Dengan Syarat Ini, Anies Bakal Longgarkan PSBB Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut pembatasan aktivitas selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mungkin dilonggarkan jika angka penularan sudah berada di bawah 1 persen.

"Jakarta tidak berencana melakukan kebijakan pelonggaran sampai angka reproduction di bawah 1," kata Anies dalam diskusi Live Stream Fest di Vidio bertajuk "Jakarta Setelah Pandemi", Sabtu (16/5).

Baca Juga:

Anies Serukan Mudik Secara Virtual

Ia menyebut, kini angka penularan virus corona di Jakarta mengalami penurunan ke angka 1. Artinya, satu orang positif bisa menularkan satu orang lainnya.

Penurunan angka penularan ini disebutnya terjadi setelah pemerintah melakukan intervensi. Misalnya dengan segala kebijakan termasuk penerapan PSBB yang masih berjalan hingga saat ini.

Angka itu pula yang kemudian menjadi acuan Anies untuk melonggarkan PSBB di Jakarta.

"Kita bukan bulan apa, tapi kalau di bawah 1," tegas dia.

Tangkapan layar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan Pergub 47/2020 lewat siaran langsung di YouTube Pemprov DKI Jakarta, Jumat (15/5/2020). (ANTARA/Livia Kristianti)
Tangkapan layar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan Pergub 47/2020 lewat siaran langsung di YouTube Pemprov DKI Jakarta, Jumat (15/5/2020). (ANTARA/Livia Kristianti)

Pada April, Pemprov DKI Jakarta mulai melakukan intervensi dengan menerbitkan sejumlah Pergub, seperti pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Sebelum diterbitkannya pergub, Anies menuturkan pihaknya sudah mulai menutup sekolah, pusat perbelanjaan, atau tempat-tempat yang menimbulkan kerumunan. Namun imbuhnya, hal tersebut masih berupa imbauan.

Ia menuturkan, kurva penularan di DKI terus turun setelah adanya intervensi seperti pelaksanaan PSBB, jaga jarak fisik. Angkanya menyentuh di angka 1. Angka tersebut dianggap sebagai refleksi pentingnya tidak berkegiatan di luar rumah.

Sejak PSBB tahap pertama 10-23 April diterapkan, persentase orang-orang berkegiatan di luar rumah sebesar 40 persen.

Jika persentase tersebut terus ditekan menjadi 20 persen, Anies mengatakan kurva penularan berpotensi di angka 0,5-0,3.

"Kalau kita lihat dilakukan intervensi mulai angka reproduction mengalami penurunan secara bertahap di Jakarta, dan hari ini di Jakarta RT-nya berkisar 1," jelasnya.

Baca Juga:

Solo Zoo Galang Donasi untuk Beli Pakan Hewan Terancam Kelaparan, 17 Ribu Tiket Terjual

Ia meminta seluruh masyarakat, khususnya warga Jakarta, tidak menyepelekan virus yang kini sudah menjadi pandemi global itu.

"Kalau pengin cepat kembali normal, kita disiplinkan beberapa waktu lagi," ungkap Anies

Menurut Anies, ada kemajuan di Jakarta terkait virus corona ini. Saat ini jumlah pasien sudah mulai berkurang. Menurut Anies, peran warga yang disiplin dengan berada di rumah cukup besar.

"Anda yang bekerja membuat situasi ini menjadi baik," tuturnya.

Anies pun mengimbau warga yang masih kerap keluar dari rumah untuk menyadari bahayanya penularan virus corona. Kelompok warga yang masih kerap keluar dari rumah bukan untuk tujuan penting disebutnya bisa menjadi faktor yang membuat adanya gelombang kedua wabah corona. (Knu)

Baca Juga:

Pasca Kepadatan di Bandara Soetta, Pengelola Bentuk Aturan Baru

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Dua Oknum Polisi Penyerang Novel Segera Jadi 'Pesakitan' Pekan Depan
Indonesia
Dua Oknum Polisi Penyerang Novel Segera Jadi 'Pesakitan' Pekan Depan

Sidang pertama beragendakan pembacaan dakwaan

Update Corona DKI Jumat (7/8): Bertambah 658 Kasus
Indonesia
Update Corona DKI Jumat (7/8): Bertambah 658 Kasus

Kasus corona di Jakarta terus mengalami lonjakan tajam.

Tahun 2021 Diharapkan Jadi Tonggak Bebaskan Indonesia dari Diskriminasi
Indonesia
Tahun 2021 Diharapkan Jadi Tonggak Bebaskan Indonesia dari Diskriminasi

Pengamat politik Ray Rangkuti mengatakan, tahun ini juga diharapkan menjadi tonggak untuk membebaskan Indonesia dari segala bentuk diskriminasi atas nama apapun.

 Prabowo Legowo, Sandi Siap Maju Jadi Caketum Partai Gerindra
Indonesia
Prabowo Legowo, Sandi Siap Maju Jadi Caketum Partai Gerindra

Jadi semuanya adalah keputusannya ada di Pak Prabowo baik itu kongres rekapan maupun mekanisme seperti apa," kata Sandi

Presiden PKS Optimistis Azizah-Ruhama Juara di Tangsel
Indonesia
Presiden PKS Optimistis Azizah-Ruhama Juara di Tangsel

Presiden PKS Ahmad Syaikhu, merasa optimistis pasangan calon walikota dan wakil walikota Tangerang Selatan Azizah-Ruhama bisa juara di Tangerang Selatan.

6 Petahana Pilkada Terancam Didiskualifikasi
Indonesia
6 Petahana Pilkada Terancam Didiskualifikasi

Abhan mengungkapkan, ada 6 daerah yang telah diberikan rekomendasi diskualifikasi oleh Bawaslu.

Bertemu di Kertanegara, Prabowo-Airlangga Dinilai Tengah Amankan Diri
Indonesia
Bertemu di Kertanegara, Prabowo-Airlangga Dinilai Tengah Amankan Diri

Dalam pertemuan itu, hadir pula mendampingi Prabowo, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad

Divonis 7 Tahun Bui, Imam Nahrawi: Demi Allah Saya Tidak Terima Rp 11,5 Miliar
Indonesia
Divonis 7 Tahun Bui, Imam Nahrawi: Demi Allah Saya Tidak Terima Rp 11,5 Miliar

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menyatakan masih pikir-pikir

Lawan 'Corona Efek', Jokowi Siapkan Kartu Prakerja dan 'Bayar' Influencer Rp72 M
Indonesia
Lawan 'Corona Efek', Jokowi Siapkan Kartu Prakerja dan 'Bayar' Influencer Rp72 M

Total ada 8 kebijakan yang dikeluarkan pemerintah untuk mengatasi imbas dari wabah virus corona.

MotoGP Mandalika Bawa Berkah Bagi Pariwisata NTB
Indonesia
MotoGP Mandalika Bawa Berkah Bagi Pariwisata NTB

Ajang MotoGP Mandalika yang rencananya digelar tahun 2021 ternyata membawa berkah bagi sektor pariwisata provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).