Demokrat Tak Terima SBY Dituduh Lakukan Propaganda Lawan Umat Islam Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon (MP/Asropih)

MerahPutih.Com - Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon menampik tudingan Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra kepada Ketum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lantaran melakukan propaganda melawan umat Islam.

Menurut Jansen, bahwa tuduhan itu belum diketahui juga kebenarannya, apalagi Habib Rizieq Shihab (HRS) menyebut bahwa selama ini Imam Besar FPI itu tidak menggunakan aplikasi WhatsApp sebagai alat komunikasinya selama di Arab Saudi.

Lanjut dia, jangan sampai tuduhan propaganda itu dapat merusak nama baik SBY.

Jansen Sitindaon menyatakan Habib Rizieq tak punya WA selama di Arab Saudi
Politisi Demokrat Jansen Sitindaon bantah chat Yusril Ihza Mahendra dengan Habib Rizieq (MP/Asropih)

"Itukan katanya itu chat nya ngak bener katanya Habib Rizieq Shihab nggak pake WA di Arab, kan gitu. Jadi buktikan aja dulu itu chat bener atau tidak, jangan-jangan hanya untuk merusak nama baik pak SBY," ujar Jansen di Resto Ajag Ijig, Gambir, Jakarta Pusat, kamis (4/4).

Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) ini juga meminta aparat penegak hukum menyelidiki terkait persoalan kasus tersebut. Menurut Jansen, hal itu dilakukan agar opini masyarakat tak menjadi salah memandang sosok SBY.

BACA JUGA: Kunjungan ke Yogyakarta, AHY Bungkus Pisang Goreng dan Jadah Tempe

Sandiaga Uno: Kalau 2019 Listrik Tidak Turun Sungguh Terlalu

KPK Bantarkan Penahanan Eks Ketum PPP Romahurmuziy di RS Polri

Apalagi, kata dia, SBY masuk dalam bagian Wise Person Council bersama mantan Presiden Turki Abdullah Gul di Organisasi Konferensi Islam (OKI) yang bertugas memberikan pandangan dan nasihat kepada OKI tentang bagaimana mengelola masalah Islam sedunia.

Oleh karena itu, menurut Jansen, sangat mustahil orang tua dari dua politikus muda itu menodai apa yang selama ini diperjuangkan dalam melindungi agama Islam.

"Dari pemerintahan beliau dekat dengan ulama nggak pernah ada kriminalisasi hari ini posisi beliau penasihat OKI. Lahirnya sudah di pesantren ngak mungkin lah pak SBY dituduh itu ngawur itu kalau menuduh pak SBY melakukan propaganda melawan Islam. Itu tidak benar," tutupnya.(Asp)

Kredit : asropih


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH