Demo UU Ciptaker Marak, Muhammadiyah Minta Jokowi Buka Mata Ribuan buruh melakukan unras menolak penetapan Undang-undang Cipta Kerja yang telah disahkan DPR dengan memadati ruas jalan Daan Mogot, Kota Tangerang, Banten, Rabu, (7/10). Merahputih.com / Rizki Fit

MerahPutih.com - PP Muhammadiyah meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membuka mata terkait maraknya aksi unjuk rasa oleh berbagai elemen masyarakat yang menolak Undang-Undang Cipta Kerja.

"Dengan banyaknya aksi demo dan penolakan oleh berbagai elemen, mestinya Pemerintah memahami suasana psikologis dan kekecewaan masyarakat. Perlu dialog dengan elemen masyarakat, terutama dengan yang berkeberatan," kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Muti saat dikonfirmasi, Kamis (8/10).

Mu'ti meminta pemerintah tidak menggunakan pendekatan kekuasaan atau tindakan represif untuk membubarkan para pengunjuk rasa.

Baca Juga

MK: Penanganan UU Ciptaker Tak Terpengaruh Pernyataan Jokowi

Mu'ti mengaku, pihaknya masih mempelajari UU Cipta Kerja setelah secara resmi diundangkan oleh Pemerintah dan DPR RI. Tidak menutup kemungkinan, Muhammadiyah akan mengajukan judicial review terhadap UU Cipta Kerja.

"Judicial Review dilakukan apabila terdapat pasal-pasal yang bertentangan dengan UUD 1945 dan ada kerugian konstitusional akibat pelaksanaan suatu undang-undang," kata dia.

Gabungan mahasiswa di Kendari, Sulawesi Tenggara melakukan aksi unjukrasa menolak UU cipta kerja. Para mahasiswa berjalan kaki dari sejumlah kampus mereka menuju gedung DPRD Sulawesi Tenggara, Kamis. ANTARA/Azis Senong
Gabungan mahasiswa di Kendari, Sulawesi Tenggara melakukan aksi unjukrasa menolak UU cipta kerja. Para mahasiswa berjalan kaki dari sejumlah kampus mereka menuju gedung DPRD Sulawesi Tenggara, Kamis (8/10). ANTARA/Azis Senong

Sebelumnya, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) yang ada di Jakarta melakukan aksi di depan Istana Negara pada Kamis (8/10), sebagai bentuk protes akibat UU Cipta Kerja atau Omnibus Law disahkan. Aksi dimulai pada pukul 10.00 WIB melibatkan banyak mahasiswa dari berbagai kampus.

Baca Juga

Buka Warung, Restoran, Minimarket, Usaha Keluarga Lebih Mudah Dengan UU Cipta Kerja

Demo digelar di Istana Negara karena para peserta aksi akan meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) turun tangan untuk mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu, Red) guna menganulir UU Cipta Kerja yang disahkan DPR pada Senin (5/10). (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KLB Corona Belum Dicabut, Warga Karanganyar Padati Puncak Tawangmangu
Indonesia
KLB Corona Belum Dicabut, Warga Karanganyar Padati Puncak Tawangmangu

Dewi mengatakan kawasan wisata Tawangmangu kembali dipadati pengunjung pada Senin pagi sampai siang

Selain Rano Karno, Saksi Sebut Suti "Atun" Karno Tercatat di Proyek Pemprov Banten
Indonesia
Selain Rano Karno, Saksi Sebut Suti "Atun" Karno Tercatat di Proyek Pemprov Banten

Nama pemeran Atun dalam sinetron "Si Doel Anak Sekolahan" tersebut ada dalam catatan Dadang Prijatna sebagai pihak yang mendapat salah satu proyek.

Anak Buah Jokowi Sindir Anies yang Selenggarakan CFD Tanpa Simulasi
Indonesia
Anak Buah Jokowi Sindir Anies yang Selenggarakan CFD Tanpa Simulasi

Sejak Minggu pagi, kawasan CFD pun dipenuhi warga termasuk anak-anak di bawah usia 9 tahun

Pimpinan DPRD DKI Minta Anggota Sisihkan 10 Persen Gaji untuk Korban Banjir
Indonesia
Pimpinan DPRD DKI Minta Anggota Sisihkan 10 Persen Gaji untuk Korban Banjir

Bagian dari gaji dan tunjangan 106 wakil rakyat DKI dapat meringankan beban korban banjir.

Update COVID-19 DKI Selasa (7/4): 1.395 Positif, 795 Orang Menunggu Hasil Lab
Indonesia
Update COVID-19 DKI Selasa (7/4): 1.395 Positif, 795 Orang Menunggu Hasil Lab

Lanjutnya sebanyak 2,225 pasien dalam pengawasan (PDP). 1,020 di antaranya masih melakukan perawatan.

PKS Tagih Janji Jokowi Terbitkan Perppu KPK
Indonesia
PKS Tagih Janji Jokowi Terbitkan Perppu KPK

"Tapi mana hari ini kalau Dewas dilantik apa lagi Perppu-nya?," ujarnya

 Terdampak Corona, Sektor Wisata di Yogyakarta Kehilangan Pemasukan Ratusan Miliar
Indonesia
Terdampak Corona, Sektor Wisata di Yogyakarta Kehilangan Pemasukan Ratusan Miliar

"Kami hitung-hitung estimasi kehilangan peredaran uang dari sektor pariwisata hingga Mei 2020 sekitar 100 miiar. Tapi kalau sampai Desember bisa lebih dari Rp500 miliar," jelas Hary

Pengiriman Paket Belanja Online di Indonesia Molor Jadi 3 Hari
Indonesia
Pengiriman Paket Belanja Online di Indonesia Molor Jadi 3 Hari

Dampak pandemi COVID-19 membuat pengiriman paket belanja online di Indonesia molor rata-rata menjadi 3 hari.

Aturan Larangan Mudik Dirombak Lagi, Demokrat: Ini Kita Mau Apa Sih?
Indonesia
Aturan Larangan Mudik Dirombak Lagi, Demokrat: Ini Kita Mau Apa Sih?

Bahkan, ini juga bertentangan dengan semangat daerah dalam menekan angka corona

[HOAKS atau FAKTA] COVID-19 Tidak Membunuh Manusia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] COVID-19 Tidak Membunuh Manusia

Beredar postingan dari akun Facebook Doral Crocker screenshot berisikan klaim bahwa COVID-19 tidak menyebabkan orang meninggal dunia.