Demokrat Tetap Minta ‘MoU’ Ruang Guru dan Pemerintah Dibuka ke Publik Politisi Partai Demokrat Sartono Hutomo. (foto:dpr.go.id)

MerahPutih.com - Partai Demokrat tetap meminta nota kesepahaman atau MoU antara Ruang Guru dengan pemerintah dalam program pelatihan para calon penerima kartu prakerja tetap dibuka secara transparan ke publik meski saat ini Belva Deva sudah mundur dari Staf Khusus Presiden Jokowi.

"Kita negara hukum aspek utama yang menjadi perhatian masyarakat terkait MoU Ruang Guru dengan Pemerintah dalam pelatihan para calon penerima Kartu Prakerja perlu dibuka secara transparan," kata Kepala Departemen Perekonomian Nasional DPP Partai Demokrat Sartono Hutomo kepada wartawan, Rabu, (22/4).

Baca Juga

Belva Devara Mundur, Proyek Ruangguru di Kartu Pra Kerja Tetap Untung

Menurut Sartono, Mou antara pemerintah dan Ruang Guru dimana Belva menjadi CEO-nya penting dibuka agar tidak menimbulkan masalah dikemudian hari.

"Agar tidak menimbulkan masalah hukum dikemudian hari serta menjaga rasa keadilan dalam masyarakat kita," ujar Sartono.

Anggota Komisi VII DPR ini pun meminta agar kejadian yang menimpa Belva dapat menjadi pelajaran berharga bagi kaum milenial dalam mengelola negara.

"Tentu ini akan menjadi pelajaran berharga bagi kaum milenial bahwa mengelola negara tidak sebatas keren-kerenan tetapi juga perlu pengalaman secara mendalam, perlu kehati-hatian yang tinggi," pungkas Sartono.

Politisi Partai Demokrat, Sartono Hutomo
Politisi Partai Demokrat, Sartono Hutomo

Diketahui CEO Ruang Guru Belva Devara resmi mengundurkan diri dari jabatan staf khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam sebuah surat Belva mengungkapkan alasan pengunduran dirinya sebagai staf Presiden Jokowi.

"Saya mengambil keputusan yang berat ini karena saya tidak ingin membuat polemik mengenai asumsi atau persepsi publik yang bervariasi tentang posisi saya sebagai Staf Khusus Presiden menjadi berkepanjangan, yang dapat mengakibatkan terpecahnya konsentrasi Bapak Presiden dan seluruh jajaran pemerintahan dalam masalah pandemi COVID-19," kata Belva dalam surat yang diterima oleh awak media, Selasa, (21/4).

Baca Juga

KPK Diwanti-wanti Kawal Anggaran Rp3,3 T Ruangguru di Program Kartu Pra Kerja

Meski demikian, Belva memastikan, bahwa penunjukan Ruangguru sebagai aplikator dalam program Kartu Prakerja pemerintah telah sesuai dengan aturan yang berlaku. Belva menegaskan tidak ada konflik kepentingan di dalam penunjukan tersebut.

"Kementerian Koordinator Perekonomian dan Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja (PMO), proses verifikasi semua mitra Kartu Prakerja sudah berjalan sesuai aturan yang berlaku, dan tidak ada keterlibatan yang memunculkan konflik kepentingan. Pemilihan pun dilakukan langsung oleh peserta pemegang Kartu Prakerja," ujar Belva. (Pon)

Kredit : ponco

Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH