Demo Ribuan Ojol Nyaris Ricuh Lantaran Ada Provokasi untuk Masuk ke Gedung DPR Polisi berusaha menenangkan masa driver ojol yang berusaha merangsek masuk ke Gedung DPR (MP/Kanu)

MerahPutih.Com - Aksi massa pengemudi ojek online (Ojol) di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), di Senayan, Jakarta Pusat tadi, nyaris diwarnai kericuhan.

Kericuhan ini dipicu oleh teriakan seorang orator yang meminta massa untuk masuk ke gedung DPR RI.

Baca Juga:

Kecewa Tuntutan Tak Diakui, Ribuan Driver Ojol Geruduk Gedung DPR

Massa yang berjumlah lebih dari 1000 orang ini, pun berteriak sambil saling dorong menuju gerbang utama.

Tidak hanya aksi saling dorong, tampak juga massa melemparkan sejumlah botol air mineral ke arah polisi yang sedang berbaris di depan gerbang utama gedung DPR RI.

Diprovokasi, ribuan massa driver ojol merangsek masuk ke Gedung DPR
Ribuan driver ojol menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (28/2) (MP/Kanu)

Melihat hal tersebut, Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Susatyo Purnomo Condro meminta massa untuk tenang. Susatyo yang saat itu berdiri di atas mobil komando kepolisian, berbicara menggunakan pengeras suara dari mobil tersebut.

"Saya meminta, agar aksi ini tetap dilanjutkan dengan damai dan tenang. Kalau yang ricuh, itu berarti bukan ojol. Ojol harus damai," kata Susatyo langsung dari atas mobil komando kepolisian, Jumat (28/2)..

Susatyo juga meminta, agar massa jangan terprovokasi oleh satu atau dua orang yang ada di sekitarnya.

"Jangan terprovokasi oleh orang-orang yang ingin ricuh. Kita sudah berdemonstrasi secara damai sejak pagi tadi. Jadi, silahkan dilanjutkan, tetapi harus tetap damai," jelas Susatyo dengan nada tinggi.

Mendengar hal tersebut, para ojol yang sedang berdemonstrasi langsung berteriak dan mengacungkan jempol ke arah Susatyo.

"Kami semua adalah pelanggan setia ojol. Jadi, saya bersama kalian. Polisi adalah pelanggan setia ojol," kata Susatyo menenangkan massa aksi.

Sementara, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dan Rachmat Gobel menemui massa pengemudi ojek online (ojol) yang menggelar aksi demonstrasi.

Dasco menyampaikan permohonan maaf karena baru bisa menemui massa aksi.

"Kami minta maaf baru menenui kawan-kawan. Kami sebenarnya hari ini reses," kata Dasco.

Mengenai aksi hari ini, massa pengemudi ojol menuntut agar kendaraan roda dua menjadi transportasi khusus terbatas.

Permintaan itu berharap diwujudkan lewat revisi Undang-Undang Nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

"Yang kami tuntut hari ini adalah tentang legalitas angkutan roda dua menjadi transportasi khusus terbatas," kata juru bicara Tiposi 2020 (Tahun Ideal Perjuangan Ojol Seluruh Indonesia) Lutfi Iskandar di lokasi.

Lutfi memahami bahwa kendaraan roda dua tidak bisa menjadi transportasi umum.

Namun, dengan kebutuhan masyarakat, ia menilai kendaraan roda dua bisa dikategorikan sebagai transportasi khusus terbatas. Ia menolak jika ojol dihapuskan.

Baca Juga:

Kejar Pelaku Pencurian, Polisi Malah Salah Tembak Driver Ojol

"Kalau jadi transportasi umum kan memang tidak dibenarkan di negara mana pun. Kami minta jadi transporasi khusus terbatas. Jadi kami bisa bawa orang," ujar dia.

"Karena kami punya safety riding. Kalau alasannya dihapuskan karena keselamatan, saya rasa enggak relevan. Karena ojol ini juga ada karena kebutuhan," ucap Lutfi.

