sekali lagi kita tidak tahu bahwa itu adalah sebuah kebohongan," kata Said. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH