Demo PA 212 di Depan DPR Bisa Jadi Klaster Baru Penyebaran COVID-19 Aksi PA 212 di depan DPR/MPR, Rabu (24/6). (Foto: MP/Kanugrahan)

MerahPutih.com - Pengamat intelijen dan keamanan Stanislaus Riyanta mengaku khawatir aksi 2 ribuan massa PA 212 di depan gedung DPR/MPR jadi klaster baru penyebaran virus corona, Rabu (24/6) kemarin. Menurut Stanislaus, demo itu menjadi kerumunan massa yang tak terkendali.

"Semua aktivitas masyarakat yang berkerumun tanpa melakukan social distancing, apalagi di daerah zona merah berpotensi menyebarkan COVID-19, bukan hal yang mustahil akan menjadi klaster baru penyebaran COVID-19," kata Stanislaus kepada Merahputih.com di Jakarta, Rabu (24/6).

Baca Juga:

Demo PA 212 Picu Kemacetan Lalu Lintas, Polisi Lakukan Pengalihan Arus

Ia menambahkan, tak ada salahnya dilakukan tes PCR atau swab kepada massa yang melakukan aksi.

"Saya kira itu menjadi kewenangan pemerintah pusat dan pemerintah daerah (Pemprov DKI) untuk melaksanakan atau tidak. Yang paling penting jika dilakukan test PCR atau swab, harus ada komunikasi yang baik antara pemerintah dengan massa yang diminta menjalani tes," jelas Stanislaus.

Stanislaus melanjutkan, aktivitas yang melibatkan orang banyak tentu rawan ditunggangi kepentingan lain.

"Karena bisa saja terjadi penyusupan, provokasi, atau hal lainnya yang mengarah pada adanya tindakan kolektif," ungkap dia.

Aksi PA 212 di depan DPR/MPR, Rabu (24/6). (Foto: MP/Kanugrahan)
Aksi PA 212 di depan DPR/MPR, Rabu (24/6). (Foto: MP/Kanugrahan)

Ia menyesalkan langkah aparat yang terkesan tak tegas dengan memperbolehkan mereka melakukan aksi di tengan Pandemi.

"Seharusnya ada sikap tegas dari pemerintah supaya hal tersebut tidak terjadi," ungkap Stanislaus.

Ia meminta agar kepolisian memastikan Maklumat Kapolri di saat pandemi COVID-19 yang salah satu isinya adalah larangan unjuk rasa harus dipastikan apakah masih berlaku atau tidak.

"Jika masih maka harus tegas jika terjadi unjuk rasa lagi apalagi di zona merah pandemi COVID-19," tutup Stanislaus.

Baca Juga:

Massa Aksi 212 di Depan Gedung DPR Tak Indahkan Protokol Kesehatan COVID-19

Seperti diketahui, gelombang masa berdatangan ke depan gedung DPR/MPR RI. Masa yang terus berdatangan ini untuk ikut serta dalam aksi bertajuk "Aksi Selamatkan NKRI & Pancasila dari Komunisme".

Tampak di lokasi, social distancing pun tidak begitu dihiraukan oleh masa aksi. Masa terus memadati area depan gedung DPR/MPR.

Kendaraan yang melintas menuju kawasan Slipi, Jakarta Barat terpaksa dialihkan menuju Gedung TVRI dan dialihkan di bawah flyover dekat Gerbang Stadion Gelora Bung Karno. (Knu)

Baca Juga:

Tolak RUU HIP, Ini 8 Tuntutan PA 212

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Doni Monardo Ingin BNPB Tetap Prioritaskan Program Penanggulangan Bencana
Indonesia
Doni Monardo Ingin BNPB Tetap Prioritaskan Program Penanggulangan Bencana

Hati dan pikiran harus dicurahkan karena tugas kita adalah membantu masyarakat yang terdampak bencana

Kompolnas Beberkan Sederet Tantangan Bagi Komjen Listyo Sigit
Indonesia
Kompolnas Beberkan Sederet Tantangan Bagi Komjen Listyo Sigit

Sementara program-program yang sudah baik dilakukan Kapolri terdahulu tetap harus dilanjutkan

Ratusan Sekolah Bakal Ikut Sekolah Tatap Muka Tahap II di Jakarta
Indonesia
Ratusan Sekolah Bakal Ikut Sekolah Tatap Muka Tahap II di Jakarta

Nanti tanggal 4 juni 2021 akan diumumkan sekolah mana saja yang diberikan melaksanakan PTM

Anies Akhirnya Pasang 'Jak Wifi' Bagi Seluruh Warga Jakarta
Indonesia
Anies Akhirnya Pasang 'Jak Wifi' Bagi Seluruh Warga Jakarta

Internet itu akan disediakan di gedung pemerintahan, taman, RPTRA, sekolah-sekolah negeri, dan daerah-daerah yang tidak terjangkau

Samakan Kerumunan Jokowi di NTT dengan Rizieq Dianggap Logika Berpikir Sesat
Indonesia
Samakan Kerumunan Jokowi di NTT dengan Rizieq Dianggap Logika Berpikir Sesat

"Jelas tidak kompatibel, sesat dan tidak memiliki dasar hukum," kata Petrus kepada MerahPutih.com di Jakarta, Minggu (28/2).

Tim Panahan Beregu Putra Indonesia Terhenti di Babak Eliminasi 16 Besar
Olahraga
Tim Panahan Beregu Putra Indonesia Terhenti di Babak Eliminasi 16 Besar

Riau Ega mengakui timnya terlambat beradaptasi

Hari Ini Sidang Vonis Rizieq Shihab di Perkara Tes Usap RS UMMI
Indonesia
Hari Ini Sidang Vonis Rizieq Shihab di Perkara Tes Usap RS UMMI

Terdakwa Rizieq Shihab dijadwalkan menjalani sidang vonis dalam perkara tes usap RS UMMI Bogor di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (24/6).

2 Persen Lowongan CPNS dan PPPK Khusus Pendaftar Disabilitas
Indonesia
2 Persen Lowongan CPNS dan PPPK Khusus Pendaftar Disabilitas

Paling tidak, total instansi Pemerintah yang membuka formasi seleksi ASN Tahun 2021 berdasarkan data progres finalisasi formasi pada SSCASN per 30 Juni 2021 Pukul 16.00 WIB, berjumlah 568.

Aksi Curi Perhatian Pengendara Pakai Helm Rice Cooker Berakhir di Kantor Satlantas
Indonesia
Aksi Curi Perhatian Pengendara Pakai Helm Rice Cooker Berakhir di Kantor Satlantas

Gaya kocak seorang pengendara sepeda motor memakai helm model rice cooker, saat berkendara di jalanan Kota Pasuruan, tidak hanya mencuri perhatian pengendara lain.

Live Musik di Restoran Diizinkan Tapi tidak Boleh Hadirkan Penyanyi Terkenal
Indonesia
Live Musik di Restoran Diizinkan Tapi tidak Boleh Hadirkan Penyanyi Terkenal

Hal ini tertuang dalam Surat Edaran Disparekraf DKI Nomor 342/SE/2020 Tentang Penyelenggaraan Kegiatan Live Music pada Jenis Usaha Restoran/Rumah Makan/Kafe.