Massa aksi telah berkumpul di depan Gedung DPR/MPR sejak pukul 11.45 WIB lalu membubarkan diri. Mereka kembali ke lokasi masing-masing hingga membuag arus lalu lintas kembali dibuka.(Knu)

Baca Juga:

Ribuan TNI/Polri Turun Tangan Redam Demo Ojol di DPR

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bio Farma Luncurkan Kemasan Baru Vaksin COVID-19
Indonesia
Bio Farma Luncurkan Kemasan Baru Vaksin COVID-19

Indonesia kembali menerima bahan baku vaksin COVID-19 gelombang ke-2 dari Sinovac sebanyak 10 juta dosis, Selasa (2/2).

KPK Amankan Rp3,5 Miliar Terkait Kasus Nurdin Abdullah
Indonesia
KPK Amankan Rp3,5 Miliar Terkait Kasus Nurdin Abdullah

KPK mengamankan uang senilai total Rp3,5 miliar dari penggeledahan empat lokasi di Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Senin (1/3) dan Selasa (2/3).

PT KAI Buka Pemesanan Tiket Untuk Libur Natal dan Tahun Baru
Indonesia
PT KAI Buka Pemesanan Tiket Untuk Libur Natal dan Tahun Baru

KAI berkomitmen menjual tiket KA Jarak Jauh dan Lokal hanya 70 persen dari kapasitas tempat duduk.

Keluarga Besar Denjaka TNI-AL Dapat Bantuan 300 Alat Tes Cepat COVID-19
Indonesia
Keluarga Besar Denjaka TNI-AL Dapat Bantuan 300 Alat Tes Cepat COVID-19

Alat tes cepat juga dapat disalurkan Denjaka untuk membantu masyarakat sekitar lingkungan

Masyarakat Diajak Bergotong Royong Rapatkan Barisan Wujudkan Indonesia Maju
Indonesia
Masyarakat Diajak Bergotong Royong Rapatkan Barisan Wujudkan Indonesia Maju

Kondisi sulit masih akan dihadapi sebagai dampak negatif dari pandemi COVID-19

Dinamika Bisnis Saat Pandemi, Kisah Kuli Tinta Merangkap Peracik Herbal
Indonesia
Dinamika Bisnis Saat Pandemi, Kisah Kuli Tinta Merangkap Peracik Herbal

Nama produknya adalah Mponix yang berarti empon-empon mix.

[Hoaks atau Fakta]: Bandara Kertajati Jadi Bengkel Sepeda Motor
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Bandara Kertajati Jadi Bengkel Sepeda Motor

bandara merupakan hasil jepretan dari jurnalis Kompas Murti Ali Lingga yang diambil pada 6 Juli 2019, seperti digunakan dalam artikel berjudul “Runway Bandara Kertajati Terbakar, Ini Sejarah Pembangunannya…” y

Rekor, Penambahan Kasus COVID-19 Capai 2.719
Indonesia
Rekor, Penambahan Kasus COVID-19 Capai 2.719

Sebanyak 2.719 kasus baru ini merupakan rekor penambahan harian selama pandemi COVId-19 melanda Indonesia.

Kasus Abu Janda Jadi Ujian Pertama Kapolri Jenderal Listyo
Indonesia
Kasus Abu Janda Jadi Ujian Pertama Kapolri Jenderal Listyo

Abu Janda dilaporkan dengan dugaan ujaran rasialisme lewat akun Twitter-nya terhadap mantan komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai.

Kudeta Demokrat, Moeldoko dan AHY Lagi Tunjukan Politik Petak Umpet
Indonesia
Kudeta Demokrat, Moeldoko dan AHY Lagi Tunjukan Politik Petak Umpet

Tudingan adanya dugaan keterlibatan elite Pemerintah pun cukup mengusik pemerintahan Presiden Joko Widodo.