Demokrat Berhasil Manfaatkan Penurunan Elektabilitas PDIP Karena Kasus Bansos PDI Perjuangan. (Foto: PDIP).

MerahPutih.com - Hasil survei Indometer menunjukkan elektabilitas Partai Demokrat melonjak yang menempatkan partai politik ini di urutan keempat setelah PDI Perjuangan, Partai Gerindra, dan Partai Golkar. Elektabilitas Partai Demokrat melesat menjadi delapan persen, setelah sebelumnya sempat turun dari 3,9 persen (Juli 2020) menjadi 3,2 persen (Oktober 2020).

"Elektabilitas Partai Demokrat melonjak, sementara PDI Perjuangan turun, dan dua parpol papan tengah PKS dan PSI konsisten naik," kata Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indometer, Leonard SB, dalam siaran persnya, di Jakarta, Kamis (19/2) dikutip Antara.

Baca Juga:

Operator Legislator PDIP Ihsan Yunus Serahkan Dua Sepeda Brompton ke KPK

Meskipun posisinya masih teratas, tapi elektabilitas PDI Perjuangan turun. Sebaliknya Partai Demokrat meningkat. Elektabilitas PDI Perjuangan turun menjadi 22,3 persen, padahal sebelumnya naik dari 26,8 persen pada survei pada Juli 2020 menjadi 31,6 persen pada survei Oktober 2020. Kenaikan pesat elektabilitas Partai Demokrat dan penurunan pada PDI Perjuangan tidak lepas dari kasus korupsi bantuan sosial yang terjadi pada kader partai politik senior. Bantuan sosial merupakan hal yang sensitif di kalangan publik di tengah situasi perekonomian yang penuh tantangan ini.

Penurunan pada PDI Perjuangan dimanfaatkan secara baik oleh partai politik di luar lingkaran kekuasaan, khususnya Partai Demokrat.

Tetapi tentu saja jarak elektabilitas Partai Demokrat dengan PDI Perjuangan masih terpaut sangat jauh. Masih ada dua parpol besar lain di posisi tiga besar, yaitu Partai Gerindra (14,1 persen-14,4 persen-13,5 persen) dan Partai Golkar (8,2 persen-8,0 persen-8,3 persen).

Sementara, PKS naik dari 4,9 persen (Juli 2020) menjadi 5,7 persen (Oktober 2020), dan kini 7,6 persen. PKS berada pada peringkat kelima, dan selisih elektabilitas dengan Golkar hanya terpaut 0,7 persen. PSI naik dari 4,4 persen (Juli 2020) menjadi 4,8 persen (Oktober 2020), dan kini 4,9 persen.

Kongres Partai Demokrat. (Foto: Partai Demokrat)
Kongres Partai Demokrat. (Foto: Partai Demokrat)

Posisi papan tengah lainnya diisi PKB (5,4 persen-5,1 persen-5,3 persen), Partai NasDem (4,2 persen-3,6 persen-3,5 persen), PPP (2,1 persen-1,9 persen-2,0 persen), dan PAN (2,3 persen-1,1 persen-1,5 persen).

Sedangkan pada posisi papan bawah, parpol baru Partai Ummat memimpin dengan elektabilitas 0,9 persen. Lainnya adalah Perindo (0,7 persen-0,5 persen-0,6 persen), Partai Hanura (0,3 persen-0,4 persen-0,3 persen), dan Berkarya (0,4 persen-0,3 persen-0,1 persen).

Tiga parpol, PBB, PKPI, dan Partai Garuda tidak berhasil meraih dukungan. Parpol baru lain yang mulai muncul adalah Partai Gelora (0,2 persen), sedangkan Masyumi belum menuai sama sekali.

"Masih ada pula 19,4 persen responden yang menyatakan tidak tahu/tidak menjawab," ujarnya.

Baca Juga:

PDIP Pertanyakan Hasil Survei Median Soal Kepuasan Warga Atas Kinerja Anies

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Dorna Datangi Pembangunan Sirkuit Mandalika Lombok
Indonesia
Dorna Datangi Pembangunan Sirkuit Mandalika Lombok

CEO Dorna Sports SL Carmelo Ezpeleta dijadwalkan meninjau pembangunan Sirkuit MotoGP Mandalika di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Rabu (7/4).

UMKM Bangkit, Ekonomi Pulih
Indonesia
UMKM Bangkit, Ekonomi Pulih

Pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi harus dimulai dari sektor UMKM, sebab sektor ini berkontribusi 61 persen bagi PDB Indonesia.

Lokasi Wisata Seluruh DIY Tutup Sementara Selama PPKM Darurat
Indonesia
Lokasi Wisata Seluruh DIY Tutup Sementara Selama PPKM Darurat

"Per tanggal 5 kemarin ini semua destinasi wisata di empat kabupaten dan satu kota tutup," kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY Bobby Ardyanto

PDIP Nilai Anies Hanya Berteori Atasi Banjir, Begini Respons Wagub Riza
Indonesia
PDIP Nilai Anies Hanya Berteori Atasi Banjir, Begini Respons Wagub Riza

Menurutnya, membangun Jakarta memang harus ada campur tangan masyarakat. Terlebih pemerintah dapat menindaklanjuti apa usulan yang disampaikan. Karena Jakarta ini merupakan kota kolaborasi.

Kapolri Perintahkan Tes PCR Bagi Wisman di Bali Cepat dan Sesuai SOP
Indonesia
Kapolri Perintahkan Tes PCR Bagi Wisman di Bali Cepat dan Sesuai SOP

Panglima TNI dan Kapolri mengecek langsung lokasi hotel yang akan dijadikan tempat karantina wisman dan melihat alur atau proses penerimaan turis asing ketika hendak berlibur ke Pulau Dewata.

Kasus COVID-19 Turun, Pemprov DKI: Kemenangan Lawan Pandemi di Depan Mata
Indonesia
Kasus COVID-19 Turun, Pemprov DKI: Kemenangan Lawan Pandemi di Depan Mata

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menyebut kasus COVID-19 di Jakarta mengalami perkembangan baik.

10 Baliho Dicopot Aparat Gabungan Saat Patroli di Jakarta Pusat
Indonesia
10 Baliho Dicopot Aparat Gabungan Saat Patroli di Jakarta Pusat

Beberapa baliho yang ditertibkan di antaranya baliho-baliho partai, lalu baliho milik Waskita hingga baliho sisa penyambutan Rizieq Shihab

BMKG Sebut Air Laut Naik 0,5 Meter Pascagempa di Maluku
Indonesia
BMKG Sebut Air Laut Naik 0,5 Meter Pascagempa di Maluku

Goyangan gempa magnitudo 6,1 di Pulau Seram, Maluku menyebabkan terjadi kenaikan air laut setinggi 0,5 meter. Hasil ini merupakan pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di stasiun Tide Gauge Tehoru.

BMKG Jelaskan Suara Dentuman yang Bikin Geger Warga Bali
Indonesia
BMKG Jelaskan Suara Dentuman yang Bikin Geger Warga Bali

Sejak pukul 08.00 hingga 12.00 WITA tidak ada aktivitas gempa di wilayah Bali

KRI Nanggala 402 Terbelah Menjadi Tiga
Indonesia
KRI Nanggala 402 Terbelah Menjadi Tiga

KRI Nanggala 402 tenggelam di perairan Bali dan seluruh awak dinyatakan gugur.