Denda Tilang Pelanggar Jalur Sepeda DKI Rp500 Ribu, Ini Dasar Hukumnya Jalur sepeda di Bali Kota. Foto: MP/Asropih

MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memakai Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sebagai dasar hukum menilang pengendara bermotor yang masuk jalur khusus sepeda mulai 20 November mendatang.

"Berlaku efektif pada tannggal 20 November dan oleh sebab itu mulai tanggal itu penegakan hukum berlaku efektif," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI, Syafrin Liputo, saat dikonfirmasi, Jakarta, Senin (23/9).

Baca Juga

Pemprov DKI Buat Jalur Khusus Sepeda, Pengamat Soroti Faktor Keamanan

Jalur sepeda. Foto: MP/Asropih
Jalur sepeda. Foto: MP/Asropih

Menurut Syarif, Pemprov DKI akan menggandeng Kepolisian Polda Metro Jaya dalam penerapan sanksi tilang dengan memasang marka atau rambu lalu lintas. Artinya, kata dia, jika ada kendaraan motor yang melanggar dapat dijerat pasal pelanggaran marka jalan

"Berdasarkan regulasi tersebut bagi pelanggar rambu-rambu termasuk marka jalur sepeda khusus akan didenda sanksi Rp500 ribu," tutur Syarif.

Baca Juga

Pemprov DKI Sediakan 17 Rute Jalur Sepeda di Jakarta

"Kita pasang marka utuh di sana kemudian ada kendaraan motor yang melanggar, itu kena pelanggaran marka," imbuh pejabat Pemprov DKI itu lagi.

Untuk diketahui, Pemprov DKI telag menyiapkan 17 rute jalan di Ibu Kota yang nantinya menjadi jalur khusus pesepeda. Tahap pertama uji coba jalur khusus sepeda ini sudah dimulai sejak 20 September lalu hingga 19 November mendatang. (Asp)

Baca Juga

Tes Jalur Sepeda Velodrome-Balai Kota, Anies Akui Banyak Butuh Perbaikan

Penulis : Asropih Asropih
Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tangkal Hoaks, Gunakan Media Sosial Tidak Boleh Fanatik
Indonesia
Tangkal Hoaks, Gunakan Media Sosial Tidak Boleh Fanatik

Media sosial juga bisa membuat orang-orang menjadi berkelompok yang mengarah ke homogen.

Tujuh Donatur Sumbang Alat Medis dan Sembako untuk Jabar
Indonesia
Tujuh Donatur Sumbang Alat Medis dan Sembako untuk Jabar

Bantuan kesehatan dari berbagai pihak ini membuat kesiapan peralatan penanggulangan COVID-19 di Jabar sudah cukup memadai.

Tangani COVID-19 di 2021, Muhammadiyah Minta Jokowi Bikin Kebijakan Komprehensif
Indonesia
Tangani COVID-19 di 2021, Muhammadiyah Minta Jokowi Bikin Kebijakan Komprehensif

Pemerintah agar mengajak para ahli ekonom dalam menyelesaikan permasalahan ekonomi akibat pandemi COVID-19.

Ahli Waris Korban COVID-19 Dapat Santunan, Berapa Besarannya?
Indonesia
Ahli Waris Korban COVID-19 Dapat Santunan, Berapa Besarannya?

Bantuan ini akan diterima sejak Maret sampai Agustus 2020

Maskapai Diizinkan Naikkan Tarif
Indonesia
Maskapai Diizinkan Naikkan Tarif

Ia menuturkan, kondisi saat ini merupakan kondisi darurat, terlebih bagi maskapai yang harus bertahan di tengah penurunan penumpang karena penyebaran COVID-19.

Ma'ruf Amin Akui Tengah Siapkan Program Pembangunan Pasca COVID-19
Indonesia
Ma'ruf Amin Akui Tengah Siapkan Program Pembangunan Pasca COVID-19

Penanggulangan kelompok miskin juga akan mendapat perhatian

Dua Wisatawan Borobudur Positif COVID-19
Indonesia
Dua Wisatawan Borobudur Positif COVID-19

Ada 150 wisatawan di kawasan Borobudur menjalani tes diagnostik cepat dan enam orang di antaranya reaktif.

 Anies Sambut Baik Kepulangan 16 Warganya Usai Jalani Karantina di Natuna
Indonesia
Anies Sambut Baik Kepulangan 16 Warganya Usai Jalani Karantina di Natuna

"Kita akan menyambut siapapun, baik warga negara Indonesia maupun bukan warga negara Indonesia," ujar Anies di Balaikota, Jakarta Pusat, Jumat (14/2).

Remaja Bunuh Bocah di Sawah Besar Kerap Menyiksa Binatang
Indonesia
Remaja Bunuh Bocah di Sawah Besar Kerap Menyiksa Binatang

Beberapa obyek yang tersangka siksa adalah binatang seperti kodok dan kucing.

 Stok Darah di RSPAD Menipis, Jenderal Andika Perintahkan TNI AD Donor Darah
Indonesia
Stok Darah di RSPAD Menipis, Jenderal Andika Perintahkan TNI AD Donor Darah

"Ketersediaan kantong darah RSPAD sudah menipis. Saya arahkan prajurit TNI AD region DKI Jakarta dan Tangerang untuk mendonorkan darah," kata Jenderal Andika