Demokrat Sebut Dua Isu Ini Jadi Pertimbangan Jokowi Pilih Panglima TNI Anggota Komisi I DPR RI dari FPD, Rizki Aulia Rahman Natakusumah. Foto; Istimewa

MerahPutih.com - Isu pergantian orang nomor satu di tubuh Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus bergulir seiring waktu masa pensiun Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang kian dekat.

Meski Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum menyerahkan Surat Presiden (Surpres) kepada DPR, terdapat dua kandidat kuat calon Panglima TNI, yakni KSAD Jenderal Andika Perkasa dan Kepala KSAL Laksamana Yudo Margono.

Baca Juga

Adu Tajir 2 Calon Panglima TNI

Anggota Komisi I DPR Fraksi Demokrat, Rizki Aulia Rahman Natakusumah menilai, isu Papua dan poros maritim akan menjadi pertimbangan Jokowi dalam memilih Panglima TNI.

Menurut Rizki, jika Jokowi ingin fokus terhadap isu Papua, maka Andika adalah sosok yang tepat. Namun, jika mantan Gubernur DKI Jakarta itu ingin fokus kepada poros maritim, ia menilai Yudo yang layak dipilih sebagai Panglima TNI.

"Kalau Presiden memandang isu yang harus menjadi fokus adalah isu strategis di Papua dan perbaikan citra TNI di mata publik, mungkin KSAD pilihan tepatnya. Sebaliknya, jika Presiden ingin menghidupkan kembali visinya untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia, bisa jadi KSAL yang jadi jawaban," kata Rizki kepada MerahPutih.com, Senin (18/10).

Anggota Komisi I DPR RI dari FPD, Rizki Aulia Rahman Natakusumah. Foto; Istimewa
Anggota Komisi I DPR RI dari FPD, Rizki Aulia Rahman Natakusumah. Foto; Istimewa

Politikus partai berlambang mercy ini pun berharap Jokowi segera mengirimkan surpres ke DPR agar Komisi I dapat menggelar fit and proper test. Hal itu mengingat Hadi Tjahjanto yang akan memasuki masa pensiun bulan depan.

"Intinya kita masih menunggu dan berharap Istana bisa segera menyodorkan nama kandidat untuk Panglima TNI ke DPR," ujar Rizki.

Lebih lanjut Rizki menambahkan, dalam fit and proper test nanti, Komisi I akan menanyakan soal visi misi calon Panglima TNI terhadap sejumlah isu strategis.

"Panglima masa depan harus punya pemikiran yang relevan dengan kebutuhan pertahanan Indonesia, baik yang mendesak maupun jangka panjang," kata alumnus University of Nottingham, ini. (Pon)

Baca Juga

Jokowi Punya Waktu Sebulan Pastikan Sosok Calon Panglima TNI

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bukan Polisi atapun TNI, Ini Profesi Pengemudi Pajero Penganiaya Sopir Truk
Indonesia
Bukan Polisi atapun TNI, Ini Profesi Pengemudi Pajero Penganiaya Sopir Truk

Dalam penangkapan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti.

BTN Salurkan Rp 433,78 Miliar Bansos di Juni-Juli 2021
Indonesia
BTN Salurkan Rp 433,78 Miliar Bansos di Juni-Juli 2021

Jika dihitung sejak awal 2021 hingga 15 Juli 2021, perseroan telah menyalurkan program sembako mencapai Rp 1,05 triliun. Sedangkan, untuk PKH, dana bantuan yang sudah disalurkan Rp 531,19 miliar.

Bayar Pajak Kendaraan di Jatim Dapat Diskon dan Hadiah Ratusan Juta
Indonesia
Bayar Pajak Kendaraan di Jatim Dapat Diskon dan Hadiah Ratusan Juta

“Tahun ini kita perbesar lagi hadiah umrohnya dari tahun lalu 20 orang penerima menjadi 30 orang penerima. Yang 15 penerima lain akan kita undi saat momentum HUT Pemprov Jatim. Nilai tabungannya pun ditingkatkan dari Rp 25 juta menjadi Rp 30 juta,” pungkas Khofifah.

Kemenkes Klaim Belum Ada Bukti Kebocoran Data di PeduliLindungi
Indonesia
Kemenkes Klaim Belum Ada Bukti Kebocoran Data di PeduliLindungi

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengklaim belum ada bukti kebocoran data pribadi di aplikasi PeduliLindungi.

Pemerintah Belum Temukan Virus Corona Varian Mu di Indonesia
Indonesia
Pemerintah Belum Temukan Virus Corona Varian Mu di Indonesia

Semakin lama pandemi berlangsung dan kasus berkembang, virus akan terus melakukan mutasi dan modifikasi.

Bareskrim Polri Selidiki Sejumlah Pasar Muamalah di Tanah Air
Indonesia
Bareskrim Polri Selidiki Sejumlah Pasar Muamalah di Tanah Air

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono mengatakan, pasca terbongkarnya pasar Muamalah di Depok. Pihaknya akan melakukan melakukan penelusuran dan pendataan.

Bea Cukai Surakarta Amankan 1.368 Botol Miras Impor Palsu, Dijual Lewat Medsos
Indonesia
Bea Cukai Surakarta Amankan 1.368 Botol Miras Impor Palsu, Dijual Lewat Medsos

"Modus yang dilakukan oleh pelaku adalah dengan melakukan penjualan melalui medsos yang sudah dilakukan berulang kali," kata Budi, Kamis (8/7).

8 Pegawai Positif COVID-19, Pendopo Bupati Cirebon Ditutup
Indonesia
8 Pegawai Positif COVID-19, Pendopo Bupati Cirebon Ditutup

Delapan pegawai yang positif, akan menjalani Isolasi Mandiri (Isoman) disalah satu ruangan di Pendopo.

Dilaporkan Pegawai KPK, Alexander: Biarin Saja Mereka
Indonesia
Dilaporkan Pegawai KPK, Alexander: Biarin Saja Mereka

Novel bersama 56 pegawai yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) melaporkan pria yang karib disapa Alex itu lantaran menyebut 51 pegawai KPK tidak lagi bisa dibina.

Pemkot Jakpus Kesulitan Lacak Massa Suporter Persija Jakarta yang Konvoi Kemenangan
Indonesia
Pemkot Jakpus Kesulitan Lacak Massa Suporter Persija Jakarta yang Konvoi Kemenangan

"Orangnya siapa, kita juga nggak bisa identifikasi, gimana kita bisa mulai tracing yah. Itu kan massa," ujar Erizon