Demo Tolak Omnibus Law di DPR, Buruh Khawatir Kehilangan Pekerjaan Buruh yang tergabung dalam berbagai organisasi menggelar aksi unjuk rasa di gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (16/7). (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.com - Buruh yang tergabung dalam berbagai organisasi menggelar aksi unjuk rasa di gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (16/7).

Ketua Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) Rudi Abedaman mengungkapkan, alasan pihaknya melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPR/MPR meminta agar RUU Omnibus Law Cipta Kerja dibatalkan.

Baca Juga:

PA 212 Geruduk DPR Pastikan RUU HIP Benar-benar Dibatalkan

Pertama, kata dia, jika berkaca dari sisi klaster ketenagakerjaan, penggunaan tenaga kerja asing sekarang sudah tidak ada lagi pembatasan.

"Kalau di UU lama, itu masih ada pembatasan pekerja asing. Kalau sekarang melalui Omnibus Law, seluruh jenis pekerjaan, itu bisa menggunakan TKA. Nah, ini ancaman bagi rakyat Indonesia," tegas Rudi.

Gedung DPR tampak dari depan di kompleks parlemen Senayan, Jakarta. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)
Gedung DPR tampak dari depan di kompleks parlemen Senayan, Jakarta. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

Tidak hanya itu, lanjut Rudi, Omnibus Law nantinya akan membuat kesempatan kerja bagi rakyat Indonesia akan hilang.

Apalagi, lanjut dia, proyek infrastruktur Presiden Joko Widodo (Jokowi) mayoritas dipegang dan digarap oleh Tiongkok.

Baca Juga:

Digeruduk Massa, DPR Pastikan Tak Ada Pengesahan RUU HIP dan Omnibus Law

"Kita bukan anti-TKA, tetapi di tengah jutaan rakyat menganggur, di tengah lapangan kerja sulit, pekerjaan kasar itu bisa dikerjakan TKA. Contoh TKA China, tukang sapu itu bisa dikerjakan TKA China. Apa memang orang Indonesia enggak bisa. Nah, melalui UU ini, itu dilegalkan," kata dia. (Pon)

Baca Juga:

Massa Aksi Penolak RUU Cipta Kerja dan HIP Bakal Kepung DPR

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Partisipasi Pemilih di Pilwakot Solo Cuma 70,5 Persen, KPU Ungkap Penyebabnya
Indonesia
Partisipasi Pemilih di Pilwakot Solo Cuma 70,5 Persen, KPU Ungkap Penyebabnya

"Kami menargetkan partisipasi pemilih 77,5 persen di Pilwakot Solo 2020. Namun, hasilnya hanya 70,52 persen saja," kata Nurul

Detik-Detik Baku Tembak Berujung Kematian Enam Pengawal Rizieq Versi Polisi
Indonesia
Detik-Detik Baku Tembak Berujung Kematian Enam Pengawal Rizieq Versi Polisi

TKP 3 sendiri berada di rest area KM 50 Tol Jakarta-Cikampek

Protes Indonesia dan Dunia Islam Pada Prancis
Dunia
Protes Indonesia dan Dunia Islam Pada Prancis

Pemerintah Indonesia keberatan terhadap pernyataan Presiden Macron yang mengindikasikan ada kaitan antara agama dan tindakan terorisme

Pasien COVID-19 RS Darurat Wisma Atlet Berkurang 9 Orang
Indonesia
Pasien COVID-19 RS Darurat Wisma Atlet Berkurang 9 Orang

Jumlah PDP sudah menurun menjadi 165 orang

Vonis Benny Tjokro-Heru Hidayat Diyakini Akan Lebih Berat Dari Tuntutan Jaksa
Indonesia
Gibran Sedih Muenchen Juara Liga Champions
Indonesia
Gibran Sedih Muenchen Juara Liga Champions

Gibran Rakabuming mengaku bersedih atas gagalnya Barcelona merebut tropi Liga Champions tahun ini.

IDI: 136 Dokter Meninggal Akibat COVID-19, Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
IDI: 136 Dokter Meninggal Akibat COVID-19, Terbanyak di Jawa Timur

Sebanyak 136 dokter meninggal dunia akibat COVID-19. Data ini disampaikan Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Operasi Lilin Saat Natal Tahun Baru, Pelanggar Prokes Bakal Dites Swab
Indonesia
Operasi Lilin Saat Natal Tahun Baru, Pelanggar Prokes Bakal Dites Swab

Operasi Lilin bakal berlangsung selama 15 hari

Pengamat: Pasar Jaya Tak Mampu Siapkan Bansos bagi Warga Selama PSBB
Indonesia
Pengamat: Pasar Jaya Tak Mampu Siapkan Bansos bagi Warga Selama PSBB

Jakarta sebagai ibu kota negara dengan anggaran besar dan infrastruktur yang baik bisa meminimalisir masalah.

Polda Metro Jaya Kerahkan Tim Khusus Pantau Travel Gelap
Indonesia
Polda Metro Jaya Kerahkan Tim Khusus Pantau Travel Gelap

Tim khusus itu bekerja baik melalui patroli siber maupun saat berada di pos pantau.