Denda Progresif Menanti Pelanggar PSBB Aktivitas warga Jakarta. (Foto: Asropih)
MerahPutih.com - Pemprov DKI Jakarta melalui Satpol PP akan menerapkan sanksi denda progresif bagi pelanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang melakukan pelanggaran secara berulang.
Kebijakan itu diberlakukan Satpol PP untuk memberikan efek jera bagi warga yang kerap melanggar aturan PSBB.
"Pengertian yang namanya di progresif itu, ketika seseorang yang tertangkap tangan (melakukan pelanggaran) berulang lagi, Itu bisa kita tambahkan (dendanya)" ucap Kasatpol PP DKI Arifin di Jakarta, Jumat (7/8).

Baca Juga:

Update Corona DKI Jumat (7/8): Bertambah 658 Kasus

Saat ini, ujar Arifin, aturan tertulis tentang sanksi denda progresif sedang disusun dan dimatangkan Biro Hukum Pemprov DKI. Sebelumnya pemberian sanksi denda bagi pelanggar PSBB diatur dalam Peraturan Gubernur (Perhub) Nomor 51 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar pada masa transisi menuju masyarakat sehat, aman dan produktif.
"Iya kita lihat saja nanti hasilnya karena kan lagi disusun. Tidak bisa bilang berubah atau gimana belum, kita tunggu saja," paparnya.
Cek Kesehatan Warga
Ilustrasi cek kesehatan warga. (Foto: Antara)
Disamping itu, Arifin menuturkan, pihaknya juga sedang membuat aplikasi untuk mengetahui atau mendeteksi apakah pelanggar tersebut sebelumnya sudah pernah melakukan pelanggaran, nantinya aplikasi tersebut akan menentukan sanksi yang dikenakan.
"Jadi kalau kita menggunakan aplikasi enggak lagi manual, ya selama ini kan manual ditulis segala macam. Sekarang kalau ada aplikasi misal difoto, itu nanti HP (aplikasi) nya keluar datanya kalau memang dia sudah pernah dikasih sanksi ada alertnya (pemberitahuannya) bahwa yang bersangkutan sudah pernah kena sanksi. Nah kayak gitu baru kena sanksi progresif," tutup Arifin. (Asp).

Baca Juga:

Satpol PP DKI Kaji Perlombaan 17 Agustus di Tengah Pandemi, Panjat Pinang Dilarang


Tags Artikel Ini

Alwan Ridha Ramdani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH