Ratusan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jawa Timur menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Jawa Timur Kamis (27/7). (MP/Budi Lentera)

MerahPutih.com - Ratusan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jawa Timur menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Jawa Timur, Jalan Indrapura, Surabaya, Kamis (27/7).

Selain menggelar teaterikal, mereka juga melakukan orasi bergantian untu menolak hak angket yang dinilai melemahkan KPK dan menggelar spanduk, di antaranya bertuliskan 'KPK Lemah, Koruptor Happy.'

"Hak angket tidak bisa dibenarkan. Karena itu, kami menolak. KPK bukan lembaga yang menjalankan perintah eksekutif, sehingga tidak bisa dijadikan obyek hak angket," kata salah satu orator dari ITS, Aris.

Aris menilai, dari hasil kajiannya Pansus KPK dinilai sudah cacat hukum. Sebab, KPK bukan lembaga pemerintahan dan KPK juga tidak menerjemahkan fungsi eksektuif, tetapi mendorong untuk dikembalikan ke jalur hukum.

"Bisa saja ini upaya dari dari eksekutif agar KPK tidak bisa membongkar kasus-kasus korupsi yang melibatkan eksekutif," katanya.

Sementara itu, Atabik, mahasiswa PENS D Surabaya mendorong agar masyarakat segera mengajukan gugatan hukum. Sebab, dengan melalui proses hukum, maka apa yang menjadi perdebatan selama ini bisa dibuka di pengadilan.

"Semua harus dibuka semua legal standing, apakah KPK benar tindakannya selama ini. Kita mengkaji secara hukum legalitas tidak masuk dikembalikan ke persidangan atau sidang paripurna," tandasnya. (*)

Berita ini merupakan laporan dari kontributor merahputih.com di Surabaya, Budi Lentera. Baca berita terkait Kota Surabaya lainnya di: Razia Indekos, Polisi Amankan Pecandu Narkoba Dan Pasangan Mesum


Tags Artikel Ini

Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH