Demokrat: Sikap Puan Maharani Matikan Mikrofon Tak Sesuai Pancasila Ketua DPR RI Puan Maharani. (ANTARA/dokumentasi pribadi)

MerahPutih.com - Video Ketua DPR Puan Maharani mematikan mikrofon saat anggota DPR Fraksi Demokrat Irwan berbicara soal penolakannya terhadap RUU Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) dalam rapat paripurna, Senin (5/10) kemarin, viral di media sosial.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny K Harman buka suara menanggapi hal tersebut. Benny menilai sikap putri Ketua Umum PDIP Megawati Soenarnoputri itu tidak mencerminkan nilai-nilai Pancasila.

Baca Juga:

Jadi Perhatian Netizen, Ini Asal Baju Adat yang Dipakai Puan Maharani

"Ini salah satu contoh kekuasaan absolut digunakan sewenang-wenang dan tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan Ekasila sekalipun," kata Benny kepada wartawan, Selasa (6/10).

Ketua DPR Puan Maharani hadir di Istana (ANTARA/Hanni Sofia)
Ketua DPR Puan Maharani saat peringatan kemerdekaan di Istana. (ANTARA/Hanni Sofia)

Sebagaimana diketahui, sidang paripurna pengesahan RUU Omnibus Law Ciptaker yang kini telah menjadi undang-undang diwarnai sejumlah peristiwa menarik.

Salah satunya saat Puan Maharani mematikan mikrofon anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat Irwan, yang sedang berbicara soal UU ini berpotensi memperparah kerusakan lingkungan hingga menghilangkan hak-hak rakyat kecil.

Baca Juga:

Kukuh Ngotot Bahas Omnibus Law, Puan Maharani Cs Dicap 'Provokasi' Buruh

Belum selesai berbicara, Puan tampak ada perbincangan kecil dengan pimpinan sidang Azis Syamsuddin yang duduk disebelahnya, lalu Puan tampak menekan tombol di dekat mikrofon. Video itu kini menjadi perbincangan dan viral di media sosial. (Pon)

Baca Juga:

Survei Y-Publica: Elektabiltas Prabowo 23,7 Persen, Puan Maharani 1,1 Persen

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Usai Melayat Artidjo Alkostar, Jokowi Pantau Vaksinasi dan Resmikan KRL Yogya-Solo
Indonesia
Usai Melayat Artidjo Alkostar, Jokowi Pantau Vaksinasi dan Resmikan KRL Yogya-Solo

Presiden ikut menyalatkan jenazah almarhum di Masjid Ulil Albab, Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta.

Vaksinasi Siswa di Solo, Gibran Tunggu Instruksi Menkes
Indonesia
Vaksinasi Siswa di Solo, Gibran Tunggu Instruksi Menkes

Sementara itu, untuk vaksinasi semua siswa di Solo masih menunggu instruksi dari Menteri Kesehatan (Menkes).

Satgas Ingatkan Syarat Sekolah Gelar Belajar Tatap Muka
Indonesia
Satgas Ingatkan Syarat Sekolah Gelar Belajar Tatap Muka

Sekolah juga harus memiliki pemetaan seluruh elemen sekolah yang mencakup kondisi kesehatan atau riwayat komorbid, risiko perjalanan pulang pergi.

Alasan Anak Buah Ridwan Kamil tidak Mau Buru-Buru Sekolah Dibuka Lagi
Indonesia
Alasan Anak Buah Ridwan Kamil tidak Mau Buru-Buru Sekolah Dibuka Lagi

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga merekomendasikan kegiatan belajar mengajar jarak jauh.

2.708 Pasien COVID-19 Tanpa Gejala Diisolasi di RSD Wisma Atlet
Indonesia
2.708 Pasien COVID-19 Tanpa Gejala Diisolasi di RSD Wisma Atlet

Sebanyak 2.708 pasien positif COVID-19 tanpa gejala tengah menjalani isolasi mandiri dan perawatan di Tower 4-7 Wisma Atlet Kemayoran.

Kapolda Metro Belum Pastikan Nasib Pengamanan Jakarta Pasca PSBB
Indonesia
Kapolda Metro Belum Pastikan Nasib Pengamanan Jakarta Pasca PSBB

Polda Metro Jaya belum mengetahui hasil evalusi dari PSBB jilid III.

Pertamina Mulai Data Kerugian Warga Terdampak Kebakaran Kilang Balongan
Indonesia
Pertamina Mulai Data Kerugian Warga Terdampak Kebakaran Kilang Balongan

Kebakaran Kilang Balongan terjadi pada Senin (29/3/2021) dini hari pukul 00.45 WIB, yang melahap empat tangki bahan bakar minyak dan berdampak pada lima desa meliputi Desa Balongan, Desa Sukaraja, Desa Rawadalem, Desa Sukaurip, dan Desa Tegalurung.

Mendagri Klaim Tingkat Kepatuhan Prokes di Pilkada Tinggi
Indonesia
Mendagri Klaim Tingkat Kepatuhan Prokes di Pilkada Tinggi

Tingkat kepatuhan masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan (prokes) di Pilkada Serentak 2020 tinggi.

Kasus Korupsi Edhy dan Juliari Mendegradasi Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf
Indonesia
Kasus Korupsi Edhy dan Juliari Mendegradasi Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf

tertangkapnya dua menteri ini justru mendegradasi pemerintahan Jokowi-Maruf.

KPU Kota Depok Pastikan Pencetakan Surat Suara Lancar
Indonesia
KPU Kota Depok Pastikan Pencetakan Surat Suara Lancar

Sejak awal KPU Kota Depok telah mempersiapkan dan merencanakan pengelolaan logistik pilkada ini dengan standar operasional prosedur ‘just in time’.